Pages

Sunday, 30 November 2014

Di Lanud Adisutjipto, Kasau India Kagumi The Jupiters


Di Lanud Adisutjipto, Kasau India Kagumi The Jupiters
LANUD ADISUTJIPTO -  Rombongan Angkatan Udara India (Indian Air Force) mengunjungi Lanud Adisutjipto, Selasa (25-26/11). Rombongan yang dipimpin oleh Chief of Air Staff Indian Air Force, Air Chief Marshal Arup  Raha  ini disambut langsung oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Yadi I Sutanandika, M.S.S.  
Rombongan yang terdiri dari pejabat teras termasuk Ibu Kepala Staf Angkatan Udara India Mrs Lily Raha ini selanjutnya langsung menuju AAU untuk melihat dari dekat pola pendidikan Taruna TNI Angkatan Udara. Usai makan siang Kasau India menuju Wing pendidikan Terbang yang didampingi langsung oleh Komandan Lanud Adisutjipto. Marsekal Pertama TNI Yadi I Sutanandika, M.S.S. Dalam penerimaannya, Komandan Lanud Adisutjipto didampingi  oleh Komandan Wingdikterbang Kolonel Pnb Ign. Wahyu Anggono, SE, Kadislog Lanud Adisutjipto Kolonel Tek Suryanto dan Kadispers Lanud Adisutjipto Letkol Pnb Arif Hartono serta sejumlah pejabat Lanud Adisutjipto. Sedang rombongan tamu yang mendampingi Air Crmde Manish Khan VM Air Officers Commanding Air force Station Bidar, dan Gp Capt P Ghana.

Kedatangan Kasau India dan para pejabat teras Angkatan Udara India ini merupakan kunjungan persahabatan antara kedua negara. Kunjungan ke Lanud Adisutjipto merupakan upaya menjalin hubungan antara kedua negara, terutama perkembangan penerbangan di kedua negara. Selama di Yogyakarta rombongan mengunjungi Wingdikterbang Lanud Adisutjipto, AAU, Borobudur dan pertunjukan Ramayana di Candi Prambanan selanjutnya Rombongan akan melanjutkan lawatannya ke Pulau Dewata Bali.

Di sela-sela Kunjungannya Kasau India menyempatkan poto diatas cockpit pesawat KT -01 Wong Bee, dan merasa tertarik dan kagum  dengan kebolehan "The Jupiters" apalagi The Jupiters ini telah memeriahkan event-event dunia. Beliau juga sempat menawarkan untuk mengundang The Jupiters tampil di negara India. "ya kita tunggu perintah" tegas Danlanud Adisutjipto.
Komandan Lanud Adisutjipto menyampaikan bahwa "kunjungan ini dapat menjadi sarana tukar menukar informasi kedua belah pihak baik TNI AU maupun Indian Air Force". Selanjutnya Komandan juga berharap bahwa kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dalam beberapa aspek yang mendorong kemajuan Angkatan Udara kedua negara yaitu India dan Indonesia pada khususnya, serta kerjasama militer di area Asia Pasifik pada umumnya.(http://www.tni.mil.id)

Helikopter TNI AU mendarat darurat di pedalaman


Helikopter TNI AU mendarat darurat di pedalaman
Ilustrasi - Helikopter AS-332 Super Puma TNI AU. (ANTARA FOTO/Adhitya Hendra)
Faktor cuaca yang menyebabkan heli mendarat darurat
Jayapura  - Helikopter AS-332 Super Puma TNI AU yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, Jumat, ternyata mendarat darurat di pedalaman Papua, yakni antara Batom dengan Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Data yang dihimpun ANTARA menunjukkan helikopter yang membawa anggota satuan tugas perbatasan dari Batalion Infantri 133 TNI AD itu berhasil mendarat secara selamat.

Helikopter transport-serba guna dengan pilot Mayor Penerbang Tarigan itu sempat mengalami gangguan mesin dalam perjalanannya dari Sentani menuju Kiwirok.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Fransen Siahaan, yang dihubungi ANTARA membenarkan adanya insiden tersebut, namun ditegaskan bahwa helikopter berhasil mendarat dengan selamat.

"Faktor cuaca yang menyebabkan heli mendarat darurat," ujar Pangdam Cendewasih Mayjen TNI Siahaan.

Heli jenis AS-322 Super Puma TNI AU itu dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kiwirok, Sabtu (29/11). (ANTARA News)

Pantau Maling Ikan Hingga Daerah Berbahaya, LAPAN Bikin Pesawat Tanpa Awak

//images.detik.com/content/2014/11/28/1036/dronelapan.jpg
Bogor -Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengembangkan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Program bernama LAPAN Surveillance UAV (LSU) sudah menghasilkan 5 jenis pesawat tanpa awak yakni LSU 01, 02, 03, 04, dan 05.

Pesawat tanpa awak ini bisa dipakai untuk pemantauan daerah perbatasan, daerah bencana, daerah berbahaya, serta misi terbang jarak jauh.

"Fungsi bisa dipakai pemantauan atau surveillance seperti lahan pertanian, mitigasi bencana, maritim, tepi pantai," kata Kepala Bidang Teknologi Prokusi Puslitbang LAPAN, Bayu Utama kepada detikFinance di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11/2014).

Varian terbaru pesawat tanpa awak atau drone ini ialah LSU 05. Pesawat ini memiliki daya jelajah hingga 240 km dengan lama terbang 8 jam dan mampu membawa beban 30 kg. Pesawat ini memakai bahan bakar tipe Pertamax.

"Ini LSU 05 bisa bawa beban lebih besar. Berat yang dibawa bisa 30 kg," jelasnya.

Tidak hanya pesawat tanpa awak, LAPAN juga mengembangkan pesawat mata-mata berawak. Program ini bernama LAPAN Surveillance Aircraft (LSA).

Program ini memanfaatkan pesawat kecil berkapasitas 2 orang dan bermesin tunggal. Pesawat yang memiliki bentang sayap 18 meter ini didatangkan langsung dari Jerman, namun LAPAN memiliki kesempatan mempelajari pengembangan LSA untuk tahap berikutnya. LAPAN mengirim 6 insinyurnya untuk belajar ke Berlin sesuai perjanjian transfer of technology.

"Kita kirim 6 insinyur ke Berlin, berlanjut tahun depan. Ada instrumentasi diuji. LSA nanti bisa otomatis tanpa pilot, tapi pilot harus naik dulu. Setelah naik, dia tinggal pakai pilot autonomous sesuai program," terangnya.

Pemanfaatan pesawat UAV, kata Bayu, bisa dipakai untuk keperluan damai hingga militer. Pesawat UAV bisa dilengkapi persenjataan. Tipe pesawat UAV dinilai sangat aman untuk melakukan misi berbahaya karena tidak khawatir ada korban luka karena tertembak. Sebab pesawat UAV dikendalikan dari jarak jauh.

"Ke depan bisa dilengkapi senjata. Semua teknologi bisa dipakai untuk perang atau damai," ujarnya.(feb/hds)(Detik)