VIVAnews – Serpihan pesawat Malaysia Airlines MH17
berserak di dekat Desa Grabovo, Donetsk, Ukraina. Pesawat yang lepas
landas dari Amsterdam, Kamis siang 17 Juli 2014, itu seharusnya mendarat
di Kuala Lumpur keesokan harinya, Jumat pagi 18 Juli. Namun petaka
terjadi di udara. MH17 jatuh dan ke-298 penumpangnya, termasuk 15 kru,
tewas.
Di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak memasuki Hotel
Sama-Sama di area Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan pakaian
serba hitam. Ia hendak menggelar konferensi pers terkait jatuhnya MH17.
Raut wajahnya mencerminkan keprihatinan mendalam. Ini kali kedua
maskapai penerbangan nasional negaranya dilanda musibah –dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
“Ini
adalah hari tragis dari bagian tahun yang tragis bagi Malaysia,” kata
sang Perdana Menteri yang kerap menundukkan kepala pada konpers itu.
Belum juga MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing yang membawa 239 penumpang
ditemukan setelah hilang pada Maret lalu, kini pesawat Malaysia Airlines
lainnya jatuh di Ukraina.
Lebih tragis lagi, MH17 itu diduga
ditembak rudal di langit Ukraina. Tak pelak, mata dunia kembali terarah
ke Malaysia seperti ketika hilangnya MH370 yang memicu pencarian dengan
skala terbesar sepanjang sejarah penerbangan internasional yang melibatkan armada perang dan militer berbagai negara.
Najib
menyatakan, pemerintah Ukraina percaya MH17 jenis Boeing 777-200 ER itu
ditembak jatuh. Namun Malaysia belum bisa memverifikasi penyebab
jatuhnya pesawat. “Kami harus dan akan mencari tahu apa yang persisnya
terjadi pada penerbangan ini. Tidak boleh ada hambatan yang menghalangi (penyelidikan),” kata Najib seperti dikutip kantor berita nasional Malaysia
Bernama.
“Jika
yang terjadi adalah pesawat ditembak jatuh, maka kami menuntut agar
pelaku secepatnya dibawa ke pengadilan,” ujar Najib. Ia menyebut
jatuhnya MH17 sebagai hal yang mengerikan dan mengejutkan.
Najib
telah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Perdana
Menteri Belanda Mark Rutte, dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Kepada Malaysia, Presiden Ukraina berjanji untuk menggelar investigasi
secara menyeluruh dan independen yang akan melibatkan para pejabat
Malaysia.
Wilayak konflikNajib mengatakan, rute penerbangan
yang dilintasi MH17 telah dinyatakan aman oleh Organisasi Penerbangan
Sipil Internasional (ICAO). Jalur Amsterdam-Kuala Lumpur itu umum
dilalui pesawat komersial. Asosiasi Transportasi Udara Internasional
(IATA) juga menyatakan tidak ada pembatasan untuk melewati wilayah udara
tersebut.
Walau demikian, MH17 jatuh di wilayah yang dikuasai oleh kelompok separatis Ukraina. Konsultan keselamatan penerbangan
CNN Mary Schiavo menyatakan meski MH17 melintasi rute umum, pesawat itu
terbang di atas area konflik sehingga komunikasi dengan pengendali
lalu-lintas udara (ATC) adalah suatu keharusan.
Sebelum jatuh,
MH17 tidak membuat panggilan darurat. Penasihat Perdana Menteri Ukraina
menyatakan, MH17 terbang di ketinggian 10 ribu meter. Oleh sebab itu
menurutnya, pesawat hanya bisa ditembak oleh rudal antipesawat Buk
buatan Rusia yang bisa tepat mengenai sasaran hingga ketinggian 22 ribu
meter. Ucapan itu jelas ia tujukan kepada pemberontak separatis
pro-Rusia.
Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia menyatakan,
negaranya tak punya sistem persenjataan yang bisa menembak sejauh itu.
“Kami tidak memiliki sistem rudal pertahanan udara jarak jauh di area
itu,” kata perwakilan Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam siaran pers
yang diterima
VIVAnews.
Sebaliknya, kelompok separatis
menuduh pemerintah Ukraina yang menembak MH17. Perdana Menteri Republik
Donetsk yang belum lama ini memproklamirkan kemerdekaan dari Ukraina,
Alexander Borodai, menuding Angkatan Udara Ukraina lah yang menembak
jatuh pesawat Malaysia Airlines.
Untuk diketahui, Republik
Donetsk adalah wilayah Ukraina yang memberontak dan mengumumkan diri
menjadi negara terpisah dari Ukraina paska menggelar referendum.
Sampai
saat ini, baik pemerintah Ukraina maupun kelompok pemberontak sama-sama
membantah menembak jatuh MH17 di daerah yang dekat dengan perbatasan
Rusia itu.
BBC mengutip analisis pakar pertahanan yang
menyebut MH17 kemungkinan ditembak jatuh oleh jet tempur yang membawa
rudal. Sebab untuk bisa menjangkau pesawat pada jarak setinggi itu,
butuh serangan rudal dari udara yang dipandu radar.
Salah tembakSebuah
media sosial milik komandan tertinggi pemberontak Ukraina, VK, memuat
pernyataan bahwa mereka awalnya mengira telah menembak jatuh pesawat
militer Ukraina. Namun ternyata itu adalah pesawat penumpang Malaysia
Airlines MH17.
“Kami baru saja menembak jatuh sebuah pesawat
Antonov An-26 dekat Torez. Pesawat itu jatuh dekat lahan pertambangan.
Kami telah memperingatkan (militer Ukraina) untuk tidak terbang di
wilayah udara kami,” tulis Igor Strelkov yang lantas dikutip oleh
media-media Ukraina. Untuk diketahui, An-26 adalah pesawat kargo militer
Ukraina.
Media Malaysia
The Star kemudian melansir
rilis rekaman sadapan telepon antara komandan kelompok separatis
Republik Donetsk Igor Bezler dengan intelijen Rusia yang diyakini
merupakan Kolonel Angkatan Bersenjata Rusia Vasili Geranin. Transkrip
rekaman percakapan ini disampaikan oleh Kepala Badan Keamanan Ukraina
Valentyn Nalivaichenko.
“Kami baru menembak pesawat hingga
jatuh,” ujar Bazler dalam sadapan itu. “Di mana pilotnya?” kata Vasili
merespons. Mereka kemudian berbicara tentang pesawat yang hancur
berkeping di udara.
“Kami telah menemukan korban tewas pertama,
warga sipil. Itu 100 persen pesawat penumpang. Ini adalah pesawat sipil,
jatuh di daerah Snizhne-Torez, dekat Grabovo. Ada banyak mayat
perempuan dan anak-anak,” kata Bazler.
Ia kemudian terdengar
heran. “Mereka mengatakan di TV itu pesawat transportasi An-26. Tapi
mereka bilang ada tulisan Malaysia Airlines di pesawat itu. Untuk apa
pesawat itu ada di wilayah Ukraina? Artinya mereka membawa mata-mata.
Mereka tidak boleh terbang di daerah itu, ada perang,” kata sang
komandan kelompok separatis.
Beberapa waktu kemudian, PM Republik
Donetsk Alexander Borodai mendatangi lokasi jatuhnya MH17 dengan
kawalan ketat sekelompok pria bersenjata. Borodai yang mengenakan celana
jeans dan kaos hitam berbalut jas biru, tampak sibuk menelepon di
tempat musibah terjadi.
Saling tudingPresiden
Rusia Vladimir Putin menyalahkan pemerintah Ukraina atas jatuhnya MH17.
“Tak ada keraguan, pemerintah Ukraina ikut bertanggung jawab atas
tragedi mengerikan ini. Tragedi tidak akan terjadi jika ada perdamaian
di tanah itu,” kata dia.
Namun pemerintah Ukraina menuding dua
perwira intelijen Rusia terlibat dalam musibah fatal tersebut. Rekaman
sadapan telepon disebut menjadi buktinya. “Kami akan melakukan segalanya
agar yang melakukan kejahatan ini dihukum,” kata Nalivaichenko.
Presiden
Ukraina Poroshenko pun menyebut penembakan MH17 sebagai tindakan
teroris. Ia menyerukan pembentukan sebuah komisi nasional yang
melibatkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk menyelidiki
penyebab jatuhnya pesawat.
Media-media Rusia menambah panas
situasi dengan mengutip sebuah sumber yang manyebut pesawat MH17 mirip
dengan pesawat Presiden Vladimir Putin.
Interfax melaporkan, pesawat Putin juga melintas di jalur yang sama dengan MH17.
“Kontur
kedua pesawat itu sangat mirip, termasuk warna dan garisnya. Pada jarak
jauh, keduanya nyaris identik,” kata sumber tersebut.
Namun
berita itu dibantah oleh media lain. “Putin hanya memiliki satu pesawat.
Dia tidak terbang dengan pesawat lain. Tapi pesawat kepresidenan ini
tak pernah terbang di atas Ukraina belakangan ini,” ujar sumber lain
kepada
Gazeta.
Presiden Ukraina Poroshenko lantas
menyatakan, militer Ukraina tidak menembak target apapun di udara saat
MH17 melintas di wilayah mereka.
CNN melansir, eskalasi
ketegangan antara Ukraina dan Rusia makin menjadi sejak demonstrasi
jalanan di Ukraina memaksa mantan Presiden Viktor Yanukovych yang
pro-Rusia turun dari kekuasaan. Rusia kemudian menganeksasi Crimea di
tenggara Ukraina.
Kelompok separatis pro-Rusia kemudian bergerak
lebih jauh ke daerah timur Ukraina, Luhansk, dan wilayah Donetsk.
Pasukan Ukraina pun berjuang untuk memadamkan pemberontakan separatis.
Ukraina menuduh Rusia membiarkan senjata dan peralatan militer, termasuk
tank, melintasi perbatasan kedua negara secara ilegal sehingga sampai
ke tangan separatis pro-Rusia.
Investigasi internasionalPara
pemimpin dunia menuntut sebuah investigasi internasional atas jatuhnya
MH17. Tragedi ini bisa menjadi momen krusial dalam krisis terburuk
antara Rusia dan Barat sejak Perang Dingin.
Salah satu pejabat
Amerika Serikat mengatakan, Washington menduga kuat MH17 ditembak jatuh
oleh rudal canggih yang ditembakkan separatis Ukraina dengan dukungan
Moskow.
Besarnya skala bencana ini bisa menjadi titik balik bagi
tekanan internasional kepada Rusia dan Ukraina untuk menyelesaikan
krisis di Ukraina yang telah menewaskan ratusan orang sejak penggulingan
Yanukovych dan pencaplokan Crimea oleh Rusia.
Indonesia, negara
di mana 12 warganya ikut menjadi korban dalam MH17, juga menyerikan
investigasi internasional. “Dari sejumlah sumber resmi dan terpercaya
yang Indonesia ikuti, pesawat Malaysia itu jatuh ditembak peluru dari
darat ke udara. Indonesia meyerukan agar dilakukan investigasi
internasional,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.
Jika
benar MH17 jatuh ditembak, maka itu melanggar hukum internasional dan
hukum perang. “Kalau benar itu terjadi, Indonesia berharap pelaku diberi
sanksi hukum tegas,” kata SBY. Indonesia, ujarnya, siap bergabung dalam
investigasi internasional atas MH17. (umi)