Pages

Monday, 11 May 2015

Mencermati Sinyal Adrenalin "TSel"


Jawaban cemerlang juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir belum lama ini sungguh sangat membungakan hati kita: Pembangunan Indonesia tidak dipengaruhi bantuan Australia. Indonesia tidak dalam kapasitas meminta-minta bantuan Australia dan adalah hak Australia untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada Indonesia.  Ini adalah jawaban yang mampu memukul wajah negeri itu yang senangnya mengancam Indonesia dengan berbagai jurus sehubungan dengan ditembak matinya 2 gembong narkoba Bali Nine baru-baru ini.
Sinyal adrenalin TSel (Tetangga Selatan) belakangan ini menuju tensi tinggi karena tidak legowo dengan matinya 2 warga negaranya yang tersangkut pidana narkoba.  Mulai dari ancaman akan membekukan bantuan luar negerinya kepada Indonesia sebesar 4 trilyun, mengajak boikot warganya ke Bali, memberi beasiswa dengan nama “pahlawan” Bali Nine, menghalangi dan membatalkan perjalanan Sby ke Perth sampai dilarangnya mahasiswa kita ikut kuliah di sebuah universitas disana.
Halim AFB, salah satu basis kuat TNI AU
Sesungguhnya Australia memerlukan Indonesia dalam segala hal.  Artinya kita sesungguhnya begitu penting di mata mereka.  Negeri berpenduduk 250 juta ini adalah pasar ekonomi yang bisa mempengaruhi kehebatan negeri itu. Ada puluhan ribu mahasiwa Indonesia di Australia yang tentu ikut menggeliatkan ekonomi negeri itu. Peternak sapi Australia memerlukan pasar besar yang bernama Indonesia. Indonesia sesungguhnya juga merupakan bumper bagi Australia terutama menghadapi ancaman militer raksasa Cina yang mulai menyemburkan api lidah naga di kawasan sekitarnya.
Arogansi cara bertetangga negeri warisan aborigin itu tidak telepas dari persepsi dan perspektif pengendali pemerintahannya yang merasa selalu diatas angin dan kesan mendikte jika berselisih paham dengan RI.  Maunya dia ya kemauan dia yang diikuti sebab kalau tidak maka menu omongan bernama dan bernada ancaman dia teriakkan dengan sok jagoan misalnya tarik duta besar, boikot pariwisata, ungkit-ungkit bantuan tsunami dan seterusnya.  Kita berkesimpulan bahwa pengendali pemerintahan disana memang tidak menunjukkan cara pandang yang bijaksana dan dewasa dalam hubungan pertetanggaan khususnya dengan Indonesia. Yang dikedepankan hanya arogansi dan merasa kastanya lebih tinggi.
Terkait dengan hubungan kerjasama pertahanan dan militer dengan kita, ada beberapa  kerjasama yang sedang on going project, misalnya hibah berbayar 5 Hercules dan pembelian 4 Hercules bekas.  Kemudian kerjasama pelatihan militer antar kedua negara. Lebih penting dari itu adalah Australia harus memelihara hubungan ekonomi, militer dan kepolisiannya dengan kita karena kebutuhan masa depannya.  Apalagi saat ini Indonesia sedang melaksanakan modernisasi militernya di segala matra.
Uji tembak peluru kendali Exocet Blok 3
Perkuatan militer Indonesia pada saatnya nanti akan memberikan kekuatan pertahanan diri yang setara dengan negeri itu.  Artinya tidak bisa lagi Australia meremehkan kekuatan militer kita. Indonesia saat ini sedang membangun kekuatan militernya dengan anggaran belanja yang meningkat tajam.  Bahkan diperkirakan tahun 2017 nanti anggaran pertahanan Indonesia sesuai prediksi Andi Widjajanto akan menjadi nomor satu di ASEAN.  Dan itu akan berlanjut terus sehingga fajar kekuatan militer yang kekar gagah itu akan terlihat di tahun 2024 kelak, sepuluh tahun dari sekarang.
Saat ini saja sesungguhnya gertak sambal negeri kanguru itu tidak bergaung di negeri ini.  Mau boikot pariwisata kek, mau tarik dubes kek, mau putus bantuan kek, sudah gak ngaruh tuh.  Toh semuanya berjalan seperti biasa dan gertakan Abbott dianggap angin lalu.  Apalagi jawaban diplomat Indonesia Arrmanatha Nasir yang sangat jantan itu membuat negeri itu harus berhitung ulang.  Sebab dia juga harus berpikir ulang jika Indonesia melakukan serangan balik dengan menghentikan impor sapi atau menghentikan kerjasama kepolisian untuk tanggulangi teroris, dia akan kelimpungan sendiri.  Harap dicatat, kita bukan lagi pengikut tetapi sudah menjadi faktor penentu.
Indonesia akan terus berjalan dengan membangun kekuatan ekonomi dan militernya.  Yang tidak akan tertandingi Australia adalah kekuatan ekonomi Indonesia yang sudah jauh mengungguli tetangga selatan itu.  Demikian juga perkuatan militer Indonesia dengan membangun kekuatan 1 divisi marinir di timur Indonesia, membangun armada tempur kawasan timur berpusat di Sorong, menambah kekuatan skuadron tempur di Biak, memperkuat radar-radar militer tentu pada saatnya akan mampu menyadarkan dia bahwa tetangga dekat utaranya itu bukanlah anjing kampung yang mudah digertak.
Kekuatan ekonomi dan militer Indonesia sedang menuju kekuatan herder dan jika itu tercapai sepuluh tahun dari sekarang sebagaimana prediksi lembaga-lembaga internasional maka gertak sambal yang selalu dikumandangkan selama ini akan dibalas dengan gemeretak geraham sambil menyeringai.  Dijamin kanguru sebelah terdiam dan terkesima.  Yang perlu dipahami Australia adalah meski nanti kekuatan ekonomi dan militer kita sudah setara herder tetapi yakinlah kita tetap mengedepankan kultur timur yang selalu santun dan teposeliro dengan tetangga tetapi tentu dengan menambah rambu “anda sopan kami segan, anda senggol kami bacok”.(analisisalutsista)

selama Jokowi di Papua,Empat Sukhoi di siaga

Empat Sukhoi siaga selama Jokowi di Papua
Sukhoi-27 30 Flanker saat HUT ke-50 Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (23/9). 
 
Merauke- Empat unit pesawat tempur jenis Sukhoi dikerahkan untuk mengamankan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Provinsi Papua dan Papua Barat pada 8-11 Mei 2015.

Komandan Lanud Sentani Kol (Pnb) I Made Susila Adnyana kepada Antara mengatakan, keempat Sukhoi yang berpangkalan di Makassar itu disiagakan di Lanud Jayapura selama Presiden Joko Widodo berada di dua provinsi itu.

"Keempat pesawat tempur itu tiba di Bandara Sentani Jumat (8/5) sekitar pukul 16.00 WIT dan akan berada di Jayapura selama beberapa hari ke depan," ujar dia.

Adnyana mengatakan, kehadiran pesawat tempur Sukhoi menjadi tontonan warga yang ingin melihat langsung armada tempur milik TNI.

"Memang kedatangannya dalam rangka pengamanan Presiden Jokowi dan selama berada di Jayapura, masyarakat diberi kesempatan untuk melihat pesawat sukhoi," kata Adnyana.

Presiden Joko Widodo bersama sepuluh  menteri sejak kemarin berada di Jayapura dan dijadwalkan esok Minggu ke Merauke untuk panen raya di Wapeko, Distrik Kurik, pada areal sekitar 300 hektare dari 500 hektare yang ditanami di seluruh Merauke.

Seusai panen raya, Presiden dan Ibu Iriana Widodo dan rombongan akan langsung ke Manokwari di Papua Barat. (ANTARA News)

Operasi Nagabanda untuk bebaskan sandera di laut

Hasil gambar untuk tni al
Balikpapan  - Pembebasan sandera dari kapal yang dibajak teroris di tengah laut di Selat Makassar dekat perairan Balikpapan menjadi skenario utama latihan kesiapsiagaan operasional Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL yang akan dilangsungkan 11-13 Mei ini.

"Operasinya diberi sandi Operasi Nagabanda 15, dengan melibatkan 700 prajurit Koarmatim," kata Kepala Dinas Penerangan Armada RI kawasan Timur (Kadispenarmatim) Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, di Balikpapan, Kamis malam. Operasi ini akan ditampilkan di depan publik di Balikpapan.

Ke-700 prajurit itu menggunakan empat kapal perang (KRI), dua unit Combat Boat, empat unit Sea Rider, satu pesawat udara jenis Cassa dan dua helikopter Bell. KRI yang dilibatkan adalah KRI Ki Hajar Dewantara 364, KRI Surabaya 591, KRI Birang 831, dan KRI Keris 624.

Maman mengemukakan, setelah TNI AL meneriman informasi penyanderaan kapal tanker MT Permina di perairan Selat Makassar dekat Balikpapan, maka operasi penyelamatan sandera dan kapal segera diluncurkan.

"Yang pertama kami luncurkan tim Kopaska 1. Mereka terjun dari ketinggian 5.000 kaki dengan menggunakan pesawat Cassa CN 212. Tim Kopaska 1 ini mendarat langsung di geladak kapal untuk menguasai dan mengamankan geladak," katanya.

Operasi oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska) ini disebut Combat Free Fall (CFF). Kopaska adalah satuan pasukan khusus yang dimiliki TNI AL.

Langkah kedua adalah maritim interdiction operation atau MIO. Dalam MIO ini, Tim Kopaska 2 merapat ke kapal MT Permina dengan menggunakan perahu karet cepat (Sea Rider) di lambung kanan kapal. Kopaska 2 maju dan siap terlibat dalam tembak-menembak jarak dekat (close quarter battle/CQB atau close quarter combat/CBC) untuk menguasai anjungan kapal. Juga naik dari sisi kanan kapal Tim Kopaska 3 untuk menguasai ruang mesin.

"Sementara Sea Rider 3 dan 4 yang berisi Tim Kopaska 4 dan 5 bermanuver mengelilingi kapal untuk mengalihkan perhatian (deception) dan melindungi tim yang sudah ada di geladak," lanjut Kadispenarmatim.

Karena ditemukan bom di kapal, maka sebagian Tim Kopaska 4 yang memiliki kemampuan menjinakkan bahan peledak segera dikirim ke kapal. Mereka segera meluncur turun dari helikopter Bell dengan menggunakan tali untuk menjinakkan bom tersebut.

Saat operasi di laut berlangsung, di darat di Pelabuhan Balikpapan sudah bersiap tim medis. Polisi juga menyiagakan Tim Antiteror dan Tim DVI atau tim identifikasi dan forensik.

"Ditutup dengan penyerahan para tersangka teroris dari POM AL kepada Kepolisian," demikian Kadispenarmatim Letkol Laut Maman Sulaeman. (Antara)