Monday, 16 July 2012
Latihan Sikatan Daya 2012 Ditutup
16 Juli 2012, Malang: Setelah enam hari kegiatan Latihan Sikatan Daya 2012 dilaksanakan di jajaran Koopsau II dan Daerah Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur yang dimulai tanggal 9 Juli sampai dengan 16 Juli 2012, pada hari ini Kamis (16/7) latihan tersebut ditutup oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna di ikuti para pejabat Lanud dan seluruh anggota Lanud Abd Saleh bertempat di Taxy Way Lanud Abdulrahman Saleh.
Pangkoopsau II menjelaskan bahwa latihan Sikatan Daya yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini sangat penting artinya bagi TNI Angkatan Udara dalam upaya mencapai tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Selain itu, latihan ini juga dalam rangka pembinaan profesionalisme bagi para awak pesawat. Sebagai salah satu Kotama operasi TNI, Koopsau II senantiasa harus siap menghadapi tugas-tugas operasi, tingkat kemampuan dan kesiapan operasionalnya perlu terus dibina dan ditingkatkan. Demikian juga langkah-langkah evaluasi atas kemampuan dan kesiapan operasional satuan jajaran beserta unsur-unsurnya perlu terus dilakukan secara cermat.
Dalam latihan ini, setiap satuan dalam jajaran Koopsau II telah diuji tingkat kemampuan, ketrampilan, ketepatan dan kecepatan dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing satuan. Melalui latihan antar satuan semacam ini dapat diketahui secara nyata kemampuan dan kesiapan operasional tiap satuan jajaran.
Latihan melibatkan Pelaku, Komando Latihan dari Lanud jajaran Koopsau II, sebanyak 1500 personel dari Lanud Iswahyudi Madiun, Lanud Hasanuddin Makassar dan Lanud Abd Saleh ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.
Salah satu faktor keberhasilan dari latihan ini adalah disiplin yang tinggi serta terjalinnya koordinasi yang baik dari seluruh Pelaku dan Komando Latihan dalam melaksanakan tugasnya, tambahnya. Diharapkan kepada anggota yang terlibat agar sekembalinya ke satuan masing-masing agar lebih meningkatkan lagi kemampuannya sehingga kita selalu siap jika dibutuhkan sewaktu-waktu.
Sebelum Latihan Sikatan Daya ditutup, pagi pukul 06.30 Wib di ASR Pandanwangi Lumajang dilakukan manuver lapangan diawali pesawat Boing 737 sebagai unsure pengintai, kemudian dilakukan foto udara dan penerjunan Dalpur oleh pesawat Cassa 212, penembakan target oleh pesawat Sukhoi dan pesawat F-16, dilanjutkan penerjunan pasukan satuan tempur dari 3 pesawat C-130 Hercules, juga 1 pesawat Hercules untuk penerjunan Cargo Develery System (CDS) dan satu lagi pesawat Hercules Air Refueling yaitu pengisian bahan bakar di udara serta satu pesawat helikopter Puma untuk SAR.
Dalam Latihan tersebut semuanya dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan tepat sasaran. Pangkoopsau II yang didampingi Komandan Lanud Abdulrahman Saleh beserta pejabat Lanud lainnya merasa puas dengan latihan sikatan daya 2012 ini. Semoga latihan tahun berikutnya lebih dapat ditingkatkan lagi
Sumber: Lanud Abdulrachman Saleh
TNI dan PLA Selesai Gelar Latma Pasukan Khusus
15 Juli 2012, Jinan: Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dan Kasdam Jinan Letjen Zhao Zong Qi secara resmi menutup Latihan Bersama (Latma) antara Kopassus dengan People’s Liberation Army (PLA) China, Minggu (15/7).
Melalui siaran pers yang diterima InfoPublik, Minggu (15/7), Latma yang telah berlangsung selama 15 hari di Kawasan Pangkalan Latihan Terpadu (Lanlatdu) Jinan China, diikuti oleh 144 personel Kopassus Indonesia dan PLA serta pendukung lainnya.
Dalam amanatnya Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, yang dibacakan Asops Kasad mengatakan, semangat kebersamaan dan persahabatan serta profesionalisme yang telah ditunjukkan adalah modal bagi peningkatan kerja sama kemitraan antara Indonesia-China dan TNI-PLA di masa yang akan datang.
Di tengah berkembangnya hubungan dan saling percaya China-Indonesia, TNI-PLA telah mendukung terlaksananya peningkatan persahabatan dan mendorong hubungan kemitraan strategis dalam rangka membangun kapasitas, kapabilitas dan memelihara perdamaian serta keamanan regional.
Selain itu, Indonesia dan China adalah dua negara yang menjadi barometer stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, yang memiliki nilai dan posisi yang sangat strategis dalam menangani ancaman di dua kawasan tersebut.
"Latihan yang telah dilaksanakan merupakan jawaban keinginan Indonesia dan China dalam mewujudkan kemitraan strategis, guna memainkan peran Angkatan Bersenjata dalam melawan ancaman keamanan terorisme, serta hal-hal lain terkait kontra-terorisme, penanganan epidemi, pencegahan bencana dan memerangi kejahatan transnasional, yang telah diidentifikasi sebagai tindakan-tindakan dimana negara-negara perlu untuk mengatasi hal tersebut secara bersama-sama," kata Panglima TNI.
Menurut Panglima TNI, Latma Anti Teror TNI dan China’s People Liberation Army tahun 2012 telah memberikan motivasi, inspirasi, tips dan pencerahan mengenai aspek-aspek penanggulangan ancaman terorisme, termasuk perubahan yang terjadi di lingkungan kawasan, serta memberikan kata kunci bagi keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan.
"Selama pelaksanaan Latihan Bersama ini, terlihat masing-masing pihak telah menunjukkan kemampuan dan keterampilan dengan baik," katanya seraya menegaskan bahwa Latma ini cukup bermanfaat dalam pengenalan budaya serta saling belajar satu sama lain.
Pada kesempatan yang sama, Letjen Zhao Zong Qi juga menambahkan bahwa latihan bersama ini bukan hanya keputusan strategis yang dicapai pemimpin kedua negara dan kedua Angkatan Bersenjata, tetapi juga suatu tindakan kongkret untuk memperkokoh, memperdalam hubungan strategis antara kedua negara sehingga menjadi tonggak baru dalam pergaulan dan kerja sama antara kedua Angkatan Bersenjata.
"Kepada prajurit Kopassus disampaikan bahwa pelaksanaan Latma telah terlaksana dengan penuh semangat, motivasi tinggi, pantang menyerah dan berdasarkan keberanian, keuletan tanpa mempedulikan kondisi panas yang tinggi karena musim kemarau di China, sehingga dapat menyelesaikan latihan dengan kualitas terbaik,” kata Kasdam Jinan.
Kasdam Jinan juga menyampaikan selama dua minggu berlatih di Jinan, dengan perbedaan bahasa dan budaya namun dapat terjalin hubungan persaudaraan antara Kopassus dengan PLA.
Hadir pada acara tersebut, delegasi Indonesia yaitu Athase Darat RI di China Kolonel Arh Kuat Budiman, Asintel Danjen Kopassus Kolonel Inf Teguh Muji Angkasa, Kolonel Inf Irwansyah (Sopsad), Kolonel Sus Agus Munandar (Sops AU), Kolonel Psk Rolland DG Daha (Pakhas AU), Waasops Danjen Kopassus Letkol Inf Binsar, Dansatlat Intel Kopassus Letkol Inf Luki Triandono, Mayor Kav Fauzi Nurdin (Sops TNI), Mayor Inf Tagor R. Pasaribu, Mayor Mar Bambang Dilianto (Yonmar Surabaya), Mayor Cpl Oktavianus Oskar (Staf Kopassus), Mayor Inf Raden Nasrhul F. (Staf Kopassus) dan segenap pejabat tinggi Kodam Jinan lainnya.
Sumber: InfoPublik
Selamat Datang Tank Leopard
Leopard 2A6 (Foto: ©Bundeswehr/Langner)
16 Juli 2012, Jakarta: Armada tempur darat Indonesia sebentar lagi akan makin gagah. Pesanan 100 main battle tank tipe Leopard dari Jerman akan segera dikirim.
Kementerian Pertahanan memastikan pengadaan tank itu mulus tanpa kendala. "Walaupun tidak langsung semuanya, secara bertahap tahun ini sudah ada yang dikirim," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen Hartind Asrin di Jakarta kemarin (15/07).
Mantan atase pertahanan KBRI Malaysia itu menjelaskan, pesanan dari Jerman sudah final. "Tidak mungkin berganti negara,setelah Belanda batal maka digantikan Jerman," katanya.
Alumnus Akabri 1983 itu menambahkan, pada acara ulang tahun TNI 5 Oktober nanti rencananya akan ada defile tank dari Jerman itu. "Saya belum bisa pastikan jumlahnya, tapi untuk defile ya minimal tujuh sudah ada," kata Hartind.
Dia memastikan spesifikasi Leopard buatan Jerman itu cocok dengan kebutuhan TNI AD. Terutama untuk postur pertahanan perbatasan. "Meskipun jenisnya main battle tank, namun ini lincah dan cocok dengan medan geografis Indonesia,"kata jendral satu bintang ini.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputera, Msi menilai Leopard Jerman belum pernah diuji kelayakan. "Kita cukup terkejut karena ketika tank Belanda batal tiba tiba saja berganti ke Jerman," katanya.
Alumni IDSS Jenewa itu menyebut selama ini belum ada kajian transparan dari Kemhan tentang tank Leopard dari Jerman. "DPR harus mempertanyakan ini karena anggaran pembeliannya jutaan dollar," tegasnya.
Sumber: JPNN




