Pages

Monday, 22 July 2013

3 isu sentral untuk jaga stabilitas negara

3 isu sentral untuk jaga stabilitas negara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, (Ist).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan tiga isu sentral pasca reformasi, di acara buka puasa bersama dengan keluarga Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2013).

Menurut SBY, negara akan kuat dan stabil apabila demokrasi, stabilitas dan pembangunan berjalan baik.

Tiga isu sentral itu, diantaranya, yakni di awal reformasi perlu memastikan sistem ketatanegaraan dan distribusi kenegaraan apakah sudah tepat.

"Check and balances. Lalu distribusi kekuasaan, apakah juga sudah tepat eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Juga Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bagian NKRI. Apakah kita presidensil atau tidak sadar ke semi presidensil bahkan parlementer," ujar SBY di acara buka puasa bersama dengan keluarga Polri di Mabes Polri.

Kedua, kata SBY, ketika demokrasi, stabilitas dan pembangunan berjalan baik maka negara akan kuat, tumbuh dan stabil. "Saat terjadi disharmoni maka akan timbul persoalan. Saat stabilitas terganggu, cost (biaya) pada pembangunan. Ada perbincangan di ruang publik, apakah kita kembali ke otoritarian? Jawaban saya, kita tidak ingin mundur ke zaman sebelum reformasi," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa demokrasi harus dijalankan, bangun, dan tingkatkan ekonomi dan sejahterakan masyarakat. Sedangkan isu sentral yang ketiga, kata dia, hubungan negara, pemerintah, dan masyarakat.

Kata dia, apabila menginginkan negara yang kuat itu merupakan tanggung jawab bersama masyarakat. "Kita ingin negara kuat seperti dulu, adalah tanggung jawab masyarakat. Rule of the law," katanya.

Hal itu jika negara turun, polisi turun menertibkan dan jaga keamanan publik. Dalam kesempatan yang sama, SBY pun menjelaskan bahwa tugas Polri saat ini jauh lebih berat ketimbang dulu.

"Karena Polri oleh konstitusi harus mengayomi, melindungi masyarakat. Masyarakat ingin lebih baik. Sekarang Polri dituntut emban tugas siang dan malam. Lima sampai 10 tahun Polri punya kapasitas emban tugas di era reformasi. Security offensive special message act," pungkasnya.

sindonews

Pembuatan KRI Klewang Kedua Belum Jelas


Pembuatan KRI Klewang Kedua Belum Jelas
KRI Klewang terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (28/9).

Banyuwangi - Pembuatan Kapal Republik Indonesia Klewang kedua oleh PT Lundin Industry Invest hingga kini belum jelas kapan akan dimulai. Kapal pertama yang dibuat perusahaan itu terbakar habis tahun lalu.


"Saya belum tahu kapan mulai dan selesainya," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel (P) Edi Eka Susanto, Jumat, 19 Juli 2013.

Menurut Edi, PT Lundin baru saja menyerahkan perencanaan desain dan bahan baku KRI Klewang kedua kepada Kementerian Pertahanan. Klewang kedua, kata dia, akan dibuat dengan bahan berbeda yang lebih tahan api. "Kabarnya sudah disetujui," kata dia.

Pembuatan Klewang kedua ini, kata Edi, akan mendapatkan pengawasan langsung dari TNI AL. "Kita akan dampingi."

Saat dikonfirmasi, Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, enggan menjawab pertanyaan Tempo. "Nanti kita bicarakan, Mbak," kata Lizza dalam pesan pendek.

Sebelumnya, PT Lundin Industry Invest, perusahaan pembuat kapal perang asal Banyuwangi, Jawa Timur, optimistis akan memulai pembuatan KRI Klewang kedua pada Januari 2013. "Semoga awal 2013 bisa dimulai," kata Direktur PT Lundin, Lizza, dalam pesan 20 Desember 2012 lalu.

KRI Klewang pertama terbakar pada Jumat sore, 28 September 2012 lalu. Hasil penyelidikan PT Lundin menyebutkan terbakarnya kapal tersebut disebabkan korsleting listrik saat pemasangan mesin dan instalasi listrik dari galangan ke kapal.

KRI Klewang 625 sebelumnya didesain sebagai kapal cepat rudal berlambung tiga (trimaran). Kapal yang dibangun dengan biaya Rp 114 miliar ini menggunakan teknologi mutakhir berbahan komposit karbon.

PT Lundin mengklaim teknologi komposit karbon merupakan yang pertama di Asia. Kelebihannya, kapal lebih ringan dan irit bahan bakar sehingga bisa melesat dengan kecepatan hingga 30 knot.

Perusahaan itu memulai pembuatan Klewang pada 2007 dengan melakukan riset ke sejumlah negara. Pembuatannya baru dilakukan pada 2009. Proyek ini didanai APBN 2009 hingga APBN 2011 senilai total Rp 114 miliar.

Namun, sebelum Klewang dioperasikan oleh TNI AL, kapal sepanjang 63 meter itu terbakar hebat hingga ludes. TNI AL menilai insiden itu menjadi tanggung jawab PT Lundin karena belum diserahterimakan kepada TNI AL.

tempo

Tingkatkan kemampuan, tim Ajungan latihan navigasi dasar

Tingkatkan kemampuan, tim Ajungan latihan navigasi dasar - Unsur-unsur Satkor Koarmatim - Latihan praktek tim anjunganLatihan praktek tim anjungan 


Untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para prajurit Satkor Koarmatim serta kerja sama tim anjungan yang mampu bekerja sama dalam pengawakan kapal, mulai 18 s/d 25 Juli 2013 Satkor Koarmatim melaksanakan kegiatan latihan praktek tim anjungan.
Latihan praktek tim anjungan yang digelar di Dynamic Positioning and Manuvering System (DPMS) Puslatlekdalsen, Kobangdikal itu merupakan kelanjutan dari rangkaian latihan navigasi tingkat dasar tim anjungan yang sedang dilaksanakan oleh Satkor Koarmatim.
Baca juga: Tingkatkan kinerja, TNI mutasi jabatan 21 Perwira Tinggi dan Panglima TNI lantik 126 Praspa PK TNI di Akmil Magelang
Dansatkor Koarmatim Kolonel Laut (P) Syufenri, M.Si memimpin latihan, dengan peserta latihan diikuti oleh tim anjungan KRI AHP – 355, KRI KST – 356, KRI FTH – 361, KRI NAL – 363, KRI USP – 372, KRI LAM – 374, personel pendukung sebanyak 10 orang dari Puslatlekdalsen serta 1 tim penilai dari Kolatarmatim.
Kegiatan latihan praktek tim anjungan ini bertujuan menjaga naluri dan profesionalisme dalam bernavigasi serta menerapkan prosedur komando anjungan agar KRI aman melaksanakan tugas operasi di laut.

lensa indonesia