Pages

Tuesday, 30 October 2012

Helikopter Dirgantara Combat Helicopter “GANDIWA”



Atas kehormatan undangan dari Menejemen Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung kepada penulis untuk hadir dalam beberapa konferensi persnya beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah ada beberapa cuplikan yang  dapat penulis tuangkan disini.
Posting ini antara lain tentangDirgantara Combat Helicopter “Gandiwa”. Sebuah sarana alat pertahanan keamanan berupa karya dari anak bangsa yang tergolong canggih. Bagi penulis ini sangat menarik dan perlu memberikan apresiasi, dan semoga bermanfaat bagi inspirasi pemerhati. Memang, cinta kepada bangsa dan tanah air dapat dilakukan dengan berbagai cara, -karya teknologi umpamanya-. Atas dedikasi tsb, publik mempunyai kepentingan mengetahui bagaimana akuntabilitasnya. Sebagaimana implementasi Undang-undang Kebebasan Informasi Publik (KIP).
Dirgantara Combat Helicopter GANDIWA merupakan helikopter militer dengan peran utama sebagai pesawat/helikopter tempur, dengan kemampuan menyergap target di darat, seperti musuh infanteri dan kendaraan lapis baja. Dikarenakan helikopter ini dilengkapi dengan persenjataan berat, kadang disebut juga sebagai gunship helicopter. Karena helikopter ini juga dapat dipakai untuk melakukan penyerangan, maka biasa disebut juga sebagai helikopter serang(attackt helicopter).
Senjata yang digunakan pada helikopter tempur ini dapat mencakup autocannons, machine-guns, roket, dan peluru kendali seperti Hellfire. Selain itu helikopter ini juga mampu membawa rudal udara ke udara, meskipun sebagian besar untuk tujuan pertahanan diri.
Secara umum, Dirgantara Combat Helicopter memiliki dua tugas utama : Pertama, untuk memberikan dukungan udara secara langsung dan tepat bagi pasukan darat. Dan kedua, sebagai anti-tank, dimana tugasnya adalah menghancurkan kendaraan lapis baja miilik musuh.

Design Development

Helikopter tempur GANDIWA adalah helikopter dengan konfigurasi 2 orang crew (1 orang pilot dan 1 orang co-pilot/gunner) dengan posisi tandem. Helikopter ini memiliki dua buah engine dan satu buah dengan empat bilah composite bearingless rotor utama (main rotor) dan satu buah rotor ekor (tail rotor). Helikopter ini dilengkapi juga dengan wing pylon untuk mensupport persenjataan yang dibawanya.
Dirgantara Combat Helicopter GANDIWA dikembangkan dengan memakai base helicopter Bell412. Modifikasi utama dilakukan dengan merubah konfigurasi dari konfigurasi side-by-side, menjadi konfigurasi tandem. Selain itu dilakukan desain support untuk senjata-senjata yang akan dibawa.
Main rotor, tail rotor, engine dan juga gearbox diusahakan tidak dilakukan perubahan besar dari basis helikopter. Avionik dan sistem diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan utama dari helikopter ini. Glass cockpit avionic system akan dipakai untuk memudahkan pilot dalam menjalankan misinya. Penambahan sistem senjata dan firing control juga menjadi hal utama yang dilakukan di dalam pengembangan helikopter ini.
Berat dan distribusi berat diusahakan tidak berubah banyak dari basis helikopter. Penumpang dan payload yang biasa dibawa oleh basis helikopter, diganti menjadi senjata dan amunisi pada helikopter tempur GANDIWA.

Sekilas Tentang “Gandiwa”

Andi_Ali_Syahbana_presentasi_Gandiwa_to_Menhan_Panglima_Alpahan_MabesNama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna.
Senjata panah sakti ini dilengkapi dengan tabung yang berisi panah yang tak terhingga jumlahnya.
Ctr. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Dr. Andi Alisjahbana memberikan penjelasan ihwal “Gandiwa” ini kepada Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Para Kepala Staf Angkatan dan Petinggi TNI lainnya seusai Rapat Pimpinan TNI yang diikuti dengan Static Show Alat Pertahanan di Markas Besar TNI, Cilangkap .

Spesifikasi Teknis


Karakteristik umum
  • Crew: 2 (pilot, and co-pilot/gunner)
  • Length: 56 ft 1 in (17.1 m)
  • Rotor diameter: 46 ft 0 in (14.0 m)
  • Disc area: 1,662 ft² (154.4 m²)
  • Empty weight: 6,789 lb (3,079 kg)
  • Max takeoff weight: 11,900 lb (5,397 kg)
  • Powerplant: 2 × Pratt & Withney Canada. PT6T-3BE Twin Pac Turboshafts, 900 shp (671 kw) each
  • Fuselage length: 43 ft (13.1 m)
Performansi
  • Maximum speed: 140 knots (259 km/h)
  • Cruise speed: 122 knots (226 km/h)
  • Range: 402 nmi (745 km)
  • Service ceiling: 20,000 ft (6,096 m)
  • Rate of climb: 1,350 ft/min (6.86 m/s)
  • Power/mass: 0.2263 hp/lb (437 W/kg)
Persenjataan
  • Guns: 1× 30 × 113 mm (1.18 × 4.45 in) M230 Chain Gun with 1,200 rounds
  • Hardpoints: Four pylon stations on the stub wings.
  • Rockets: Hydra 70 70 mm, and CRV7 70 mm air-to-ground rockets
  • Missiles: Typically AGM-114 Hellfire variants; AIM-92 Stinger may also be carried.
Sumber : Militer Review

Anggaran Militer Juga Terkena Kutipan DPR


foto

TEMPO.CO, Jakarta--Permintaan upeti ternyata tak hanya terjadi di badan usaha milik negara. Anggaran militer pun tak luput dari kutipan anggota DPR. "Praktek ini lazim terjadi," ujar seorang pejabat militer kepada Tempo, Senin, 29 Oktober 2012.

Menurut pejabat itu, para asisten perencanaan dan anggaran (asrena) masing-masing matra TNI mengetahui modus pemerasan para politikus Senayan. "Karena mereka (asrena) yang langsung berhadapan dengan anggota Dewan.”

Namun dia menolak membeberkan modus yang dilakukan anggota Dewan meminta jatah dari institusi pertahanan.


Namun, juru bicara TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Azman Yunus, membantah soal pemberian "upeti" kepada Dewan. "Saya tidak pernah menemukan, dulu saya sempat juga menangani anggaran," ucapnya.

Anggaran untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, kata Azman, dibahas langsung oleh Kementerian Pertahanan. "Lagi pula anggaran kami tidak bisa dimainkan.” Sebab, anggaran yang dikucurkan digunakan untuk membeli alat utama sistem senjata dari luar negeri. "Mana berani memainkan anggaran," katanya.

Apalagi, setiap pembahasan anggaran, ketiga angkatan tak pernah ikut dalam rapat. "Kami biasanya hadir jika berkaitan dengan hal teknis, seperti alasan mengapa memilih pesawat tertentu," ujar Azman.

Anggaran militer setiap mengalami kenaikan. Untuk tahun depan dialokasikan anggaran sebesar Rp 77,7 triliun. Jumlah ini meningkat dari tahun ini sekitar Rp 64 triliun.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Marzuki Alie mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkap nama-nama anggota Dewan yang meminta dana kepada BUMN atau Kementerian dan Lembaga. "Kami dukung 1.000 persen," katanya.

Syaratnya, kata Marzuki, Dahlan harus memiliki bukti otentik bahwa anggota tersebut benar-benar melakukan "pemalakan". "Asalkan ada faktanya, dalam bentuk rekaman, SMS tentang pertemuan, apa saja," tuturnya.

Sumber : Tempo

Ketika Tentara Shopping


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHJFGRLQ4MPkPRRkfyAT1hJzghVCwZFqeCssd_uWeCwk6W3iy9P4udohTkKLWQt7fAE4AjKvVZwyMpySQ1GxbPtipA81J7XO_4VbFy4GiO9Zddk8xojteAB1ddtc2vZn9Ds-aQc8y5FR4/s1600/LEOPARD+2+AD+SING.jpg
 
ANGGARAN belanja alat utama sistem persenjataan (Alutsista) ini meningkat setiap tahun. Dari sekitar Rp 28 triliun tahun ini, dua tahun mendatang anggaran itu sudah Rp 43,8 triliun. Pada 2030, alokasi dana untuk belanja alat utama sistem persenjataan akan menembus Rp 100 triliun.

Berikut adalah prakiraan belanja tentara Indonesia yang dilansir majalah Tempo edisi 29 Oktober 2012 dan layak disimak.

Angkatan Laut akan belanja kapal selam dari Korea Selatan, Angkatan Darat sedang menunggu kedatangan Tank leopard Revolution dari Jerman dan Angkatan Udara telah mendatangkan sebagian pesawat Super Tucano dari Brasil maupun Pesawat Angkut C295 dari Spanyol.

Anggaran Belanja Pembelian Alutsista TNI 2010-2014 mencapai total Rp 48,15 Triliun. Angka tersebut didapat dari uraian dibawah sebagai berikut:

- Mabes TNI Rp 1,10 triliun
- Angkatan Darat Rp 13,60 triliun
- Angkatan Laut Rp 17,45 triliun (prioritas 1 Rp 6,65 triliun, prioritas 2 Rp 1,1 triliun)
- Angkatan Udara Rp 16 triliun (prioritas 1 Rp 13 triliun, prioritas 2 Rp 3 triliun)

 Target modernisasi sampai 2014:
TNI Angkatan Darat:
- 2 Batalion Artileri Medan
- 2 Batalion Artileri Pertahanan Udara
- 3 Skuadron Helikopter
- 4 Batalion Mekanis (Panser)
- 2 Batalion Tank
- Mobilitas Satuan Tempur Kendaraan Perintis

TNI Angkatan Laut:
- Satuan Kapal Perang dan 2 Kapal Selam
- Skuadron pesawat Udara dan Helikopter
- Batalion Amfibi
- Pasukan Khusus Laut

TNI Angkatan Udara:
- 1 Skuadron Sukhoi
- 2 Skuadron F-16
- 1 Skuadron F-5
- 2 Skuadron C-130
- 1 Skuadron CN-295
- 1 Skuadron CN-235
- 1 Skuadron T-50
- 1 Skuadron T-50
- 1 Skuadron Super Tucano
- 1 Unit B-737-200 MPA
-  Wing Helikopter
- 1 Satuan Peluru Kendali

Kekuatan Sekarang
Penduduk : 245.613.043
Pebdapatan kotor bruto : Rp 7.223 triliun
Belanja Pertahanan : Rp 65,5 triliun
Anggaran Pertahanan : Rp 42,9 triliun
Jumlah Tentara : 302.000 personel

Angkatan Darat : 233.000 personel
- 150 ribu satuan Kodam
- 5000 Kopassus
- 40 ribu Kostrad

Angkatan Laut : 45.000 personel

Angkatan Udara : 24.000 personel

10 Besar Dunia Belanja Pertahanan (2011)
- Amerika Serikat US$ 739,3 milliar
- China US$ 89,8 milliar
- Inggris US$ 62,7 milliar
- Prancis US$ 58,8 milliar
- Jepang US$ 58,4 milliar
- Rusia US$ 52,7 milliar
- Arab Saudi US$ 46,2 milliar
- Jerman US$ 44,2 milliar
- India US$ 37,3 milliar
- Brasil US$ 36,6 milliar

Asia (2010)
- Korea Selatan US$ 28,48 milliar
- Australia US$ 27,68 milliar
- Taiwan US$ 9,90 milliar
- Singapura US$ 9,66 milliar
- Thailand US$ 5,52 milliar
- Indonesia US$ 5,42 milliar
- Pakistan US$ 5,16 milliar