Pages

Monday, 29 December 2014

Presiden Perintahkan Sapu Bersih Kelompok Teroris di Poso

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Jakarta, Jumat (19/12)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Jakarta, Jumat (19/12)

JAYAPURA -- "Perintah bapak Presiden Jokowi, sapu bersih. Seluruh matra TNI turun, masa 10 tahun didiamkan, mulai bulan depan (Januari 2015) turun habisi," katanya di Skouw-Wutung, Kota Jayapura, Papua, Ahad (28/12).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaakan pemerintah segera menumpas kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Bahkan dikabarkan kelompok ISIS juga telah memasuki Poso.

Tjahjo mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan perintah agar semua matra TNI diturunkan untuk menumpas kelompok-kelompok yang sering melakukan aksi teror, pada Januari 2015.

Terkait kelompok ISIS, Mendagri mengungkapkan telah mendeteksi 100 warga dari luar Indonesia yang masuk ke Poso, Sulawesi Tengah untuk berjihad.
"Sudah ada 100 warga negara luar yang masuk di Poso, yaitu kelompok ISIS. Kalau jihad di Suriah tidak bisa, jihad di Poso," ujarnya.

"Ini kan harus diantisipasi, rawan perbatasan. Kemudian meminta seluruh matra TNI untuk kerja, bongkar semua wilayah-wilayah perbatasan. TNI juga harus diperhatikan, asrama yang jelek, mercusuar yang jelek, yang towernya jelek, signalnya nggak bagus, dan masalah narkoba, yang menyangkut keamanan. Itu semua diperhatikan," jelasnya.

Disinggung mengenai adanya penyelundupan senjata di wilayah perbatasan, Mendagri Tjahjo menjawab, "Yaitu ISIS. Nanti seluruh matra TNI turun. Mereka (ISIS) yang pimpin itu kan seorang eks Kopasus, anggotanya sekitar 200 orang," katanya.

Mendagri Tjahjo menegaskan bahwa Pemerintah Pusat tidak mentolelir kelompok-kelompok yang akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Mereka akan ditumpas oleh TNI. Semua dikerahkan, baik itu Polri," katanya.(REPUBLIKA.CO.ID)

TNI AU Prioritaskan Pangkalan Rahasia Bekas Belanda



Bendera Belanda
Bendera Belanda

BALIKPAPAN -- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Balikpapan, Kalimantan Timur, Kolonel (Pnb) Zulfahmi berjanji memberikan perhatian prioritas terhadap bekas pangkalan udara rahasia Belanda di Melak, Kutai Barat.

"Saya akan meneruskan apa yang sudah dimulai pejabat sebelumnya," kata Kolonel Zulfahmi di Balikpapan, Sabtu (27/12).

Sejumlah catatan dari Perang Dunia II menyebutkan pangkalan udara rahasia Belanda di Melak tersebut bernama Samarinda II Airfield.

Pangkalan ini dibangun Belanda di antara Melak dan Long Iram, tidak jauh dari tepi Sungai Mahakam pada tahun 1936 dan mulai beroperasi 1938. Melak dan Long Iram sekarang termasuk wilayah administrasi Kabupaten Kutai Barat.

"Itu pangkalan besar, ada 2 runway (landasan pacu) dan diawaki 500 personel," ujarnya.

Pada tahun 1936, Belanda menggunakan pangkalan itu sebagai antisipasi bila terjadi perang dan seluruh pangkalan udara lain dihancurkan musuh.

Zulfahmi menggantikan pejabat sebelumnya Kolonel (Pnb) Tri Budi yang pindah tugas ke Makassar sebagai Asisten Personel Komando Operasi Angkatan Udara II di Pangkalan Udara Hasanuddin.

Adapun serah terima jabatan Danlanud Balikpapan telah dilaksanakan pada Kamis (24/12) lalu.

Dengan pesawat udara jenis T-50, Kolonel Tri Budi sebagai Danlanud Balikpapan beberapa kali mendarat di bekas pangkalan udara rahasia Belanda tersebut dan menggelar pertemuan dengan masyarakat.

Saat ini, pangkalan udara itu menyisakan dua landasan udara yang kondisinya masih cukup bagus. Kondisi itu berbeda dengan sejumlah bangunan yang dulunya perkantoran, barak, hanggar, dan gudang amunisi.

Dalam gudang amunisi juga tersimpan sejumlah bom yang masih aktif, meskikpun kondisinya sudah berkarat dan tampak tua.

Selain lahan yang ditumbuhi semak dan kelihatan tidak terurus, pada lahan bekas pangkalan itu ada masyarakat yang mencoba membangun rumah. Bahkan, menurut Kolonel Tri Budi, ada yang berusaha memperjualbelikan tanah pangkalan itu.

"Masalah itu yang akan kami tertibkan semua," kata Kolonel Zulfahmi, yang sebelumnya bertugas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, sebagai Kepala Dinas Operasi. (REPUBLIKA.CO.ID)

Pameran Alutsista Kodam XVII/Cenderawasih 2014


Salam Komando !!!!!!


Minggu pagi yang cerah ini terasa berbeda, pasalnya hari ini adalah hari terakhir pameran Alutsista yang diselenggarakan Kodam XVII/Cenderawasih di Papua. Terik matahari tidak menyurutkan minat masyarakat untuk mengunjungi berbagai Stand-Stand yang ada.


Stand yang cukup ramai dikunjungi salah satunya Stand Penerangan Kodam (Pendam  ) yang melayani cetak foto gratis. Pengunjung yang sudah memiliki Foto momen di Pameran Alutsista ini dapat langsung mencetak  foto di tempat ini yang dapat ditunggu dan langsung jadi. Pengunjung banyak mencetak foto mereka yang berpose diatas Kendaraan tempur milik TNI seperti KOMODO, ANOA, TANK SCORPIO, TARANTULA dan lainnya.

Stand Yonif 751 juga tidak kalah ramainya, pasalnya pengunjung dapat mencoba alat samar muka yang TNI gunakan saat latihan atau tugas didalam hutan yang memiliki situasi tempur khusus yang mengharuskan pasukan harus tidak terlihat atau tersamar dari pantauan musuh. Mulai dari orang tua hingga anak -anak sangat antusis untuk mencoba alat samar tersebut.

Pameran Alutsista ini direncanakan akan resmi tutup hari ini pukul 15:00 WIT. Sebelum ditutup akan diadakan parade Kendaraan Tempur yang akan mengelilingi Kota Jayapura dan Pengunjung diperbolehkan untuk ikut menaiki kendaraan tempur tersebut. Setelah di Kota jayapura, rombongan kendaraan tempur Alutsista ini akan singgah di Kota Manokwari untuk dipamerkan kembali disana.

“Paling bagus Tank TNI” ujar Vito, Salah satu pengunjung Pameran alutsista Kodam XVII/Cenderawasih yang masih duduk di kelas 1 SD dan beralamat di Dok 5. Dia juga menambahkan sangat senang bisa naik Tank TNI ini untuk pertama kalinya.

Stand pameran Alutsista Kodam XVII/Cenderawasih 2014
Stand pameran Alutsista Kodam XVII/Cenderawasih 2014

Anak-anak Antusias menaiki Kendaraan Tempur
Anak-anak Antusias menaiki Kendaraan Tempur

Pengunjung mencoba alat samaran di Stand Yonif 751/R
Pengunjung mencoba alat samaran di Stand Yonif 751/Rkomando !!!

(kodam17cenderawasih.mil.id)