Pages

Sunday, 30 March 2014

Habibie: Beli Alutsista Pakai Otak Dong!!!


Headline
Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie -
 
akarta - Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie menyinggung perkembangan teknologi yang ada di Indonesia khususnya bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Habibie mengkritik langkah TNI dan Pemerintah Indonesia yang membeli Tank Leopard. Pembelian itu sia-sia.

"Leopard itu untuk perang di padang pasir bukan di maritim dan sudah dibuktikan tank itu sudah ditinggalkan," ujar Habibie dalam seminar di Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014).

Dia menilai seharusnya Pemerintah dan TNI menyesuaikan pembelian alutsista dengan kondisi dan skrenario perang saat ini.

"Sekarang skenario perang sudah diubah, sekarang ini yang dicari orang-orang yang mau beli besi tuanya. Saudara-saudara pakai dong otaknya," katanya.

Habibie menjelaskan dengan spesifikasi yang dimiliki Tank Leopard tidak akan bisa digunakan di Indonesia karena kondisi Indonesia terdiri dari beberapa kepulauan.

"Dengan uang yang kita beli untuk Leopard yang beratnya 60 ton itu belum tentu bisa lewat di beberapa jembatan. Nah itu mau perang di mana, dan dibawa dimana?" ungkanya.

Habibie mencontohkan negara Amerika Serikat yang selalu menyesuaikan alutsistanya dengan skenario perang pernah gagal dan kalah saat perang di Vietnam. Sebab saat itu meski memiliki alutsista yang canggih, Amerika tidak menggunakan tanknya di Vietnam.

"Kita harus buat sistem persenjataan yang disesuaikan dengan skenario perang. Jangan oh kapan lagi mumpung murah kita beli. Itulah otak dagang namanya," ujarnya. [rok]

Inilah

PT Pindad Kembangkan Tank Jenis AMX-13


Kendaraan tempur (armoured personnel carrier) Anoa buatan PT Pindad (Persero) (FOTO ANTARA/Izaac Mulyawan) Kendaraan tempur (armoured personnel carrier) Anoa buatan PT Pindad (Persero) .
 
BANDUNG-PT Pindad mengembangkan jenis tank ringan dan melakukan "retrofit" tank jenis AMX-13 sehingga memenuhi kebutuhan teknologi dan operasional TNI, kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafri Syamsudin pada kegiatan inspeksi di PT Pindad Kota Bandung, Rabu.

"Dari inspeksi yang kami lakukan PT Pindad ada kemajuan, salah satunya pengembangan tank ringan, retrofit tank jenis AMX-13," kata Wamenhan Sjafri Syamsudin.

Pengembangan tank ringan itu dilakukan dengan melakukan modifikasi teknologi tank jenis itu menjadi tank yang memiliki spesifikasi teknologi yang tangguh dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Tahap pertama, kata Sjafri akan dibuat 23 unit tank ringan. Ia menyebutkan saat ini ada 400-an tank AMX-13 yang rencananya akan masuk dalam program retrofit itu.

"Rencananya program itu masuk pada program 2015-2019, jumlahnya tergantung pemerintah dan angaran yang disiapkan saat itu," katanya.

Selain itu Pindad juga akan melakukan pengembangan Panser 6x6 Anoa yang dimodifikasi menjadi panser untuk kebutuhan pengintaian.

"Panser intai itu dimodifikasi mengangkut personil namun memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan panser sejenis yang ada, spesifikasinya akan dilengkapi untuk kebutuhan pengintaian," katanya.

Ia menyebutkan tahap pertama panser intai itu akan di bangun satu unit sebagai prototipenya. Rencananya panser itu diperuntukan bagi Koppasus.

"Kebutuhan panser masih cukup besar, setidaknya sekitar 250-an lagi, termasuk panser yang akan dikembangkan itu," katanya.

Pada kesempatan itu, Wamenhan menyatakan komitmen pemerintah untuk mermanfaatkan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) produk dalam negeri.

"Dalam setiap pengadaan alutsista ditetapkan spesifikasi dan standarnya, untuk itu kami terus mendorong agar produk alutsista dalam negeri terus meningkatkan kualitas dan memenuhi kriteria itu. Bila memenuhi spesifikasi maka prioritas adalah produk alutsista dalam negeri," katanya.(ant/hrb)

Kemenhan Pesan 23 Tank Canggih Hasil Modifikasi Pindad

http://images.detik.com/content/2014/03/26/1036/tankdalam.jpg
Bandung -PT Pindad menunjukkan kemampuannya memodifikasi (retrofit) tank kelas ringan buatan Prancis yaitu AMX-13 pada Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin. Sjafrie pun menyatakan, sebanyak 23 dari 400 populasi AMX-13 milik TNI pun akan dimodifikasi PT Pindad.

"Kita berencana akan membuat 23 unit sebagai pesanan pertama," ujar Sjafrie usai melakukan kunjungan ke PT Pindad di Jalan Gatot Subroto Bandung, Rabu (26/3/2014)

Ia mengatakan, proyek retrofit AMX-13 itu akan terus dilaksanakan kedepannya. "Kita punya kurang lebih hampir 400 populasi AMX-13 yang harus kita retrofit," katanya.

Sjafrie mengatakan program retrofit ini sudah masuk dalam grand strategy atau rencana kerja untuk pembangunan industri pertahanan.

"Mudah-mudahan retrofit ini bisa berlangsung di tahun anggaran 2015 sampai 2019. Tapi tergantung dengan kebijakan pemerintah yang baru nanti dan kemampuan anggaran," tuturnya.

Dikatakan Sjafrie dalam kunjungannya, PT Pindad mampu menampilkan 1 prototipe tank ringan revolfit AMX-13 yang teknologinya dimodifikasi lebih tinggi dari yang ada sebelumnya

"Kelebihannya, buatan Pindad ini disesuaikan dengan postur prajurit dan kebutuhan operasional. Kalau itu sudah terpenuhi maka itu sudah sangat meyakinkan, sebab kan prajurit harus cocok," jelas Sjafrie.

AMX-13 adalah tank buatan Perancis yang pertama kali digunakan pasukan Perancis. Tank ini diproduksi sejak 1953-1985. Tank ini sudah diekspor ke lebih dari 25 negara.

Detik