Pages

Monday, 29 December 2014

Lima Menit Kapal Nelayan Asing Diledakkan dan Tenggelam

Boom! Kurang Lima Menit Kapal Nelayan Asing Diledakkan dan Tenggelam
Salah satu kapal berbendera Thailand yang diledakkan TNI AL di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, Minggu (28/12/2014). TNI AL kembali menenggelamkan dua kapal berbendera Thailand yang melakukan kegiatan illegal fishing di Wilayah Perairan Indonesia. 
 
 
ANAMBAS- Dua unit kapal tangkap ikan asing kembali ditenggelamkan di sekitar perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (28/12/2014).

Tidak sampai lima menit, kapal berbobot 70 ton yang saat melakukan illegal fishing diawaki 6 ABK ini, nyaris tak berbekas.

MV Kour Son 77 yang sebelumnya merupakan hasil tangkapan KRI Sutedi Senoputra-378 pada 14 November 2014 lalu ditenggelamkan di sekitar perairan Tanjung Pedas, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Penenggelaman kapal ikan asing yang melakukan kegiatan illegal fishing ini, berlangsung cepat dengan cara diledakkan oleh pihak Komando RI Kawasan Barat sekitar pukul 09:22 WIB.

Selanjutanya, KM G. Chawat Chai 5, kapal ikan asing yang ditangkap oleh KRI Sultan Hasanuddin-366 pada 11 Desember 2014 lalu juga ditenggelamkan dengan cara yang sama.

Kapal dengan bobot 103 GT dan sempat diawaki 9 orang nelayan asing ini ditenggelamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal ini tenggelam lebih lama ketimbang kapal pertama.

"Kenapa tak seperti yang pertama ya. Tapi ngeri anginnya sampai ke kaki, tak tersisa pula. Padahal jaraknya cukup jauh dari kapal ikan asing yang diledakkan itu," bisik salah seorang rombongan saat berada di KRI Sultan Hasanuddin-366 yang ikut dalam acara penenggelaman tersebut.(TRIBUNNEWSBATAM.COM)

Panglima TNI: Intelijen Agak Kacau Pasca Reformasi

Panglima TNI Akui Intelijen Agak Kacau Pasca Reformasi Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kedua dari kiri). 
 
Jakarta,Tentara Nasional Indonesia menargetkan penguatan dan peningkatan kapasitas intelijen mulai tahun 2015. Program tersebut tercantum dalam ‘Pokok-pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2015.’

“Kami mengadakan pendidikan analisa manajemen intelijen. Saya berharap mereka (peserta pendidikan) dapat menjadi intelijen yang hebat,” kata Moeldoko.

Peserta pendidikan intelijen TNI berjumlah 30 orang. Pendidikan telah berjalan enam bulan hingga Desember 2014. Ke depannya, jumlah peserta didik direncanakan akan ditambah.

“Intelijen memang agak kacau pasca reformasi. Saat ini waktu yang tepat untuk meningkatkan kapasitas intelijen,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko.


Ia menilai kemampuan intelijen belakangan melemah sehingga penguatan intelijen perlu menjadi program prioritas. TNI kini melatih beberapa calon intelijen baru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan manajemen intelijen.

Sebelumnya, Moeldoko juga pernah menyinggung penurunan kualitas Badan Intelijen Strategis (BAIS), organisasi intelijen kemiliteran di bawah Markas Besar TNI. BAIS bertugas menyuplai analisis intelijen kepada Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan.

Mabes Polri akan mencari pembuat video ISIS yang menantang Jenderal Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Densus 88, dan Banser GP Ansor. Meski mengimbau masyarakat tak khawatir, Polri berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.

"Itu bisa kami tuntaskan, menemukan pembuat videonya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Pol Agus Rianto, Jumat lalu, di Jakarta.

Video yang dimaksud Agus ialah video yang diunggah akun Abu Muhammad ke situs Youtube, Rabu (23/12). Dalam video tersebut, seorang pria berjanggut yang berpakaian serba hitam menantang Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Densus 88 Antiteror, dan Barisan Serba Guna (Banser) GP Ansor untuk berperang. Tantangan itu dilontarkan menanggapi keinginan TNI-Polri membantu tentara koalisi menumpas ISIS di Timur Tengah.

Dalam video berdurasi 4 menit tersebut, seorang pria yang fasih berbahasa Indonesia menyatakan rasa suka citanya dengan rencana kedatangan TNI membantu pasukan koalisi memerangi ISIS. Pria itu menyatakan bahwa pesan dalam video tersebut ditujukan kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Polri dan Banser GP Ansor.( CNN Indonesia)

TNI AL Gagalkan Kejahatan terhadap Kapal Asing


Ilustrasi kapal perang milik TNI AL
Ilustrasi kapal perang milik TNI AL (sumber: wikipedia)
 
Batam - Tim Satuan Tugas Komando Armada RI Wilayah Barat (Koarmabar) TNI AL berhasil mengamankan empat pelaku kejahatan di atas kapal asing yang selama ini sering beraksi di Selat Singapura dan Selat Philip. Pelaku kini diamankan di Pangkalan TNI AL Batam.

"Kami menerima laporan mereka mencoba melakukan pencurian pada tiga kapal asing yang tengah melintas di Selat Malaka. Laporan kami tindaklanjuti dengan mengumpulkan informasi serta pengejaran," kata Panglima Koarmabar, Laksamana Muda Widodo di Lanal Batam, Sabtu (27/12) malam.

Ia mengatakan, selama ini keberadaan para pelaku kejahatan tersebut sudah sangat meresahkan sehingga TNI AL membentuk tim reaksi cepat untuk mengatasi hal tersebut.

"Awalnya informasi masuk pada 24 Desember. Setelah diketahui pasti berdasarkan laporan intelijen, selanjutnya 25 Desember kami lakukan pengejaran di Pulau Terong Batam. Pada pelaku kami juga temukan narkoba," kata dia.

Narkoba yang diamankan di antaranya lebih dari 100 bungkus ganja siap edar, dan setengah kilo yang belum dijadikan paket-paket kecil, serta satu bungkus shabu.

"Salah satu dari mereka ternyata positif pemakai dan sebagai bandar. Kami menduga karena mereka membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan narkoba, akhirnya melakukan pencurian di atas kapal," kata Widodo.

"Untuk mengelabuhi petugas, mereka berbaur dengan masyarakat Pulau Terong. Namun setelah ditunggu beberapa lama akhirnya berhasil diamankan," kata Widodo.
Ia mengatakan, walaupun mereka melakukan aksi di atas kapal, namun sangat jauh jika disebut sebagai perompak.

"Mereka tidak melumpuhkan untuk menguasai. Namun hanya mengambil sebagian kecil untuk kebutuhan mereka," kata dia.

Widodo mengatakan, hal seperti itulah yang selama ini dibesar-besarkan sehingga seolah-olah perairan Indonesia utamanya sekitar Selat Malaka menjadi jalur berbahaya.

Pengejaran, kata dia, melibatkan tim Satgas Koarmabar yang terdiri dari Den Intel Arba, Intel Gabungan Lant IV, Marinir dari Batalyon Infanteri 10/Marinir Pulau Setoko, dan Polisi Militer Lanal Batam.

"Namun apa pun bentuk kejahatannya, kami akan siap melakukan respons cepat agar segera bisa diatasi. Tentu kami tidak ingin terkesan membiarkan kejahatan di perairan Indonesia," kata dia.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut keempat tersangka selanjutnya diamankan di markas Lanal Batam di Tanjungsengkuang.(Berita Satu)