Pages

Saturday, 18 October 2014

Karbol AAU Latihan Cakra Wahana Paksa


Sebanyak 100 Karbol AAU (Akademi TNI Angkatan Udara) beserta 37 Antap pendukung dan 26 personel crew, Rabu (15/10) melaksanakan kunjungan ke Lanud Sultan Hasanuddin dalam lawatannya melaksanakan latihan Cakra Wahana Paksa bagi Taruna tingkat IV Werving 2011 AAU, dipimpin langsung oleh Gubernur Akademi TNI Angkatan Udara Marsda TNI Sugihardjo,SE.M.M. Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Yuyu Sutisna menyempatkan diri hadir menyambut kedatangan Gubernur AAU beserta rombongan di Gedung Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin didampingi Komandan Wing 5 Kolonel Pnb M.Tonny Haryono, Para Asisten Koopsau II dan Kosekhanudnas II serta Para Kadis dan Komandan Satuan Jajaran Lanud Sultan Hasanuddin.
Sesaat setelah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, para karbol langsung mengunjungi Mako Kosekhanudnas II di jalan P. Kemerdekaan Daya Makassar, kemudian kembali ke Lanud Sultan Hasanuddin untuk melihat langsung dari dekat Alutsista TNI AU yang ada di Skadron Udara 11 Wing 5 yang merupakan home base pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 dan SU-27 SKM yang diterima langsung Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb David Y. Tamboto, dan Skadron Udara 5 Wing 5 home base pesawat Boeing 737 Intai Strategis dan CN 235 MPA, diterima langsung Komandan Skadron Udara 5 Letkol Pnb Bambang Sudewo.
Selain melihat dari dekat Alutsista TNI AU yang ada di skadron udara 11 dan Skadron Udara 5, para Karbol juga menerima paparan dari para perwira Skadron, tentang visi dan misi serta tugas dan tanggung jawab Lanud Sultan Hasanuddin yang merupakan Lanud dalam jajaran Koopsau II. Lanud Sultan Hasanuddin mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya dan melaksanakan pembinaan potensi dirgantara serta menyeleggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya, sesuai dengan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor: Kep/06/II/2005 Tanggal 14 Februari 2005 tentang pokok-pokok organisasi dan prosedur.
Usai kunjungan dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dan kegiatan foto bersama Gubernur AAU dengan para pejabat Koopsau II, Lanud Sultan Hasanuddin, Kosekhanudnas II, beserta para Ketua Pia Ardhya Garini dari masing-masing satuan, serta para Karbol AAU, kemudian menuju ke Lanud Wolter Monginsidi Kendari untuk melanjutkan pelaksanaan latihan Cakra Wahana Paksa.

TNI AU

AS Berlatih untuk Perang dengan China

Dua kapal induk dan 200 jet tempur dikerahkan untuk latihan perang.

Kapal induk AS USS George Washington
Kapal induk AS USS George Washington 
 Para pejabat Amerika Serikat (AS) terbiasa untuk mengeluarkan retorika humas bahwa militernya tidak sedang berlatih untuk perang dengan negara mana pun, terutama China yang kini dianggap sebagai kekuatan baru dunia dari sektor keuangan maupun militer.

Namun berapa besar kemungkinan bahwa angkatan laut AS mengerahkan dua grup kapal induk lengkap dengan sedikitnya 200 jet tempur di luar pantai Guam hanya untuk main-main? "Melihat pengerahan angkatan laut AS seperti itu, sulit untuk tidak terpesona," kata wartawan BBC Rupert Wingfield-Hayes.

Hayes dalam laporannya saat berada di atas kapal induk AS USS George Washington di Guam, Selasa 14 Oktober 2014, menyebut tidak ada angkatan laut lain di dunia dengan "mainan" yang sama seperti dimiliki AS dan memamerkannya dengan cara yang mudah.

"Anda tidak akan memiliki banyak kesempatan mendapat undangan untuk berada di kapal induk bertenaga nuklir AS dan setelah tulisan ini mungkin Saya tidak akan diundang lagi," tulis Hayes, menyebut dari apa yang disaksikannya jelas bahwa AS bersiap untuk pertempuran dengan China.

Hayes mengatakan ratusan jet tempur yang diluncurkan dari atas kapal induk AS melakukan latihan yang disebut Pentagon sebagai pertempuran laut-udara. Sebuah konsep yang telah ada sejak 2009 dan spesifik didesain untuk menghadapi China.

Komandan Grup Serang 5 Laksamana Muda Mark Montgomery, mengatakan pasukan di bawah kendalinya melakukan simulasi skenario anti-akses, resistensi wilayah. "Beberapa negara telah mengembangkan senjata anti-akses, maka kita harus mengembangkan taktik, teknik, dan prosedur," kata Montgomery.

Montgomery enggan mendiskusikan latihan secara spesifik, tapi kapal induk dan jet tempur AS melakukan simulasi berbagai ancaman yang rumit dari laut, udara, ruang angkasa, dan internet.

"Secara umum dipahami bahwa beberapa negara memiliki kemampuan untuk mengalihkan atau membatasi komunikasi satelit. Jadi kita harus berlatih untuk bekerja dalam situasi dengan komunikasi yang terbatas," ucap Montgomery.

Angkatan laut China jelas belum setara dengan AS dan tidak akan dapat menyamai untuk waktu yang lama. Tapi China telah mengembangkan berbagai senjata yang didesain untuk menghadapi kapal induk AS. Termasuk kapal selam, rudal supersonik jarak jauh.

China juga mengklaim telah memiliki teknologi rudal balistik yang sangat akurat dalam mengejar sasaran. Mereka sebut sebagai pembunuh kapal induk. Rudal itu disebut dapat melakukan manuver untuk mengenai sasaran yang bergerak.

Selama satu dekade terakhir China berusaha memberikan persepsi pada internasional, bahwa munculnya China sebagai kekuatan baru tidak akan menjadi ancaman bagi dunia. Hingga Xi Jinping menjadi presiden pada 2013, yang membawa beberapa perubahan signifikan.

China kini mulai mempertegas klaim wilayah maritimnya. Kapal-kapal China secara agresif melakukan patroli di dekat pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut China Timur yang selama ini dikuasai Jepang.

Pada Agustus lalu, sebuah jet tempur China terlibat konfrontasi dengan pesawat mata-mata AS di atas Laut China Selatan. Montgomery mengatakan insiden itu membuat peran angkatan laut AS di kawasan semakin vital.

Dia mengklaim bahwa AS telah menjadi kontributor tunggal yang menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Asia Pasifik dalam 70 tahun terakhir. Para pemimpin China dipastikan bakal tidak setuju dengan pernyataan itu. Beijing sejak lama ingin mendominasi wilayah sekitar perairannya.

Jika AS berusaha untuk menghentikan keinginan itu, maka potensi konflik bukan lagi sesuatu yang akan mudah diperdebatkan. Beberapa negara seperti Jepang, Filipina dan Vietnam telah mengisyaratkan dukungan bagi AS, sekalipun itu akan membuat dominasi AS di Asia semakin tidak terbatas. (ita)

Viva 

Hari Kesehatan TNI-AL 2014


 
 Sejumlah prajurit Korps Kesehatan Marinir TNI-AL membopong rekannya yang terluka di medan tempur kedalam tank amphibi jenis Landing Vehicle Track (LVT)-7 ketika simulasi evakuasi medis disela-sela peringatan Hari Kesehatan TNI-AL (Harkesal) 2014 di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Kamis (16/10). Harkesal 2014 tersebut mengambil tema "Dilandasi Semangat Harkesal 2014, Kita Siapkan Personel TNI AL Yang Sehat Guna Mendukung World Class Navy". 


Seorang prajurit Korps Kesehatan Marinir TNI-AL membopong rekannya yang terrluka di medan tempur ketika simulasi evakuasi medis disela-sela peringatan Hari Kesehatan TNI-AL (Harkesal) 2014 di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Kamis (16/10). Harkesal 2014 tersebut mengambil tema "Dilandasi Semangat Harkesal 2014, Kita Siapkan Personel TNI AL Yang Sehat Guna Mendukung World Class Navy". 

Seorang prajurit Korps Kesehatan Marinir TNI-AL melakukan evakuasi medis udara pada rekannya yang terluka menggunakan pesawat heli Bell milik Skuadron Udara 400 Wing Udara-1 Puspenerbal ketika simulasi evakuasi medis disela-sela peringatan Hari Kesehatan TNI-AL (Harkesal) 2014 di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Kamis (16/10). Harkesal 2014 tersebut mengambil tema "Dilandasi Semangat Harkesal 2014, Kita Siapkan Personel TNI AL Yang Sehat Guna Mendukung World Class Navy".
Antara