Pages

Sunday, 15 July 2012

UJI COBA LCU DI KOLINLAMIL

Jakarta - Sebuah Landing Craft Utility (LCU) 24 M yang dipergunakan untuk mengangkut kendaraan tempur Marinir RM 70 Grad, Kamis (12/07), diuji coba di Dermaga Beaching (Beaching Plate) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta,


Uji coba LCU tersebut dilaksanakan oleh Tim Kelaikan Material, tim pengawas dan calon pengguna yaitu Komando RI Kawasan Timur (Koarmatim), Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), serta Korps Marinir (Kormar) di Dermaga Beaching Kolinlamil, perairan Teluk Jakarta, Pantai Pulau Damar Besar, sedangkan Docking- Undocking disalah satu dari kapal jenis LPD kelas KRI Makasar (MKS)-590 di Jakarta atau setelah pergesaran LCU ke Surabaya.

LCU merupakan kendaraan angkut air dengan panjang 24 meter yang mampu mengangkut pasukan, kendaraan tempur, kendaraan administrasin ataupun dukungan logistik lainnya pada saat Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan Operasi Militer Perang (OMP).

Uji coba LCU dimaksudkan untuk menguji kemampuan Landing Craft Utility (LCU) tipe baru dengan mengangkut Ranpur Korps Marinir RM 70 Grad dalam melaksanakan operasi pendaratan ke pantai dengan aman dan lancar, serta keluar masuk (docking undocking) kapal jenis LPD kelas KRI Makasar (MKS)-590 dengan aman dan lancar sehingga diperolah data yang dibutuhkan saat docking undocking.

Adapun materi pelaksanaan uji coba meliputi embarkasi dan debarkasi RM 70 Grad di LCU melalui Dermaga Beaching (Beaching Plate), manouver laut LCU dengan mengangkut RM 70 Grad, Pendaratan LCU di pantai pendarat, embarkaksi dan debarkasi RM 70 Grad di LCU melalui pantai pendaratan, embarkasi dan debarkasi LCU dengan muatan RM 70 Grad di kapal LPD kelas KRI Makasar (MKS)-590.
sumber: TNI-AL 

Latihan Bersama Kopassus dan Pasukan Khusus China Berakhir


15 Juli 2012, Jinan: Kopassus dan Pasukan Khusus China menyelesaikan latihan bersama anti-teroris di Jinan, ibun kota Provinsi Shandong, Minggu (15/7).

Kedua satuan menurunkan masing-masing 70 personil, melakukan latihan menggunakan peluru tajam, termasuk latihan pendaratan menggunakan helikopter, penembakan dan operasi pembebasan sandera. Latihan digelar selama 15 hari.

Latihan bersama Pasukan Khusus Indonesia dan China telah digelar dua kali.





Sumber: CCTV news

Ranpur Marinir Diangkut Tiga Kapal Perang


KRI Banda Aceh kapal perang jenis Landing Platform Dock. (Foto: Kolinlamil)

14 Juli 2012, Jakarta: Tiga kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) melaksanakan embarkasi kendaraan amfibi Marinir yang akan digunakan pada latihan pendaratan amfibi Pasmar-2 di Pantai Caligi Pesangrahan, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Jumat (13/07).

Dari ketiga kapal perang tersebut, dua diantaranya berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta yaitu KRI Banda Aceh (BAC)-593 dan KRI Teluk Amboina (ABN)-503, sedangkan KRI Teluk Bone (TBO)-511 berada di bawah pembinaan Satlinlamil Surabaya.

KRI Banda Aceh (BAC)-593 yang merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan Komandan Letkol Laut (P) Suratun, melaksanakan embarkasi kendaraan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam rangka latihan pendaratan amfibi, mengangkut tank jenis BMP-3F, Howitzer, kendaraan pendarat amfibi (Ranratfib), angkut personel jenis LVT-7, Kapa, Komob, perahu karet (PK) .

KRI Teluk Amboina (ABN)-503 yang merupakan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dengan Komandan Letkol Laut (P) Totok Suharyanto, melaksanakan embarkasi kendaraan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam rangka latihan pendaratan amfibi, mengangkut material kendaraan pendarat amfibi (Ranratfib) angkut personel jenis BTR-50, dan perahu karet (PK).

Sedangkan KRI Teluk Bone (TBO)-511 yang merupakan kapal perang jenis LST dengan Komandan Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, mengangkut material tank jenis PT-76 M, dan perahu karet (PK).

Sumber: Kolinlamil