Pages

Thursday, 28 May 2015

Sebanyak 64 KRI Amankan Perairan Barat Indonesia


KSAL Laksamana Ade Supandi usai meninjau KRI Rigel 933 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/5).
KSAL Laksamana Ade Supandi usai meninjau KRI Rigel 933 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/5).
 
TANJUNGPINANG -- Sebanyak 64 unit KRI mengamankan perairan di wilayah barat Indonesia sehingga nelayan lokal tidak perlu merasa tidak dilindungi dari ancaman nelayan asing. "Perairan Kepri ini salah satu yang diamankan. Selama ini aman-aman saja," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di gedung Daerah Tanjungpinang, Batam, Senin (25/5).

Ade Supandi yang pernah menjabat komandan Guskamlabar itu menjelaskan, TNI AL memiliki kapal cepat untuk mengamankan perairan di Kepri maupun perairan di wilayah barat Indonesia lainnya. Kapal cepat itu dipergunakan untuk merespons laporan bila ada ancaman atau gangguan dari pihak-pihak tertentu maupun dari pihak asing.

"Jadi kalau ditemukan pelanggaran di perairan, kami langsung dapat merespons segera," ujar mantan kepala staf umum TNI tersebut.

Dia mengimbau nelayan tidak merasa takut dengan adanya gangguan dari nelayan asing. Jika nelayan asing mengganggu nelayan lokal, TNI AL berada di depan untuk mengejar dan menangkap nelayan asing tersebut. "Kalau ada nelayan kita yang diuber-uber pihak asing, kita akan uber kembali mereka, sampai dapat," katanya seusai melakukan pertemuan singkat dengan Gubernur Kepri HM Sani.

Namun, Ade mengingatkan, nelayan untuk tidak memasuki wilayah negara tetangga. Nelayan hanya diperbolehkan menangkap ikan di wilayah Indonesia. Nelayan juga tidak diperbolehkan menggunakan pukat harimau saat menangkap ikan. "Nelayan harus mengantungi izin sebelum menangkap ikan," ujarnya.(REPUBLIKA.CO.ID)

Menyusuri Sejarah Marinir

Menyusuri Sejarah Marinir di Pantai Jalur Daendels
Pantai Pasir Putih merupakan salah satu tujuan wisata di Situbondo, Jawa Timur, 15 Mei 2015. Pantai ini merupakan tempat wisata tertua di tepi Jalan Raya Pos Daendels. 
 
Tegal - Sebuah tank bertipe Plavayushchiy Tank 76 (PT-76) menyambut wisatawan yang hendak mengisi liburan di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal. Moncong meriam kendaraan tempur berlapis baja itu tepat mengarah ke gerbang tempat pemungutan retribusi (TPR).

Tidak perlu takut. Tank milik Marinir-TNI Angkatan Laut itu adalah salah satu koleksi Monumen Bahari yang berada di dalam kawasan obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI). Dalam prasastinya dijelaskan tank buatan Rusia pada 1961 itu pernah dipakai dalam operasi Tri Komando Rakyat (Trikora), Timor-Timur, Gerakan Operasi Militer Aceh, dan lain-lain.

Monumen Bahari diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdjiatno, Wali Kota Tegal Adi Winarso, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih pada 20 Desember 2008. Bangunan fisik monumen seluas 5.000 meter persegi itu menyerupai kapal perang haluan menghadap ke selatan.

Layaknya kapal tempur sungguhan, bangunan haluan Monumen Bahari itu juga dilengkapi jangkar besar dan rantai. Tinggi jangkarnya mencapai dua meter. Jangkar dan rantai buatan Amerika pada 1957 itu pernah dipasang pada kapal perang (KRI) Jayawijaya yang juga buatan Amerika.

Di belakang bangunan haluan Momunen Bahari terdapat dua senjata pertahanan udara. Pertama, senjata anti-serangan udara jenis Mounting Sea Cat buatan Belanda pada 1963, lengkap dengan empat peluru kendali (rudal). Kedua, meriam kaliber 85 milimeter versi darat buatan Rusia pada 1963.

Adapun bangunan dua lantai di tengah monumen, yang bentuknya mirip ruang kemudi kapal tempur, belum bisa diakses wisatawan. “Masih kosong soalnya,” kata salah satu petugas TPR PAI, Giarto, pada Jumat, 14 Mei 2015. Kendati demikian, wisatawan masih bisa meneruskan perjalanan menyusuri “geladak” monumen bagian belakang.

Selain senjata anti-serangan udara Mounting Sea Cat lengkap dengan empat rudal, belakang Monumen Bahari juga terpasang lima torpedo (senjata bawah air yang diluncurkan kapal selam), dan dua ranjau tanduk buatan Rusia pada 1962. Di anjungan museum, terdapat sebuah pesawat Nomad dan kendaraan tempur Pintam BRDM.

Dalam prasastinya, pesawat Nomad buatan Australia pada 1974 itu pernah dipakai Marinir sebagai pesawat intai. Adapun kendaraan tempur Pintam BRDM yang mirip tank namun beroda empat ban utama dan empat ban samping itu buatan Rusia pada 1960.

Untuk menyusuri Monumen Bahari, wisatawan tidak dipungut retribusi lagi. “Gratis. Cukup membayar tiket masuk PAI saja,” kata Giarto. Di hari biasa, tiket masuk PAI hanya Rp 500 untuk anak-anak dan Rp 1.000 untuk orang dewasa. Di hari libur, tiket masuk untuk anak-anak Rp 1.000 dan Rp 1.500 untuk orang dewasa.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Seni Budaya, dan Pariwisata Kota Tegal, Sony Sontany, mengatakan murahnya tiket masuk PAI itu sudah termasuk premi asuransi Rp 300 per orang. “PAI itu obyek wisata termurah di Pantura karena perda (tentang retribusi) belum direvisi,” kata Sony pada Sabtu, 15 Mei 2015.

Setelah puas berfoto di Monumen Bahari yang memajang sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas sumbangan TNI AL, wisatawan bisa menyeberang jalan menuju wahana Water Boom. Di hari biasa, tiket masuknya Rp 4.000 untuk anak-anak dan Rp 6.000 untuk orang dewasa. Khusus pada hari libur, tiketnya naik Rp 2.000.

Sayangnya, wahana dengan dua perosotan itu tidak dibuka setiap saat. “Biasanya baru buka pada sore,” kata Sony. Rencananya, kolam ikan di selatan wahana Water Boom akan dimanfaatkan untuk wahana sepeda air. “Realisasinya akhir tahun ini,” kata Sony.

Sony menambahkan, Pemerintah Kota Tegal bekerjasama dengan Pangkalan TNI AL Tegal untuk “menghidupkan” gedung Monumen Bahari dengan sejumlah koleksi baru pada akhir 2015. Koleksi baru itu seperti foto-foto lawas yang menggambarkan cikal bakal pembentukan TNI AL di Tegal, buku-buku sejarah, hingga miniatur kapal-kapal perang.

Setelah menyusuri Monumen Bahari atau bermain air di Water Boom, wisatawan bisa menikmati angin laut di kursi-kursi taman pada pantai sepanjang 600 meter yang teduh oleh rimbunnya pohon cemara. Warung-warung makan berderet rapi, menyajikan beraneka ragam menu dengan harga murah.

Obyek wisata Pantai Alam Indah sangat mudah diakses karena gerbangnya tepat berada di pinggir Jalur Pantura Jalan Yos Sudarso, Kota Tegal, atau sekitar 500 meter di timur Pelabuhan Tegal. Jarak gerbang itu dengan pos TPR PAI hanya sekitar 500 meter. ( TEMPO.CO)

Bawa RI juara umum lomba tembak

Bawa RI juara umum lomba tembak, Mayor Warto diminta latih Jepang

Mayor Warto. 
 

Mayor TNI Warto pelatih tembak TNI AD dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berhasil membawa 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu. Setelah berhasil mengharumkan nama Indonesia, Warto mendapatkan tawaran untuk melatih tentara Jepang dan Malaysia.

"Ada tawaran dari Malaysia dan Jepang. Mereka ketemu langsung minta dilatih sama saya. Tapi saya cuma prajurit biasa kalau pimpinan tak mengizinkan, tak mau, karena saya pegang sumpah sapta marga," ujar Warto di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (25/5).

Dalam menyeleksi prajurit TNI untuk mengikuti perlombaan itu, Warto meminta anak didiknya harus mempunyai kedisplinan dan mental yang kuat. Bahkan ia harus juga mengetahui psikis masing-masing prajurit TNI.

"Saya harus masuk ke dalam jiwa mereka secara psikologis, tidak bsa saya suruh mereka masuk psikologis saya, itu salah besar karena karakter orang berbeda-beda antara si A dan si B punya tabiat berbeda," ujarnya.

Dia mengatakan, saat latihan tak mempunyai waktu untuk istirahat. Sebab, dia tak mempunyai waktu lama untuk mengikuti pelaksanaan perlombaan itu.

"Persiapan relatif pendek, hari Sabtu dan hari besar tak pernah libur karena misi kami membawa nama angkatan darat dan nama bangsa kita pertaruhkan negara maju," katanya.

Meski Indonesia dikenal negara tak maju, Warto meminta anak didiknya untuk tak pantang menyerah. Karena sejak tahun 2008 sudah memenangi tiga kali berturut-turut.

"Ya itu lah kita orangnya kecil kemampuan lebih besar dari mereka itu yang membanggakan kita, merah putih yang harus kita angkat, mungkin mereka menganggap kita tidak punya apa-apa Indonesia kecil di mata mereka," tambahnya.

Lanjut dia, kejuaraan yang berlangsung sejak 20-23 Mei di Puckapunyal, Victoria, Australia ini diikuti 17 tim dari 15 negara memperebutkan 50 medali emas. Hasilnya, kontingen Indonesia berhasil menyabet 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu.

Dia juga mengharapkan prajurit TNI bisa meraih juara umum pada tahun depan. Serta ia mempunyai keinginan untuk memajukan industri senjata buatan PT Pindad lantaran masih adanya kekurangan dalam perlombaan itu.

"Saya ingin majukan senjata buatan Pindad yang harus diperbaiki, karena kemarin sniper hitungan jarak hitungan angin 200 knot susah diperhitungkan. Uji coba di Sukabumi tidak tepat atau masih kurang latihan. Sementara tingkat kesulitan masih relatif, dinamika bisa kita temukan karena tidak boleh menyerah," tukasnya. (Merdek)