Pages

Wednesday, 27 March 2013

Penawaran Kapal Bersayap dari Korea Selatan

Jakarta : Sosok menyerupai pesawat itu dipajang di dekat pintu masuk ajang JIDD/APSDEX 2013 beberapa waktu lalu. Tak pelak lagi, keberadaannya mengundang perhatian pengunjung. Namun demikian, itu bukanlah pesawat. Melainkan sebuah wahana terbang yang dikenal dengan Wing in Ground Effect. Namun untuk mudahnya, kita sebut saja mahluk yang satu ini dengan Kapal Terbang.

Boleh dibilang, wahana WiG ini merupakan perpaduan antara kapal dan pesawat. Tubuhnya terbangun antara hull kapal dan sayap yang tidak biasa. Tidak biasa lantaran sayap ini berbeda dengan sayap pesawat pada umumnya. Ketika meluncur,sayap pada WiG akan menghasilkan efek daya angkat, namun tidak terbang tinggi seperti pesawat pada umumnya. Sementara body alias hull WiG memang terbentuk seperti kapal pada umumnya, sehingga bisa mendarat, melaju dan take off dari air. Sehingga, kapal terbang ini mampu meluncur jauh lebih cepat dibanding kapal biasa. Alhasil, wahana WiG pun tetap diklasifikasikan sebagai kapal bukan pesawat.

Pada ajang JIDD/APSDEX 2013, Kapal terbang yang dipamerkan ini merupakan produksi ARON Korea Selatan. Berbeda dengan wahana WiG produksi Rusia seperti ekranoplane misalnya, WiG Korea selatan ini mampu terbang hingga ketinggian 150 meter. Fitur ini tentu dibutuhkan untuk bermanuver menghindari ombak besar misalnya.
Sejatinya, wahana produksi ARON ini memiliki beberapa varian. Namun yang dibawa pada ajang APSDEX/JIDD 2013 adalah dari tipe M-50. Tipe ARON M-50 ini memiliki kapasitas 5 penumpang untuk versi transportnya. Sementara untuk versi militernya, wahana ini mampu menggotong Pod senapan mesin, Pengindera malam, atau bahkan kalau diminta tanki bbm tahan peluru.
Namun demikian untuk pengguna aparat keamanan dan militer, sesungguhnya lebih cocok memilih tipe ARON Mk80. Versi ini mampu mengangkut penumpang lebih banyak yaitu 8 orang. Dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam, versi ini bahkan juga mampu dipersenjatai dengan Pod senapan mesin berat maupun roket. Cocok untuk misi-misi anti perompak atau menghalau nelayan asing.
Representatif ARON di Indonesia juga menyebutkan beberapa negara selain Korea Selatan sudah menggunakan produk ini, diantaranya adalah Amerika Serikat dan Filipina. Dan di Indonesia, ARC mendapat info, Basarnas dan Polri berminat terhadap produk ARON ini. Dalam waktu dekat, di awal april, ARON akan memamerkan kemampuannya di perairan Indonesia. Bahkan sebagai pemanis, ARON juga berencana membangun pabrik di Indonesia.
 
Sumber ARC

Ledakan Mirip Bom ‘Guncang’ Wonogiri


Wonigiri : Selasa (26/3) sekitar pukul 15.10 WIB, publik di wilayah Wonogiri tenggara digegerkan dengan suara ledakan besar mirip bom. Sempat terjadi isu adanya pesawat jatuh. Namun, setelah dikonfirmasi, tak ada indikasi ke arah itu.

Sutrisno (50), warga kecamatan Baturetno mengatakan, ledakan terdengar dari arah selatan. Sesaat setelah itu, terdengar pula bunyi pesawat terbang.

“Tadi infonya ada pesawat jatuh, Mas. Tapi setelah saya cek, ternyata tidak ada,” ujar dirinya.

Senada, Ikhsan (38), penduduk Giriwoyo berkata, ledakan terdengar hingga ke daerah Batuwarno dan Giritontro. Tapi, begitu dirinya menghubungi beberapa rekan, tak ada yang menemukan indikasi pesawat jatuh seperti diisukan.

Sementara, Camat Baturetno, Teguh Setiyono menambahkan tidak ada laporan terkait peristiwa pesawat jatuh di wilayahnya. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan update pengumpulan informasi dari berbagai wilayah.

“Tidak ada itu pesawat jatuh, memang tadi ada pesawat terbang. Dan kemungkinan besar, suaranya berasal dari semacam knalpot pesawat. Jadi gambarannya seperti bunyi knalpot motor yang mengeluarkan ledakan karena busi kotor itu,” jelas Teguh.

Ledakan misterius terdengar di 14 Kecamatan


Suara ledakan dahsyat di wilayah Wonogiri pada Selasa (26/3) sekitar pukul 15.10 WIB, terdengar hingga jarak puluhan kilometer. Tercatat sebanyak 14 kecamatan, warganya mendengar bunyi ledakan yang diisukan sebagai peristiwa pesawat jatuh itu.

Ledakan terdengar oleh warga di kecamatan Tirtomoyo, Nguntoronadi, Ngadirojo, Wonogiri Kota, Batuwarno, Baturetno, Karangtengah, Giriwoyo, Giritontro, Paranggupito, Pracimantoro, Eromoko, Wuryantoro, dan Manyaran.

Sumber Timlo.net di ke empat belas kecamatan tadi menyebutkan, mendengar suara ledakan mirip bom. Dan sejurus kemudian diikuti berhembusnya isu pesawat jatuh.

”Saya kebetulan sedang di jalan. Tapi saya tadi mendapat informasi dari staf di kecamatan, kalau ada suara ledakan sangat kencang,” jelas Camat Giritontro, Joko Waluyatno melalui sambungan telepon.

Disinggung soal laporan kejadian terkait bunyi ledakan, Joko mengatakan, belum ada laporan masuk. Terlebih soal pesawat. Hal itu, lanjut dia, tidak ada laporannya.

Sedang, Heri tokoh pemuda asal Eromoko mengakui, mendengar bunyi ledakan juga dari rumahnya. Asalnya dari arah timur. Atau sekitar Baturetno dan Giriwoyo.

”Sudah saya cek ke rekan-rekan saya. Ternyata tidak ada temuan pesawat jatuh. Memang tadi sempat ada rencana mengecek langsung ke daerah Baturetno dan Giriwoyo, tapi saya urungkan,” aku Heri.

Ledakan mirip bom berasal dari pesawat militer

Teka-teki ledakan dahsyat mirip bom yang menghebohkan publik Wonogiri, terjawab sudah. Ternyata suara itu berasal dari pesawat militer yang tengah berlatih.

Informasi yang didapat dari Kodim 0728 Wonogiri, memang ada latihan oleh TNI AU. Dan salah satunya menggunakan pesawat yang dirancang khusus.

Pesawat tersebut mampu mengeluarkan bunyi mirip ledakan. Tidak itu saja, dari bagian ekor pesawat juga bisa mengeluarkan asap berwarna-warni.

”Memang ada latihan dari TNI AU. Dari Lanud Iswahyudi Madiun. Menggunakan pesawat latih khusus. Dirancang bisa mengeluarkan suara speedsonic seperti ledakan. Tapi jenis pesawatnya apa, saya kurang hapal. Besok saja silahkan ke Makodim,” ujar Dandim 0728 Wonogiri, Letkol (Inf) Mirza Eka Junaedi, melalui sambungan telepon, Selasa (26/3).

Lantaran berupa latihan, dirinya menghimbau masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Tidak ada bom atau dinamit yang dijatuhkan. Hanya simulasi perang oleh pihak militer.

Sumber temlo

Sebanyak 20 KRI Ikuti Latihan Perang Di Laut Jawa


Surabaya, 26 Maret 2013

Sebanyak 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari jajaran Koarmatim, Koarmabar dan Kolinlamil mengikuti latihan perang di sekitar Laut Jawa, dengan sandi “Latihan Parsial III Operasi Amfibi 2013”. Unsur – unsur kapal perang berbagai jenis  mulai dari kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR), Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Amfibi dan Landing Platform Dock (LPD), kapal patroli dan kapal bantu, bertolak dari Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (26/03) menuju daerah latihan di sekitar perairan Laut Jawa.

Keberangkatan unsur kapal perang tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, yang berada di kapal markas KRI Makassar-590. Bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) adalah Komandan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Timur (Danguskamlatim) Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E.

Selain melibatkan puluhan kapal perang, dalam Latihan Parsial III Operasi Amfibi juga mengerahkan sekitar 2.000 pasukan Marinir TNI AL dan peralatan tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit Tank Amfibi (Boyevaya Mashina Pyekhota) BMP-3F, 25 unit Tank Amfibi (Browne Transporter) BTR-50, 4 unit Tank LVT-7, 2 unit Tank (Bojové Vozidlo Pěchoty) BVP-2, 6 unit Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA), 4 unit Meriam Howitzer 105 mm, 2 unit peluncur roket multi laras RM 70 Grad,16 perahu karet serta didukung 3 helikopter Bell dan 1 helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Semua peralatan tempur tersebut diangkut oleh KRI Makassar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Sedangkan untuk kegiatan air surveillance dalam latihan ini didukung 3 helikopter Bell dan 1 helikopter Bolcow.

Selama perjalanan Lintas Laut (Linla), unsur–unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) tersebut,  melakukan manuver dengan berbagai macam formasi tempur laut untuk menghadapi serangan bahaya kapal perang atas air maupun bawah air serta latihan anti serangan pesawat udara. Gerakan manuver dengan membentuk formasi-formasi tempur itu, bertujuan untuk melindungi dan menyerang lawan hingga berhasil mendaratkan pasukan pendarat dan menguasai tumpuan pantai. (Dispenarmatim).

Sumber kormartim