LANUD ISWAHJUDI ,- Komandan Batalyon Komando 463
Paskhas Letkol Psk Suratno, menyambut kedatangan pasukan purna tugas Satgas
Pamrahwan Papua BKO Kodam XVII/Cendrawasih, di lapangan Batalyon Komando 463
Paskhas, Rabu (2/7).
Bertempat
di lapangan Apel Batalyon Komando 463 Paskhas, seluruh prajurit Yonko 463
Paskhas mengikuti pelaksanaan Upacara Penyambutan Pasukan Purna Tugas Satgas
Pamrahwan Papua BKO Kodam XVII/Cendrawasih, setelah selama 8 bulan, sebanyak 1
SSK prajurit Yonko 463 Paskhas melaksanakan Operasi Pengamanan Daerah Rawan
(Pamrahwan) di Papua, yang dipimpin Mayor Psk Sony Widiarso.
Pada kesempatan ini Danyonko 463
Paskhas Letkol Psk Suratno, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih
atas pelaksanaan tugas selama 8 bulan yang berjalan dengan baik, aman dan tidak
ada tindakan-tindakan negatif yang dapat merugikan satuan.
Bagi
seluruh personel yang purna tugas Danyonko 463 Paskhas, menekankan untuk segera
menyesuaikan diri dengan kondisi Batalyon saat ini, diantaranya kegiatan standby Pam Pilpres tanggal 9 Juli 2014
dan kegiatan Parade/Defile dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-69 TNI yang
dilaksanakan di Koarmatim, Surabaya.
|
Tuesday, 8 July 2014
Batalyon Komando 463 Paskhas, Sambut Pasukan Purna Tugas Satgas Pamrahwan Papua
Amerika Hentikan Operasi Armada Jet Tempur F-35
Sebuah pesawat Jet Tempur F-35A lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Eglin di Florida
Kebakaran di Pangkalan Angkatan Udara Eglin di
Florida minggu lalu merupakan insiden terbaru dalam serangkaian masalah
teknis yang telah melanda program jet tempur Pentagon yang bernilai $
396 milyar.
Militer Amerika Serikat menghentikan operasi seluruh armada jet
tempur F-35 sampai mereka menyelesaikan penyelidikan atas kebakaran di
landasan pacu yang melibatkan salah satu jet itu pekan lalu.Departemen Pertahanan Amerika mengatakan akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap mesin F-35.
Kebakaran minggu lalu di Pangkalan Angkatan Udara Eglin di Florida merupakan insiden terbaru dalam serangkaian masalah teknis dan penundaan yang telah melanda program jet tempur Pentagon yang bernilai $ 396 milyar. Program ini merupakan program senjata paling mahal dalam sejarah militer Amerika. Penundaan tambahan dapat lebih jauh meningkatkan biaya.
Kebocoran minyak dalam penerbangan menyebabkan dilakukannya pemeriksaan seluruh armada jet tempur itu bulan lalu.
VOA
TNI AL Bangun Dua Armada Wilayah Tempur Baru
Sebuah KRI sandar di Armatim, Surabaya.
Saat ini kekuatan tempur TNI Angkatan Laut baru bertumpu pada dua armada wilayah, yakni Barat atau Armabar yang berada di Jakarta, dan Timur atau Armatim berada di Surabaya.
"Nanti Armabar tetap di Jakarta, dan Armatim kita ubah menjadi Armada Besar, sedangkan untuk Armada Tengah kita bentuk di Makassar dan Armada Timur kita tempatkan di Sorong," kata Laksamana Pertama Suyitno, Asisten Logistik KASAL, di sela-sela peluncuran Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter di Dermaga Ujung PT PAL, Jumat (4/7/2014).
Menurut Suyitno, lokasi Makassar dan Sorong dipilih karena memiliki geopolitik yang tepat dan strategis. Tujuan lain, untuk mempertegas kedaulatan Indonesia di kawasan, terutama wilayah tengah dan timur yang dirasa masih kurang pengamanannya.
Dengan pembangunan dua armada wilayah baru ini, TNI AL nantinya akan menggunakan pembagian sistem alih bina atau pembagian kekuatan tempur yang dimiliki. Dengan kata lain, sejumlah kapal perang calon penghuni armada baru akan didatangkan dari armada Surabaya dan Jakarta.
Saat ini jumlah kapal perang milik TNI AL ada 150-160 unit. Namun, Untung menegaskan, jumlah kapal perang tersebut tidak akan dibagi rata untuk mengisi tiga armada wilayah. Penambahan armada baru juga akan diikuti dengan penambahan divisi pasukan marinir.
Sementara itu, terkait alutsista, TNI AL saat ini juga terus melakukan modernisasi dengan membangun di galangan-galangan dalam negeri. Di PT PAL misalnya, saat ini sedang merampungkan pesanan 16 KCR 60 meter dan 16 KCR 40 meter.
Tak hanya itu, sebuah kapal besar penghancur kapal rudal berukuran 105 meter saat ini juga sedang di bangun bekerjasama antara PT PAL dengan galangan asal Belanda.
TNI AL juga sedang memesan beberapa kapal selam dari Korea dengan cara transfer teknologi. "Dua kapal selam dibangun di korea, nanti satunya dibangun di PT PAL," kata dia. (fik/ipg)
suara surabaya