Pages

Sunday, 1 February 2015

752 Sorong Dikirim ke Pusat Pelatihan Kopassus

Pusat Pendidikan Kopassus (Pusdikopasus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat. | Wikimapia.org
Pusat Pendidikan Kopassus (Pusdikopasus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

SORONG,Komando Distrik Militer (Kodim) 1704 Sorong mengirim 425 personil Yonif 752 Praja Vira Tama di daerah tersebut, Rabu (28/1/2015), untuk menempuh pendidikan raider di Pusat Pendidikan Kopassus (Pusdikopassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Komandan Kodim 1704 Sorong, Letkol Infantri Robby Suryadi mengatakan, pelatihan Raider tersebut sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Jakarta beberapa hari lalu.

“Pelatihan Raider adalah pelatihan untuk meningkatkan kemampuan prajurit laut, udara termasuk kemampuan tempur di rawa dan gunung,” kata Letkol Infantri Robby Suryadi.

Sesuai dengan program kerja dibidang operasi, ia mengatakan, akan diberikan kemampuan 12 Yonif Batalyon dilingkungan Kostrad dan sisanya pada Yonif di Papua diantaranya Yonif 751, Yonif 752 dan Yonif 753.

Letkol Robby Suryadi mengatakan pelatihan Raider diperlukan bagi prajurit TNI AD Sorong sebagai upaya meningkatkan grade prajurit daerah itu. “Pelatihan digelar selama tiga bulan,” tandasnya.(CAHAYAPAPUA.com)

Aparat TNI Siaga di Perbatasan Timor Leste


Timor Leste Memanas, Aparat TNI Siaga di Perbatasan
Puspen TNI/Puspen TNI
ilustrasi 

 ATAMBUA-- Isu memanasnya situasi di wilayah Timor Leste, membuat aparat TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur (Yonif 514 Kostrad) memperketat penjagaan di garis perbatasan.

Total prajurit Yonif 514 yang ada di Sektor Timur sebanyak 350 orang, dikerahkan untuk menempati 20 pos yang ada sebanyak 330 prajurit, dan menyisahkan 20 prajurit di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas RI-RDTL di Sesekoe, Kecamatan Atambua Barat, Belu.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP, menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2015).

Mayor Nas menuturkan, beberapa pekan ini beredar isu bahwa situasi politik di negara RDTL lagi memanas. Dugaan adanya persaingan politik antarelit, sehingga dampak ikutannya tentu ke wilayah Indonesia.

Menghadapi isu tersebut, TNI yang bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL khusus di sektor Timur akan selalu siaga dengan melakukan patroli 7 x 24 jam.

"Jadi kita bukan saja patroli untuk menghalau oknum penyelundup tetapi juga menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita tidak mau TNI berbenturan dengan pasukan UPF di perbatasan Timor Leste. Selama ini hubungan kita terjalin baik, komunikasinya baik. Jangan karena isu lalu meruncing situasi di perbatasan kedua negara," jelas Mayor Nas.

Menurutnya, anggota pasukan yang diterjunkan ke sektor Timur dari satuan Yonif 514 Kostrad seluruhnya 350 orang tersebar di 20 pos dari Motaain hingga Builalu.

Apabila selama ini prajurit lebih banyak di mako maka saat ini prajurit lebih banyak dikonsentrasikan di pos yang ada dan menyisahkan 20 orang prajurit di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL di Sesekoe.

"Prajurit kita tempatkan lebih banyak di pos. Di Mako cuma 20 orang. Kita akan patroli menjaga keamanan di perbatasan RI-RDTL. Memang isu seperti itu (Timor Leste memanas, Red) tapi kita harus tetap waspada dan berjaga-jaga walaupun cuma isu," ujarnya.

Pada bagian lain, ditanya soal ada upaya warga menyerahkan senjata api rakitan pasca kerusuhan di Timor Timur, Mayor Nas mengatakan, sejauh ini belum ada inisiatif dari warga untuk menyerahkan secara sukarela.

Padahal, TNI sangat berharap warga yang masih menyimpan senjata ataupun bahan peledak lainnya, supaya bisa menyerahkan secara baik-baik dan tidak akan diproses.

"Malah kita sudah wanti-wanti, apabila ada warga yang menyerahkan maka kita akan berikan hadiah. Tapi belum ada yang serahkan. Kita memang berharap warga tidak menyimpan karena akan sangat berbahaya," kata Mayor Nas. (TRIBUNNEWS.COM)

Polri Amankan Bangkai Kapal Australia AS


Ilustrasi bangkai kapal di dasar laut.
Ilustrasi bangkai kapal di dasar laut. 
 
Cilegon - Mabes Polri mengamankan bangkai kapal Perang Dunia II tahun 1942 milik Australia dan Amerika Serikat di perairan Selat Sunda. Pengamanan kedua kapal HMS Perth dan USS Houston itu, agar tidak mengalami pencurian.

"Pengamanan kapal bekas Perang Dunia II itu melibatkan tiga kapal patroli dari Mabes Polri," kata Kabag Bin Ops Ditpolair Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi Pepen Sumpena saat dihubungi di Cilegon, Sabtu (31/1).

Ketiga kapal Mabes Polri itu, antara lain Kapal Tekukur nomor lambung 4016, Kapal Parkit 3004, dan Kapal Enggang 5010. Pengamanan bangkai kapal bersejarah ini untuk mencegah aksi pencurian yang dilakukan penambang besi tua ilegal. Petugas sempat memeriksa kapal pengeruk besi yang diduga kuat kapal mengangkut bongkahan besi kapal USS Houston.

"Kami meminta kapal patroli dari Mabes disiagakan untuk penjagaan situs sejarah yang melibatkan dua kedutaan besar itu," ujarnya.

Ia menjelaskan posisi bangkai kapal HMAS Perth dengan kedalaman 26 meter, sekitar 45 menit dari Pulau Panjang atau berjarak empat mil dari Pelabuhan Bojonegoro. Sementara itu, kapal USS Houston berada di kedalaman 77 meter. Adapun jarak kedua kapal perang peninggalan pertempuran Selat Sunda 1942 hanya sekitar 3,5 mil.

"Kami berharap penjagaan ini dapat menyelamatkan cagar budaya bawah laut," katanya.

Sementara itu, Pasintel TNI AL Banten Mayor Laut (P) Budi Purnamajaya mengatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti instruksi dari Mabes AL untuk pengamanan bangkai Kapal Perang Dunia II itu.

"Kami siap siaga mengamankan kapal itu dari ancaman pencurian," katanya.(BeritaSatu)