Pages

Tuesday, 2 April 2013

RI Bangun Jaringan Cyber Defence

Puskom Publik Kemhan / Kemhan-Keminfo
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Selasa (2/4) melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan jaringan cyber defence yang merupakan bagian dari national cyber security, di kantor Kominfo Jakarta.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Selasa (2/4) melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan jaringan cyber defence yang merupakan bagian dari national cyber security, di kantor Kominfo Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan menjelaskan bahwa cyber defence terkait dengan keutuhan wilayah, menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa yang memerlukan koordinasi.

“Diharapkan pembangunan cyber defence dapat berjalan seiring dengan pembangunan national cyber security yang merupakan lingkup Kemenkominfo,” kata Menhan Purnomo Yusgiantoro.

Lebih lanjut, Menhan menyatakan bahwa cyber defence merupakan bagian dari Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohanneg) yang terdiri pejabat eselon I di lingkungan Kemhan.

Sedangkan Menkominfo menjelaskan pembangunan national cyber security dilatarbelakangi kecenderungan serangan terhadap dunia maya dan fasilitas dunia maya yang semakin meningkat.

Dalam tiga tahun terakhir, kata Tifatul, terdapat 36,3 juta kali serangan terhadap kementerian dan lembaga. Untuk itu kerjasama antar kementerian dan stake holders perlu ditingkatkan dalam mengantisipasi serangan terhadap dunia maya tersebut.

“Ancaman serangan dapat merambah bidang ekonomi, bisnis, instansi-instansi vital seperti PLN, bandar udara, penerbangan dan bursa efek, e-ktp dan hasil-hasil pilkada,” kata Tifatul.

Dia juga mengatakan Kominfo berupaya untuk memberikan alert kepada seluruh stake holders terhadap serangan-serangan yang datang. “Diharapkan seluruh bidang untuk meningkatkan awareness akan datangnya bahaya berupa ancaman cyber,” katanya.

Sumber Jurnas


Pangkalan Udara Pontianak Akan Dipimpin Marsekal Pertama


Apakah terkait memanasnya Laut China Selatan yang berdekatan?
 
 
 Pesawat tempur Super Tucano milik TNI AU 
VIVAnews - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menyatakan status Pangkalan Udara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, ditingkatkan menjadi pangkalan tipe A sehingga komandannya nanti seorang perwira tinggi TNI AU berpangkat Marsekal Pertama.

"Maka prosesnya pun kami berupaya juga meningkatkan alat utama sistem persenjataan di samping pesawat Hawk ada juga nantinya pesawat tanpa awak," ujar dia di sela-sela kunjungan kerja di Bandara Supadio Pontianak, Selasa 2 April 2013.

Putu Dunia mengatakan penambahan pesawat tanpa awak memasuki 2014 nanti masih masuk dalam tahap pertama. Saat ini pesawat tanpa awak yang ada pun baru empat unit.

Pemerintah sendiri sudah mengalokasikan penambahan pesawat tempur untuk TNI AU. Untuk tahun 2014 nanti saja TNI AU akan kedatangan pesawat tempur F 16, pesawat T 50, pesawat Hercules, helikopter dan lainnya. "Penambahan ini akan terus dilakukan sampai tahun 2024 karena ini juga merupakan komitmen dari Menteri Pertahanan untuk memajukan pencapaian programnya," katanya.

Putu Dunia menegaskan, untuk penerbangan udara dari TNI AU sejauh ini tidak ada yang menyalahi aturan karena pihaknya beroperasi sesuai aturan yang ada. "Soalnya dalam memonitoring penerbangan, kami sudah 90 persen mampu mengcovernya melalui titik-titik radar yang kami pasang," ucapnya.

Putu Dunia menyampaikan bahwa penambahan kekuatan yang ada saat ini bukanlah terkait dengan masalah perbatasan antar negara, melainkan ini merupakan kewajiban suatu negara dalam mengamankan wilayah. "Tentulah semua negara harus siaga mengamankan wilayahnya, bukan terpaku dengan masalah perbatasan," katanya. (kd)

Sumber VIVA.co.id

Pangkostrad: Jabatan Hanya Titipan Tuhan

Pangkostrad: Jabatan Hanya Titipan Tuhan
Pangkostrad Letjen TNI M. Munir memberikan ucapan selamat kepada para perwira

DALAM kehidupan militer, kenaikan pangkat bukan sebagai hak, akan tetapi sebagai salah satu bentuk kehormatan dan kepercayaan yang diberikan negara kepada prajurit yang mampu menunjukkan prestasi, dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang tinggi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
Hal ini dikatakan Pangkostrad Letjen TNI M. Munir saat memimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Makostrad periode 1 April 2013 di Ruang Mandala Makostrad, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013).
Pangkostrad berpesan agar para perwira senantiasa memelihara dan mengembangkan terus motivasi untuk berprestasi dan selalu ingin mempersembahkan karya-karya terbaik bagi kemajuan satuan, TNI Angkatan Darat, bangsa dan negara.
"Pangkat dan jabatan hanya titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan bersifat sementara yang setiap saat akan dimintai pertanggungjawabannya," ujar Pangkostrad.
Pada periode ini, prajurit jajaran Kostrad yang mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi sebanyak 57 Perwira Menengah, 186 Perwira Pertama, 824 Bintara dan 1871 Tamtama.
Turut hadir dalam acara ini, Kaskostrad Mayjen TNI Harry Purdianto, Ir dan Asren Kostrad, Para Asisten Kaskostrad, Kabalak Kostrad dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad.

Sumber Pelita