Pages

Monday, 3 November 2014

DI PERBATASAN, PRAJURIT KOSTRAD DAPAT 1.000 BOTOL MIRAS ILEGAL ASAL MALAYSIA


Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS Kostrad Kabupaten Nunukan menyerahkan lebih dari 1.000 botol miras ilegal asal Malaysia kepada aparat Bea dan Cukai di Nunukan. Ribuan miras tersebut merupakan hasil tangkapan di pos-pos satgas Pamtas wilayah perbatasan.

"Jumlahnya 1.068 botol dan kaleng miras ilegal dari Malaysia. Kebanyakan hasil tangkapan dari pos-pos di wilayah perbatasan, seperti dari Pos Sei Ular, Pos Tanjung Ar, dan Pos Sebuku. Ini tangkapan sebulan terakhir, karena kita sudah tahu pergerakan dari penyelundup miras itu. Kalau bulan kemarin yang kita serahkan ke Bea Cukai baru 400 botol, karena kita belum mengenal pergerakan para penyelundup ini,” ujar Komandan Satgas Yonif Linud 433/JS Kostrad Letkol Inf Agus Tatius Sipepu, Kamis (30/10/2014).

Penyerahan ribuan botol miras ilegal tersebut dilakukan agar barang itu dapat ditangani secara hukum dan menjadi pelajaran bagi para penyelundup miras ilegal di wilayah perbatasan agar menjadi jera.

"Merekakan banyak jaringan. Jadi mereka main kucing-kucingan dengan kita. Mereka juga memanfaatkan kelengahan petugas saat sandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, dengan cara menggunakan perahu-perahu kecil untuk memindahkan miras ilegal dari kapal-kapal regular jurusan Tawau Nunukan sebelum mengirim miras itu ke wilayah lain di Nunukan," kata Dansatgas.

Kostrad

Cornelis Minta Bangun Pangkalan Militer


Ket Photo: Cornelis
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menyatakan provinsi yang dipimpinnya saat ini berada pada posisi strategis. Kalbar berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Diperlukan upaya ketat untuk menjaganya baik di perbatasan darat, laut, dan udara.“(Posisi) Kalbar jangan dianggap enteng. Posisi strategis Kalbar luar biasa,” ujar Cornelis dalam kegiatan sosialisasi empat pilar oleh MPR RI, Selasa (28/10) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.
Cornelis menilai posisi strategis Kalbar saat ini tidak dijaga dengan ketat. Terbukti lebih dari 20 mil sinyal seluler Malaysia masuk ke Indonesia (Kalbar). Kondisi ini berbeda dengan daerah perbatasan di luar negeri. Misalnya di Eropa, ketika masuk ke wilayah suatu negara, sinyal negara lainnya terhenti.
Menurut Cornelis, posisi strategis Kalbar ini juga rawan terhadap perang informasi dan teknologi. Selain itu, juga rawan masuknya kelompok ekstrim tertentu. Untuk mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut, diperlukan langkah dan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Saya mengatakan dengan Panglima TNI, perlu dibuat pangkalan militer di daerah Paloh, Sambas,” kata Cornelis.Cornelis menjelaskan keberadaan pangkalan militer di Paloh sangat penting, terutama untuk mengantisipasi jika terjadi konflik. Ia berharap pada masa jabatan Presiden Joko Widodo pembangunan pangkalan militer dapat terealisasi.
“Tahun depan (rencananya) akan dibangun pangkalan militer,” ungkap Cornelis.Cornelis menambahkan banyak negara-negara besar di dunia yang ingin menguasai Indonesia. Terkait hal ini, penyelenggara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya wajib memberi penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bupati Sambas, Bupati Sambas, Juliarti Djuhardi Alwi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas mendukung pembangunan pangkalan militer di daerahnya. Salah satu bentuk dukungan yakni dengan menyediakan lahan seluas lima hektar di daerah Liku. Rencananya di daerah Temajuk juga akan dibangun Lanal tipe C.Menurut Juliarti, rencana pembangunan pangkalan militer ini juga mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka menilai keberadaannya sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa. “Tahun ini perencanaan dulu. Mudah-mudahan tahun depan realisasi,” ujar Juliarti di Kantor Gubernur Kalbar, kemarin. (uni) 

TNI bangun lima unit rumah, jalan untuk bekas OPM


Manokwari - Komandan Kodim 1703 Manokwari Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo mengatakan pembangunan lima unit rumah huni bagi masyarakat Kampung Sosmuruf, bekas markas Organisasi Papua Merdeka (OPM), oleh anggota TNI telah rampung 100 persen.

"Pembangunan lima rumah layak huni bagi masyarakat Kampung bekas markas OPM itu dalam rangka Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2014," Kata Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo di Manokwari, Kamis.

Ia mengatakan bahwa selain membangun lima unit rumah, Aparat TNI juga membangun jalan utama Kampung Sosmuruf dan telah mencapai 100 persen.

"Karya Bakti TNI Skala Besar 2014 di Kampung Sosmuruf selain melakukan pembangunan fisik, aparat TNI juga melakukan berbagai kegiatan pembinaan kepada masyarakat setempat," katanya.

Kegiatan Karya Bakti itu, katanya, merupakan bentuk fungsi pembinaan teritorial khususnya tugas misi sosial yang sudah menjadi tekat dan komitmen TNI untuk senantiasa peduli terhadap kesulitan rakyat.

"TNI peduli dan mempunyai tekad yang kuat membangun rakyat karena tentara lahir dari rakyat untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dandim berharap seluruh komponen masyarakat di Kampung Sosmuruf bekas markas OPM Kaswari Satu pada tahun 60-an itu, menjaga dan memelihara rumah dan jalan yang dibangun oleh TNI agar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat daerah itu.(*)

Antara