Pages

Tuesday, 1 July 2014

Ban Ki-moon kecam pembunuhan prajurit perdamaian di Mali


Ban Ki-moon kecam pembunuhan prajurit perdamaian di Mali
Ilustrasi 

PBB  - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Senin (30/6) dengan keras mengutuk pembunuhan seorang prajurit pemelihara perdamaian PBB di Mali.

Ban mengatakan kejahatan itu "takkan menghapus tekad PBB untuk mendukung rakyat Mali dalam upaya mewujudkan perdamaian yang langgeng dan kestabilan di negeri mereka".

"Sekretaris Jenderal dengan keras mengutuk ledakan bom rakitan (IED) hari ini, 30 kilometer di sebelah barat Timbuktu di Mali, sehingga menewaskan seorang prajurit pemelihara perdamaian dari Burkina Faso dan melukai enam lagi personel helm biru," kata satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB oleh juru bicara Ban.

Prajurit pemelihara perdamaian PBB tersebut tewas dan enam lagi cedera di Mali pada Senin pagi, ketika kendaraan mereka melindas ranjau darat di bagian utara negara Afrika Barat itu, kata beberapa laporan.

"Kejahatan ini, yang dilakukan terhadap personel PBB saat mereka melaksanakan mandat mereka, takkan menghilangkan tekad PBB untuk mendukung rakyat Mali dalam upaya mereka mewujudkan perdamaian yang langgeng dan kestabilan di negara mereka sebagaimana dimandatkan oleh Dewan Keamanan dalam Resolusi 2164 (2014)," kata pernyataan itu.

Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa yang paling dalam kepada keluarga korban dan pemerintah serta rakyat Burkina Faso, kata pernyataan tersebut. "Ia mendoakan kesembuhan cepat dan sepenuhnya prajurit yang cedera."

Serangan pada Senin adalah yang kedua pada Juni terhadap Misi Stabilisasi Terpadu Banyak Dimensi PBB di Mali (MINUSMA).

Pada 11 Juni, satu kamp MINUSMA di Aguelhok diserang dengan menggunakan bom mobil, sehingga menewaskan empat prajurit pemelihara perdamaian PBB dari Chad dan melukai enam lagi personel helm biru.

Pada 14 Desember 2013, dua prajurit pemelihara perdamaian PBB dari Senegal tewas dalam satu ledakan bom mobil di Kota Kecil Kidal, Mali Timurlaut, kubu gerilyawan separatis Tuareg.

Mali telah menyaksikan kudeta militer, pertempuran yang berkecamuk lagi antara pasukan pemerintah dan gerilyawan Tuareg, dan direbutnya wilayah utara oleh gerilyawan fanatik sejak awal 2012.

Negara Afrika Barat sekarang dalam proses pemulihan demokrasi dengan bantuan PBB dan lembaga regional Afrika, termasuk Uni Afrika dan Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS).

Pada 25 April, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengesahkan resolusi untuk menyetujui MINUSMA dengan 12.600 prajurit untuk mengambil-alih tanggung jawab dari misi pimpinan Afrika di Mali pada 1 Juli.

Resolusi itu juga mengesahkan penggelaran personel helm biru "untuk memikul tugas stabilisasi yang berkaitan dengan keamanan, melindungi warga sipil, staf PBB dan artefak budaya, serta memfasilitasi bantuan kemanusiaan".

Tugas inti MINUSMA ialah mendukung proses politik di Mali, melalui kerja sama erat dengan Uni Afrika dan ECOWAS, kata resolusi itu, demikian laporan Xinhua.


Antara 

DANGUSPURLAARMABAR TINJAU PERAIRAN TANJUNG DATU


 

Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Didik Setiyono melaksanakan peninjauan bersama tim verifikasi (Joint Verification) di perairan Tanjung Datu pada tanggal 19 sampai dengan 20 Juni 2014. Kegiatan verifikasi tersebut dalam rangka menindaklanjuti kemungkinan adanya pelanggaran batas wilayah perairan Indonesia oleh pihak Malaysia yang membangun tiang pancang lampu suar di Tanjung Datu, yang berada di daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak.
Tim verifikasi tersebut di antaranya Wiwiek S Firman (Plh Dirjen Hukum dan Perjanjian Kemenlu), Oktaviano Alimudin (Dir. Perjanjian Polkamwil Kemenlu), Dr. Sobar Sutisna (Peneliti Senior Badan Informasi Geospasial), Kolonel Laut (P) R  Achmad Rivai (Paban II Ops Sops Mabes TNI AL), Soedirman (Kasubdit Perambuan Kemenhub), Kolonel Laut (KH) Haris Joko Nugroho (Kemenhan), Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi (Danlanal Pontianak), Yuri Bestari Alwis (Kemenlu).
Dalam kegiatan tersebut, Komandan Guspurlaarmabar bersama tim verifikasi bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pontianak menuju perairan Tanjung Datu dengan menggunakan KRI Imam Bonjol-383.
Selain KRI Imam Bonjol-383, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan dua KRI lainnya di antaranya KRI Lemadang-632 dan KRI Sembilang-850. Ketiga kapal perang tersebut merupakan unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor), Satuan Kapal Cepat (Satkat) dan Satuan Kapal Patroli (Satrol) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat.
Dalam kegiatan tersebut Danguspurlaarmabar beserta rombangan melaksanakan verifikasi dan pengumpulan data-data sebagai bahan referensi pada saat melaksanakan meeting antara pihak Indonesia dengan Malaysia di Bandung, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan 26 Juni 2014. Untuk sementara pihak Indonesia maupun pihak Malaysia telah mendapatkan penghitungan secara cepat/quick count namun penghitungan secara detail/teliti terhadap hasil pengukuran posisi tiang pancang akan dilakukan di Jakarta dengan komputer.

RIMPAC 2014 : PRAJURIT MARINIR TNI-AL LATIHAN MENEMBAK DAN FASTROPE




Dispen Kormar (Hawaii). Segenap prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latma Multilateral Rim of Pacific (RIMPAC) 2014 dibawah pimpinan Mayor Marinir Briand Iwan Prang melaksanakan latihan di Marine Corps base Hawaii (MCHB) Kaneohe, OAHU-Hawaii, Minggu (29/06/2014).


Dalam kegiatan tersebut para prajurit dibagi menjadi dua peleton, peleton pertama yang dipimpin Kapten Marinir Agus Mutaqim, melaksanakan latihan ground/airboune Integrated Terminal & Fast Rope di boondeckren MCHB yang melibatkan marinir Amerika dan Korea.



Sementara itu, peleton kedua yang dipimpin oleh Lettu Marinir William David Halley melaksanakan latihan menembak di rank 9 bersama dengan marinir Amerika, Asutralia dam Tonga.


Para prajurit baret ungu ini dalam rangka mengikuti latihan militer maritim terbesar di dunia bertajuk Latma Multilateral RIMPAC 2014, merupakan latihan 2 tahunan yang digelar oleh Armada ke 3 Amerika dengan melibatkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang berlangsung mulai 2 Juni sampai dengan 1 Agustus 2014 mendatang.