Pages

Friday, 1 November 2013

Sejumlah Gedung di Jakarta akan Dipasangi Senjata Penangkis Serangan Udara



Sejumlah Gedung di Jakarta akan Dipasangi Senjata Penangkis Serangan Udara
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan pihaknya akan memasang sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) atau Senjata Penangkis Serangan Udara di atas sejumlah gedung tinggi di Jakarta.

"Pada gedung tinggi bisa digunakan.gedung yang ditentukan tempatnya bisa buat rata, sehingga bisa ditempatkan senjata penangkis udara," ujar Budiman dalam acara operasi katarak dan bibir sumbing gratis memperingati hari Juang Kartika di Silang Monas, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Tidak hanya Senjata Penangkis Serangan Udara, diharapkan di gedung-gedung tertentu dapat juga digunakan sebagai zona pendaratan helikopter logistik yang membawa alat berat seperti radar dan sebagainya.

"Sehingga gedung tinggi ini harus dibuat kokoh, bisa dilandasi helikopter radar dan penembakan penangkis serangan udara," tutur Budiman.

Rencana membangun sistem pertahanan di tempat-tempat strategis di Ibukota lantaran DKI Jakarta sebagai pusat dari perekonomian, pemerintahan, perindustrian dan keuangan.

"Jadi perang masa depan tidak seperti dulu, di hutan atau ditentukan di suatu daerah. Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan perlu dijaga," ucap Budiman.

Dalam rangka mewujudkannya, Budiman mengaku telah melakukan kerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait tata ruang wilayah pertahanan di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, Budiman menjelaskan penempatan alat pertahanan juga dilakukan di beberapa daerah lain dengan menyesuaikan kontur wilayah.

tribun

Thursday, 31 October 2013

Selain Tank, Indonesia Juga Produksi 3 Kendaraan Tempur Ini

http://images.detik.com/content/2013/10/31/1036/tankpindads.jpg
Jakarta: PT Pindad (Persero) siap meluncurkan tank asli buatan Indonesia yang pertama ke publik. Tank ini sekarang masuk ke fase pematangan model prototype atau purwarupa tank tipe medium di pusat pengembangan.

Tank ini merupakan loncatan dari pengembangan panser Anoa dan kendaraan taktis Komodo. Ketika prototype tank bernama SBS ini tuntas, produsen senjata dan kendaraan tempur pelat merah ini siap melanjutkan ke proses sertifikasi di Kementerian Pertahanan.

Tak hanya tank, perusahaan yang bermarkas di Bandung ini juga sudah memproduksi tiga kendaraan tempur lainnya. Apa saja? Simak hasil penelusuran detikFinance di sini, Kamis (31/10/2013).

Komodo

http://images.detik.com/content/2013/10/31/1036/072900_cam00330.jpg Sejak tahun 2010 Pindan telah mengembangkan mobil tempur versi ringan yang bernama Komodo. Desain dan konsep Komodo, mengacu pada mobil perang ringan jenis Humvee buatan Amerika Serikat dan Sherpa buatan Prancis.

Pada 2012, mobil tempur versi ringan ini, mulai diperkenalkan kepada publik. Dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar, mobil perang ini, telah diproduksi 5 unit dan digunakan oleh kesatuan Kopassus dan Brimob.

Salah satu variannya ialah Battering Ram atau varian Pendobrak. Jenis ini, digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Mobil yang dipesan secara khusus oleh Kopassus ini, mampu menabrak beton setebal 30cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision.

Kendaraan ini juga, dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi super canggih mendukung operasi khusus. Varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher.

Panser Anoa

http://images.detik.com/content/2013/10/31/1036/072922_cam00346.jpg Anoa 6X6 merupakan panser buatan Pindad yang telah diproduksi hampir 200 unit. Kendaraan tempur yang didesain 6 varian ini, mengadopsi panser VAB buatan Prancis. Kendaraan yang awalnya diragukan kehandalannya ini, kini telah menjadi idola bagi militer di Indonesia.

Bahkan militer negara tetangga, Malaysia dan Singapura mulai melirik panser yang dibuat dan dirancang oleh tenaga ahli Pindad di Bandung. Dibandrol mulai harga Rp 8 miliar per unit, Anoa telah dirancang sebanyak 7 varian yakni varian ambulance, angkut personel (APC), komando, logistik BBM, logistik munisi, mortir 80 carrier.

Water Canon

http://images.detik.com/content/2013/10/31/1036/072956_pindad2.jpg Pindad juga telah memproduksi mobil perang tipe water cannon. Dengan kosep mobil penyemprot air untuk tujuan menangani kerusahan atau huru-hara, Pindad memproduksi dan merancang kendaraan water canon untuk kepolisian.

Mobil yang bisa diawaki oleh 4 orang ini, mampu menembakkan air hingga jarak 70 meter. Dilengkapi dengan kamera khusus, water canon buatan Pindad mampu menyemprotkan busa anti api (bom molotov) dan gas air mata.

Mobil perang khusus ini, sekarang sudah digunakan oleh Kepolisian RI, bahkan Timor Leste juga membeli water canon dari Pindad.


detik

Hibah Kapal Selam Rusia, Menunggu Kepastian

 
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan pemerintah sedang menunggu kepastian hibah kapal selam dari Rusia. “Saat ini kami menunggu surat resmi dari Rusia,” ujar Purnomo kepada wartawan di Landasan Udara Ranai, Natuna, Rabu, 30/10/2013.
Surat itu, dia melanjutkan, berisi kepastian berapa kapal selam yang akan dihibahkan Rusia. Termasuk bagaimana keadaan fisik kapal selam itu dan seberapa banyak perbaikan yang diperlukan. Sebab dalam hibah alat utama sistem persenjataan, negara pemberi pasti menyaratkan seberapa besar perbaikannya. “Tapi katanya masih bagus kondisinya,” kata dia.
Soal berapa pagu anggaran untuk biaya ‘up-grade’ kapal selam ini, Purnomo belum mau menjawab, sebab saat ini yang ditunggu oleh pemerintah adalah kepastian jadi atau tidaknya hibah kapal selam dari Rusia.
Menurut informasi awal yang Purnomo peroleh dari Duta Besar Rusia di Indonesia, negara Beruang Merah itu akan menghibahkan 10 kapal selam jenis Killo Class, namun hal itu bisa saja berubah. “Sebab negara tetangga, Myanmar juga mendapat satu (kapal selam) hibah dari Rusia.”
Purnomo sendiri menyatakan bahwa TNI memerlukan hibah kapal selam dari Rusia itu. Sebab, kapal selam merupakan alutsista strategis untuk menjaga arus laut kepulauan Indonesia. Saat ini Indonesia baru punya dua unit kapal selam, KRI Cakra dan KRI Nanggala. Pemerintah telah memesan tiga unit kapal selam Changbogo dari Korea Selatan. “Kami butuhnya lebih dari lima itu,” kata Purnomo.
Terlebih, dia melanjutkan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetyo menyatakan bahwa dia membutuhkan kapal selam yang mampu meluncurkan rudal dari bawah permukaan air ke udara. Kemampuan itu merupakan salah satu kelebihan kapal selam Killo Class milik Rusia.
Kapal Selam Kilo Class Proyek 877 EKM, Angkatan Laut Iran
Kapal Selam Kilo Class Proyek 877 EKM, Angkatan Laut Iran
Sebelumnya, Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa pemerintah Rusia tak serius menghibahkan kapal selam. Buktinya, perwakilan Indonesia yang dipimpin KSAL Laksamana Marsetyo tak mendapat jawaban yang pasti soal hibah ini saat bertandang ke Rusia.
Menurut Sumber Tempo, pemerintah Rusia mengaku tak punya rencana untuk memberikan hibah kapal selam ke Indonesia. Bahkan Sumber Tempo menyebut KSAL Indonesia tak bisa bertemu dengan KSAL Rusia.
Menanggapi hal ini, Menteri Purnomo tak mau berkomentar berlebihan. Dia mengaku tak tahu persis apa yang terjadi di sana. Menurut dia, setiap pejabat pasti punya kesibukan masing-masing. Bisa saja KSAL Rusia sedang sibuk hingga tak bisa temui perwakilan Indonesia.
Bahkan Purnomo menyebut perwakilan Indonesia sudah bertemu dengan pejabat penting Rusia. Termasuk pihak yang mengurus segala urusan jual-beli senjata Rusia, Rosoboron. “Pokoknya tunggu dulu surat resmi dari Rusia”.

jakarta greater