Pages

Tuesday, 12 March 2013

Amankan Hari Nyepi, TNI AL Kerahkan Lima Kapal Patroli



Untuk mengamankan pelaksanaan Hari Nyepi di Bali, pihak pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) di Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan empat kapal patroli laut (Kamia) dan satu kapal AL Tabuan. Kapal-kapal ini akan berpatroli di Selat Bali.

Patroli ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Hindu dan antisipasi adanya tindakan terorisme. Patroli ini mulai dilakukan sejak Minggu (10/3) kemarin hingga selesai pelaksanaan Hari Nyepi di Bali.
Perwira Pelaksana Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Mayor Agus Sariyanto, mengatakan dalam pengamanan Selat Bali pihaknya telah berkoodinasi dengan Airud dan KP3 Tanjung Wangi.
 
Sumber : MetroTV

Menhan Sambut Baik Tawaran Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Wallenberg Family

menhan_terima_investor_swedia_11_maret_2013Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (11/3), menerima kunjungan kehormatan Delegasi Investor Swedia yang dipimpin oleh Group Wallenberg Family didampingi Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Ewa Ulrika Polano di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya menemui Menhan kali ini adalah bagian dari rangkaian Delegasi bertemu dengan pejabat-pejabat negara untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Indonesia dan khusus menemui Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mengetahui lebih lanjut rencana pengembangan industri Alutsista dalam negeri dan rencana pengadaan Alutsista.
Menhan menyambut baik tawaran kerjasama dari Wallenberg Family dan akan mengusahakan pertemuan dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan sebagai pengguna Alutsista, kemungkinan-kemungkinan pengadaan Alutsista dan kerjasama industri pertahanan yang diharapkan oleh pengguna. Namun Menhan juga akan mengupayakan pertemuan dengan Dirjen Strahan mengenai kemungkinan pengembangan kebutuhan Alutsista jangka panjang yang dapat bekerjasama dengan industri pertahanan yang dimiliki oleh Wallenberg Family.
Wallenberg Family berharap dapat menjalin kerjasama industri pertahanan serta alih teknologi beberapa peralatan militer baik secara G to G maupun langsung dengan Industri Pertahanan Indonesia atau Kementerian Pertahanan. Wallenberg Family yang memiliki industri alutsista di antaranya; pesawat tempur, kapal selam, radar, misil dan lain-lainnya berharap dapat membangun kerjasama industri pertahanan untuk jangka panjang.
Saat menerima Delegasi Wallenberg Family, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Laksda TNI Ir Rachmad Lubis, Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi Dr Ir Eddy Herjanto SE, MSc, Direktur Teknik dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Marsma TNI Darlis Pangaribuan MSc dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi.

Sumber : DMC

Monday, 11 March 2013

CN-235 TNI Versi winglet

Di hari minggu,sambil mengisi waktu liburan dengan browsing sana-sini, akhirnya ketemu dengan berita yang menggembirakan,berita tersebut datangnya dari PT DI.yaitu dengan sudah beredarnya  foto-foto CN-235 versi Winglet di beberapa Forum besar di indonesia.

Ada beberapa foto yang sudah dirilis oleh beberapa pihak,yang menjelaskan bahwa pesawat ini adalah CN-235 NG atau next Generation.yang pernah akan dikembangkan oleh PT.DI pada tahun 2008 lalu.
yang dimana dana investasi, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkirakan investasi di tahun 2010 sebesar Rp 248 miliar. Ini terbagi menjadi dua, existing business sebesar Rp 87 miliar dan New Product Development, Rp 161 miliar.dana sebesar ini juga diperuntukan sebagai biaya pengembangan pesawat CN 235 NG (Next Generation) dan N219 dan Amphibi Sea Star.  
CN-235 NG defense-studies.blogspot.com
CN-235 NG memang memiliki winglet,ini dibuktikan dengan sudah beredar mockup dari CN-235 NG itu sendiri.tapi sejalan dengan waktu proyek ini belum ada kejelasan pasti apakah dihentikan atau diteruskan.
setelah beredar beberapa foto di forum-forum indonesia,dengan menampilkan pesawat CN-235 versi winglet,menandakan PT.DI mulai melakukan terobosan baru.
Credir Foto : emyrr3096
Pada akhir tahun 2012 lalu Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua High Level Committee (HLC) didampingi Tim HLC mengadakan kunjungan kerja ke PT. DI Dalam melakukan kunjungan ke PT DI, Wamenhan beserta rombongan mengamati sejumlah pesawat di hanggar CN 235 dan hanggar helikopter serta meninjau sejumlah pesawat yang dipesan Kemhan.  
Pada kesempatan tersebut Wamenhan juga melihat tiga pesawat CN 235 tipe MPA atau Maritime Patrol untuk kebutuhan TNI Angkatan Laut yang memasuki proses finishing atau sudah selesai 85 persen.
Kemhan di PT.DI
Foto ini memperlihatkan bahwa pesawat tersebut sudah hampir rampung,dan sekarang foto tersebut sudah beredar di beberapa forum,berarti menandakan bahwa CN-235 MPA TNI AL sudah selesai di buat,TAPI DENGAN VERSI WINGLET.
Credit Foto : noviarli
Credit Foto : noviarli


Menurut dari keterangan pemilik foto: Itu adalah salah satu dari 3 CN-235 untuk Patroli maritim TNI AL dengan blended winglet yang sedang ground run engine,Rencanya ini juga sekaligus sebagai ekperimen untuk blended winglet yang akan digunakan pada CN-245 / N-245 (Versi sipil dari CN-235, dg penambahan winglet ,(perubahan penampang rear fuselage tanpa ada ramp door).
Wah...PT.DI mulai berexperimen dengan terobosan baru.ini bukan hal baru tapi ini patut didukung oleh pemerintah.penggunaan winglet juga diuji cobakan Lockheed Martin pada  P-3
http://p3iosc.blogspot.fr/2010/10/p-3-winglet-research-and-development.html
Airbus Military juga melakukan pengujian dan modifikasi pada pesawat pengintai C-295nya,Penerbangan pertama dari pesawat C-295 wingletted ini berlangsung dengan sukses di fasilitas Airbus Military Seville di Spanyol pada tanggal 21 Desember 2012. 

http://www.asian-defence.com/2013/01/airbus-military-begins-flight-test-of.html
Winglet memiliki keunggulan dan potensi seperti untuk meningkatkan kinerja dalam fase lepas landas, climb and cruise phases of flight  pada penerbangan dengan meningkatkan rasio angkat-tarik pesawat dan mengatasi wingtip vortices,meredam putaran udara (vortex), mengatasi sayap pesawat yang kepanjangan, menghemat bahan bakar pesawat bisa diirit hingga 7%, dan meningkatkan jarak jelajah.
Ini sangat Cocok untuk Pesawat Militer CN-235 MPA TNI AL dan Sipil CN-235 NG,yang dimana pengoperasian sangat membutuhkan jenis pesawat yang hemat bahan bakar yang bisa diirit hingga 5% - 7%, jumlah yang cukup besar untuk pesawat yang melakukan perjalanan long distance.
Apapun itu terobosan yang dilakukan oleh PT.DI pada setiap produknya,harus didukung oleh oleh pemerintah,karena tanpa dukungan pihak pemerintah,inovasi dan riset tidak akan terealisasi dengan baik,dan akhirnya performance SDM indonesia hanya akan dipakai oleh pihak Luar.Maju terus PT.DI lakukan yang terbaik buat Negeri ini.
Sumber : PertahananBangsa.