Pages

Sunday, 24 June 2012

Kapal Patroli Lanal Denpasar Masik Laik


Kapal patroli Lanal Denpasar. (Foto: Lantamal V)

21 Juni 2012, Denpasar: Armada peralatan perang berupa kapal milik Pangkalan TNI AL Denpasar yang digunakan untuk patroli di wilayah perairan Bali masih laik pakai.

"Kapal yang digunakan untuk patroli rutin di perairan wilayah Pulau Dewata, kemampuannya masih memadai," kata Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjaya, Selasa.

Dia mengatakan, begitu juga dengan umur dari peralatan atau perlengkapan perang tersebut masih wajar.Namun, tambah Suarjaya, apabila ada kegiatan yang berskala besar atau internasional, pihaknya meminta bantuan dari Armada Timur (Armatim) TNI AL untuk mengirimkan kapal.

"Kapal tersebut akan membantu melakukan patroli dan mengamankan wilayah perairan Bali," ujarnya.Suarjaya menjelaskan, namun patroli yang dilakukan oleh kapal dari Armatim sifatnya terbatas, tidak seluruh wilayah Pulau Dewata.

Sebelumnya dia mengatakan, armada patroli Pangkalan TNI AL Denpasar sampai saat ini belum menemukan adanya upaya penyelundupan narkoba di perairan Bali. "Walaupun belum ditemukan penyelundupan narkotika, menggunakan jalur laut di perairan wilayah Pulau Dewata, kami tetap tidak mengendurkan kewaspadaan," ujarnya.

Sumber: ANTARA Bali

Parlemen Bersikukup Industri Pertahanan Masuk KKIP


Deretan panser Anoa produksi PT PINDAD. (Foto: Tribunnews/Dany Permana)

19 Juni 2012, Senayan: DPR berkukuh agar industri pertahanan dapat dimasukkan dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) secara aktif. Sehingga industri ini dapat berperan aktif memproduksi dan memodernisasi alutsista TNI.

"Komisi I bersikeras agar PT Pindad, PT DI, PT PAL dan perusahaan industri pertahanan lainnya dapat diikutsertakan secara aktif dalam KKIP," kata anggota Komisi I DPR Hayono Isman usai rapat pembahasan RUU Industri Pertahanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/6).

Komisi I berharap keberadaan para industri pertahanan tak sekadar jadi pelengkap dalam KKIP. Kalangan industri harus jadi peserta aktif yang terlibat dan masuk dalam keanggotaan KKIP. Setiap kali KKIP menentukan kebijakan strategis terkait alutsista, aspirasi industri harus ditampung.

Pemerintah setuju dengan usulan ini. Dalam struktur KKIP akhirnya disepakati bahwa Presiden akan bertindak sebagai Ketua KKIP. Sedangkan ketua hariannya adalah Menteri Pertahanan. Kemudian, Meneg BUMN menjadi wakilnya.

Dalam pembahasan RUU ini disepakati pula tentang jumlah permodalan bagi perusahaan industri pertahanan. Perdebatan yang sempat mengemuka adalah soal seberapa besar modal perusahaan untuk bisa masuk jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan. Meskipun bahasan ini masuk domain pertahanan, ketentuannya tak boleh bertentangan dengan UU tentang BUMN.

Kesepakatannya, kata Hayono, "Apabila modal pemerintah mencapai 51 persen, maka perusahaan itu dinyatakan sebagai BUMN."

Sumber: Jurnal Parlemen

TNI AL Pesan Pengganti KRI Dewa Ruci dari Spayol


KRI Dewa Ruci saat mengikuti Fleet Week New York 2012.(Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Patrick Gordon/Released)

19 Juni 2012, Jakarta: Markas Besar TNI Angkatan Laut memastikan telah memesan kapal layar tiang tinggi dari sebuah galangan kapal internasional di Spanyol, yang diproyeksikan sebagai pengganti kapal latih KRI Dewaruci.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Selasa (19/6) mengemukakan, kapal layar tiang tinggi tersebut rencananya mulai diproduksi pada 2013 dan dijadwalkan selesai pada 2014.

"Sudah diputuskan akan diproduksi di Spanyol, tapi saya lupa nama galangan kapal tersebut," kata Soeparno usai memimpin upacara serah terima jabatan komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal).

Menurut ia, pembelian kapal latih yang direncanakan sejak 2010 tersebut, telah disetujui Mabes TNI dan pemerintah dengan anggaran sekitar US$80 juta.

Kapal latih baru kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) itu merupakan salah satu program pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, terutama untuk melatih calon-calon perwira masa depan.

"Yang jelas, kapal layar baru nanti ukurannya lebih besar dan desainnya lebih indah dari KRI Dewaruci, sehingga mampu menampung personel lebih banyak," ujar Laksamana Soeparno.

Seperti diketahui, TNI AL telah mengoperasikan kapal latih KRI Dewaruci sejak 1953. Kapal layar legendaris tersebut adalah buatan HC Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, pada 1952.

Kendati usianya sudah 60 tahun, KRI Dewaruci yang memiliki panjang 58,30 meter, lebar lambung 9,50 meter dan bobot mati 847 ton, telah dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan komputerisasi.

Kapal tipe "Barquentin" ini mempunyai tiga tiang utama dengan 16 layar dan dilengkapi mesin berkekuatan 986 PK diesel yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 10,5 knot.

Sejak 15 Januari 2012, KRI Dewaruci melakukan muhibah keliling dunia selama lebih kurang 277 hari dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada pertengahan Oktober 2012.

"Mungkin pelayaran keliling dunia ini menjadi yang terakhir kali dilakukan KRI Dewaruci. Kapal ini berangkat menuju arah timur dan kembali dari arah barat," kata KSAL Laksamana Soeparno.

Sumber: Media Indonesia