Pages

Sunday, 22 March 2015

Infrastruktur kapal selam dibangun 2016

Infrastruktur kapal selam dibangun 2016
Dokumentasi anggota TNI AL melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10). Peringatan Hari TNI ini diharapkan dapat menjadi momentum dalam upaya meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan semangat juang prajurit TNI.
... bangun dulu infrastrukturnya, sebab kita belum punya dan hanya punya landasannya kapal selam...
Malang, Jawa Timur - Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah Arifin, mengatakan, pembangunan infrastruktur kapal selam di Indonesia direncanakan pada 2016, untuk menindaklanjuti penunjukkan perusahaan plat merah itu dalam memproduksi kapal selam dari Kementerian Pertahanan.

TNI AL memproyeksikan memiliki enam kapal selam baru, melengkapi dua kapal selam saat ini, KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, yang merupakan Tipe-209 dari Jerman. Korea Selatan menjadi salah satu alternatif penting sumber pengadaan keenam kapal selam baru itu selain kelas Kilo dari Rusia.

"Kita bangun dulu infrastrukturnya, sebab kita belum punya dan hanya punya landasannya kapal selam. Sehingga dengan ada infrastruktur, ke depan bisa lebih banyak produksi kapal selam," ucap Arifin, di Malang, Sabtu.

Ia mengatakan, keperluan Indonesia terhadap kapal selam sangat tinggi karena wilayahnya mayoritas adalah laut, sehingga kekuatan alutsista berupa kapal selam sangat dibutuhkan.

"Kalau kita melihat akan kebutuhan kapal selam sebenarnya Indonesia membutuhkan sebanyak 12 kapal selam. Sementara saat ini kita hanya mempunyai sedikit, itu pun produksi lama," katanya.

Terkait dengan rencana pembuatan kapal selam, Arifin menjelaskan saat ini sedang dalam proses produksi tiga unit, di antaranya satu unit akan dibangun di Indonesia, dua lainnya sedang dalam proses pembuatan di Korea Selatan.

"Sebanyak dua unit kapal selam dalam proses dibuat di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Lalu, satu unit dibangun di PT PAL Indonesia," katanya.

Untuk itu, sebelum memulai produksi satu unit kapal selam pihaknya akan membangun sejumlah infrastrukturnya terlebih dahulu, sehingga ke depan bisa dilanjutkan dengan produksi secara mandiri.

Sebelumnya, untuk merealisasi kapal selam PT PAL Indonesia mendapatkan kucuran penyertaan modal negara sebesar Rp1,5 triliun untuk membangun tiga unit kapal selam dengan nilai Rp500 miliar perunit.

Pembangunan itu, telah mendapat dukungan dari Komisi VI dan Komisi I DPR, dan alokasi biayanya juga menyangkut pengiriman tenaga ahli ke Korea Selatan untuk belajar pembuatan kapal selam.

Arifin berharap, ketika PT PAL Indonesia sudah memulai produksi kapal selam, akan memperkuat persenjataan Indonesia, khususnya di wilayah laut.(ANTARA News)

Denjaka Bebaskan Tawanan Teroris


Detasemen Jalamangkara TNI AL bebaskan tawanan teroris
Ilustrasi sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL dalam satu lathan antiteror.
... 25 teroris yang dilengkapi senjata api dan bahan peledak dipasang di kilang serta berhasil menguasai Pertamina Plaju...
Palembang, Sumatera Selatan - Detasemen Jala Mangkara TNI AL berhasil membebaskan sejumlah tawanan teroris, di Pertamina Plaju Palembang pada gelaran latihan pembebasan sandera satuan pasukan khusus elit TNI AL itu, Sabtu.

Latihan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu diskenariokan di lokasi Pertamina Plaju sebagai salah satu pusat energi di Sumatera Selatan.

Skenarionya, 25 teroris yang dilengkapi senjata api dan bahan peledak dipasang di kilang serta berhasil menguasai Pertamina Plaju, selanjutnya menyandera beberapa pejabat setempat dengan tujuan minta tebusan uang.

Operasi penyelamatan para sandera ini didudukung oleh beberapa tim yaitu combat free fall, rubber duck operation, advanced fastrope, dan tim perahu serbu sea raider.

Pada waktu yang sudah direncanakan, empat tim melakukan infiltrasi dengan navigasi jarak jauh melalui KRI Makassar 590 menuju kapal sasaran Pertamina memakai sea raider.

Dua tim rubber duck operation menurunkan satu perahu karet dan masing-masing tiga personel dengan menggunakan pesawat Cassa NC 212 dari Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Selanjutnya tim bergerak menuju ke sasaran yaitu gedung Marine Region III Pertamina Plaju.

Pada pusat sasaran tempat sandera ditahan tim combat free fall melakukan infiltrasi udara menggunakan helikopter Bell-412 dari KRI Makassar-509.

Sementara itu tim Delta bergerak untuk menjinakkan bahan peledak di sasaran ruang kontrol kilang dengan menggunakan teknik fast ropping.

Teroris pun berhasil dilumpuhkan, serta para sandera akhirnya diamankan. Selanjutnya Denjaka TNI AL melakukan pengecekan personel dan materil, misi pun selesai.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, cukup puas dengan hasil latihan hari ini. "Latihan ini menyiapkan Denjaka untuk mereka memiliki kompetensi sebagai pasukan anti teror aspek laut, nanti akan digunakan panglima TNI," katanya.
"Kalau untuk kegiatan di kita adalah sifatnya menangani perampokan kecil-kecilan naik ke kapal, tapi kalau untuk pembajakan yang sifatnya besar itu jarang terjadi," kata Supandi.  (ANTARA News)

TNI AL dan AL Thailand berlatih bersama

Hasil gambar untuk TNI AL dan AL Thailand berlatih bersama
Surabaya  - TNI AL dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand akan menggelar latihan bersama bersandi Exercise Sea Garuda 18AB-15, di Teluk Thailand pada 2-9 Juni 2015.

Dinas Penerangan TNI AL dalam keterangan pers diterima di Surabaya, Jumat, rencana latihan bersama itu telah dibahas dalam rapat finalisasi antara delegasi TNI AL dan delegasi AL Kerajaan Thailand, di Surabaya pada 18-19 Maret 2015.

Delegasi Indonesia dipimpin Kolonel Pelaut Mohamad Zaenal, sedangkan delegasi Thailand dipimpin Chief of Staff of Frigate Squadron 1, Royal Thai Fleet, Captain (kolonel) Paisarn Meesri.

Zaenal mengatakan, dalam Exercise Sea Garuda 18AB-15 itu akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Tahap Pangkalan, Tahap Manuver Laut, dan Tahap Pengakhiran.

Tahap Pangkalan pada 2-4 Juni 2015 meliputi perencanaan dan koordinasi, kunjungan kehormatan, upacara pembukaan, pre sail briefing, pertukaran LO, olahraga dan permainan, resepsi dan makan malam kehormatan.

Selanjutnya Tahap Manuver Laut pada 5-7 Juni 2015 yaitu serial latihan di Teluk Thailand, kemudian tahap terakhir yaitu Tahap Pengakhiran pada 8-9 Juni 2015 yang meliputi kaji ulang dan upacara penutupan.

"TNI AL akan melibatkan dua kapal perang, yaitu KRI Usman Harun-359 dan KRI Sultan Hasanudin-366, satu pesawat CN 235 dan satu helikopter Bell BO-105 yang tergabung di KRI Sultan Hasanudin-366," katanya.

Sementara itu, Angkatan Laut Kerajaan Thailand melibatkan tiga kapal perang, yaitu HTMS Rakut Rajakumarn, HTMS Rattanakosin dan HTMS Sukhothai, juga satu pesawat Dornier Do-288 dan dua helikopter.

Latihan akan dihadiri Panglima Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, Laksamana Muda TNI Darwanto, yang selama di Thailand akan melaksanakan kunjungan kehormatan ke panglima Armada Angkatan Laut Kerajaan Thailand, komandan Pangkalan Sattahip, komandan Skuadron 1 dan komandan kapal induk HTMS Chakri Naruebet. (Antara)