Pages

Sunday, 7 September 2014

Kedatangan KRI Bung Tomo di Indonesia

Sumatera: KRI Bung Tomo (TOM-357) memasuki wilayah perairan Indonesia di sekitar Pulau Rondo, Minggu (7/9). Kedatangan KRI kelas Multirole Light Fregate (MRLF) buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris itu disambut oleh KRI Oswald Siahaan (OWA-354) di ujung paling barat pulau Sumatera, KRI TOM selanjutnya akan masuk ke jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI AL bersama kapal fregate kelas Van Speijk. 



Metrotv 

KRI Teluk Sibolga Sambangi Bengkulu


Ilustrasi KRI
Ilustrasi KRI (sumber: Istimewa)
 
Bengkulu - Kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Sibolga menyambangi Bengkulu dalam misi Sakti Armawa, Sabtu (6/9) untuk pengamanan perairan wilayah barat Indonesia itu.
KRI Teluk Sibolga direncanakan menepi di perairan Provinsi Bengkulu selama dua hari.
Kapten kapal Mayor Laut (P), Arif Prasetyo mengatakan, intensitas dan jumlah nelayan di daerah itu kurang, bahkan cenderung sedikit, sehingga Bengkulu perlu meningkatkan sektor kelautan karena berpotensi besar dalam kemajuan perekonomian.
"Saya rasa perairan Bengkulu masih sepi. Nelayannya pun sedikit, ini perlu pengembangan agar potensi yang ada bisa dimanfaatkan seperti yang kita ketahui bersama potensi laut Bengkulu sangat bagus dimulai dari garis pantai yang mempunyai pasir putih sampai ke potensi hasil laut nelayan," kata dia.
Menurut Arif, pemberian nama KRI Teluk Sibolga juga tidak terlepas dari sejarah Indonesia.
Teluk Sibolga terletak di Sumatera Utara bagian barat menghadap ke arah Samudera Indonesia di mana masa awal kemerdekaan RI pernah terjadi pertempuran heroik antara Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) melawan AL Belanda TT-1 Bucket dan dalam pertempuran itu gugur Kopral Galung Silitonga.
Tanggal 12 Mei 1947 terjadi lagi pertempuran antara pasukan ALRI melawan kapal perang Belanda TT-1 Bucket, dalam pertempuran itu gugur Letda Alim Hutagalung, Kopral Buyung Silitonga, dan Kopral Toto Harahap.
Dengan diberikannya nama KRI Teluk Sibolga pada salah satu kapal tipe Frosch ini terkandung harapan agar seluruh Anak Buah Kapal (ABK)vmempunyai jiwa patriot seperti para pejuang yang telah gugur di Teluk Sibolga.
KRI Teluk Sibolga dengan nomor Lambung 536 dibuat di galangan VEB Penee Werft Wolgast Jerman Timur tanggal 6 Oktober 1977. Nama kapal saat diluncurkan adalah SCHWERIN 612. Namun setelah dibeli oleh pemerintah Indonesia diadakan Refit mencakup demiliterisasi, modernisasi serta perubahan terhadap desain awal maka kapal ini diberi nama KRI Teluk sibolga pada tanggal 22 April 1993.
Saat ini KRI Teluk Sibolga berada di jajaran Satuan Kapal Amfibi Armada RI Kawasan Barat.

Berita Satu

Legenda Sang Jenderal

IMG_20140903_153520


 – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad ) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendapatkan Brevet Komando Kehormatan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan resmi menjadi keluarga besar Korps Baret Merah di pantai Permisan Cilacap Jawa Tengah, Selasa (2/9/2014) setelah sang Jenderal bintang empat mengikuti seluruh rangkaian materi Pendidikan Komando yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Batujajar .
“Kopassus harus mampu melaksanakan tugas yang tidak biasa dan sampai bertemu dimedan pertempuran,” ujar Kasad, saat berpidato di Pantai Permisan Cilacap.
Penyematan brevet kepada Kasad dilakukan oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo, SE. Selesai disematkan, Kasad mengucapkan tiga butir Janji Prajurit Komando yaitu tetap setia dan menepati isi dan jiwa Sapta Marga,memegang teguh dan tetap berpedoman pada Sumpah Prajurit, menjunjung tinggi dan mempertahankan derajat, nama, kehormatan dan jiwa Kesatuan Para Komando pada setiap saat, tempat dan keadaan bagaimanapun.
Sejarah Kopassus mencatat kehadiran sang jenderal dalam mengikuti latihan komando baru terjadi pertamakalinya, melaksanakan tahap demi tahap telah di laluinya oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diantaranya mulai Tahap Basis, Tahap Gunung Hutan dan terakhir Tahap Rawa Laut. Dalam latihan tersebut sang jenderal mengikuti dengan sangat antusias dan semangat bahkan tidak segan-segan mengikuti senam pagi pukul 02.00 dini hari bersama Prajurit Komando. Dan yang lebih hebatnya sang Jenderal pun ikut berendam di kolam air suci danau Situlembang dengan cuaca ekstrim yang merupakan tradisi Prajurit Komando

PENKOPASSUS