Pages

Thursday, 4 June 2015

Senjata Kami Tak Pakai Dukun

Dicurigai Australia, KSAD: Senjata Kami Tak Pakai Dukun  
TNI berhasil menyabet juara umum dalam kompetisi Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), yang digelar di Puckapunyal, Australia, pada 20-23 Mei 2015. Indonesia berhasil mengalahkan tuan rumah, Inggris bahkan Amerika, yang dikenal sebagai negara yang tentaranya sangat ahli menembak. Terlepas kemampuan TNI yang hebat, senjata yang digunakan turut memegang peranan, senapan SS2-V4 berhasil menghantarkan Indonesia menjadi juara, dan mengharumkan nama bangsa. pindad.com
 
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo tak terima dengan permintaan panitia perlombaan menembak di Australia untuk membongkar senjata Pindad yang digunakan kontingen Indonesia. Menurut Gatot, panitia lomba mencurigai senjata prajurit Indonesia lantaran menang telak dengan meraih 30 medali emas dari 50 yang diperebutkan. “Mungkin mereka pikir senjata kami pakai dukun,” kata Gatot kepada wartawan di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2015.

Jenderal Gatot juga membantah isu yang menyatakan bahwa peserta lain dalam lomba tersebut mengalah untuk Indonesia. Menurut Gatot, kehormatan negara dan kesatuan militer para peserta dipertaruhkan dalam lomba tersebut. Dengan demikian, mustahil jika ada perwakilan negara tertentu yang pura-pura kalah. "Apakah Marinir Amerika Serikat mau mengalah dalam lomba menembak? Tentu tidak," ujarnya.

Salah satu anggota kontingen TNI AD, Sersan Dua Misran, juga mengatakan bahwa Australia dan negara peserta lain kaget melihat perwakilan Indonesia memborong medali. Menurut Misran, panitia lomba mencurigai ada kecurangan dalam spesifikasi pistol G2 dan senapan serbu SS2 V4 buatan PT Pindad Persero yang dipakai personel TNI AD.

"Padahal spesifikasi kami sama dengan senapan M-16 buatan Amerika Serikat yang dipakai juga di lomba itu," tutur Misran.

Sebelumnya, dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai telak.

Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan Angkatan Darat Australia, yang duduk pada posisi kedua, mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat, yang bertengger pada posisi ketiga, mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. (TEMPO.CO)

Korpaskhas Berkunjung PT Pindad Untuk Memenuhi 119 Unit Kendaraan Taktis

Butuh 119 Unit Kendaraan Taktis, Korpaskhas Sambangi PT Pindad
Bandung - Sejumlah pejabat utama Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) menyambangi PT Pindad di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (28/5/2015). Dalam kunjungan tersebut, pasukan elite TNI Angkatan Udara ini membutuhkan 119 unit kendaraan taktis (rantis). Korpaskhas memuji produk alat utama sistem senjata (alutsista) karya Pindad.

"Kami berharap rantis yang akan kita miliki itu diproduksi di Pindad. Tentu sebagai anak bangsa, kami berkomitmen dan berkewajiban kebutuhan tersebut diserahkan kepada Pindad sebagai industri pertahanan dalam negeri," kata Dankorpaskhas Mersekal Muda TNI Adrian Wattimena usai berjumpa dengan para petinggi PT Pindad.

Adrian menjelaskan, ratusan rantis yang kelak dimiliki nanti untuk seluruh kebutuhan Paskhas yang terdiri sembilan Batalyon Komando dan lima Detasemen Pasukan Khusus.

"Mereka harus didukung kemampuan mobilitas tinggi dengan menggunakan rantis. Dari semua kebutuhan itu rinciannya 119 rantis yang terdiri berbagai tipe dan jenis," ujarnya.

Meski begitu, sambung Adrian, pihaknya menyadari untuk merealisasikan kebutuhan ratusan unit rantis itu diperlukan anggaran serta kebijakan dari Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI.

Lebih lanjut Andrian menuturkan, kunjungan ke PT Pindad bertujuan menambah pengetahuan teknologi alutsista yang bisa mendukung kebutuhan operasi dan latihan Korpaskhas. Terlebih pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yaitu memaksimalkan kemampuan industri dalam negeri guna memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan.

"Varian-varian produksi Pindad tidak kalah dengan produk luar negeri," ucap Adrian.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim merespons positif rencana strategis Korpaskhas ke depan dalam hal dukungan peralatan pertahanan. "Tentunya kita harapkan ada anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut. Kita juga siapkan produk-produk unggul," ucap Silmy.

Selama ini kerja sama PT Pindad dengan Korpaskhas sudah terjalin melalui penggunaan produk senapan serbu berbagai varian seperti SS2-V1 dan SS2-V4. (Detik)

KRI Bung Tomo luncurkan rudal Exocet terbarunya

KRI Bung Tomo luncurkan rudal Exocet terbaru
Seorang prajurit TNI AL mengamati uji coba penembakan senjata strategis Rudal Exocet MM-40 Blok II dari kapal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo (TOM)-357 di Perairan Laut Jawa, Kamis (28/5/15). 
 
Surabaya - KRI Bung Tomo-357 yang merupakan kapal terbaru milik TNI Angkatan Laut melaksanakan uji coba peluncuran Rudal Exocet MM-40 Blok II dalam pelayaran di Perairan di Laut Jawa.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, Jumat, menjelaskan bahwa peluncuran rudal oleh kapal jenis pengawal yang dikomandani Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan itu, disaksikan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kamis (28/5).

"Kapal perang yang masuk dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim tersebut melakukan uji coba sistem persenjataan untuk mengetahui sejauh mana hasil pembinaan yang dilakukan selama ini serta untuk meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan operasional serta mengukur kemampuan persenjataan terbaru yang dimiliki TNI Angkatan Laut," katanya.

Penembakan rudal tersebut, kata Kadispen, juga dalam rangka penyiapan KRI Bung Tomo-357 yang akan bergabung dengan Satgas MTF XXVIII-H/UNIFIL di Libanon dalam waktu dekat ini.

Kasal mengatakan bahwa Rudal Exocet MM-40 Blok II merupakan generasi kedua yang dimiliki TNI Angkatan Laut setelah Exocet MM-38. Nantinya TNI Angkatan Laut akan memiliki Blok III sebagai generasi terbaru.

Peluncuran itu, katanya, selain untuk menguji keandalan rudalnya itu sendiri, juga dalam rangka menguji sistem yang ada di KRI Bung Tomo-357, karena kapal tersebut merupakan kapal baru yang dimiliki TNI Angkatan Laut.

Menurut dia, uji coba tersebut penting dalam rangka menguji kesiapan tempur dari KRI Bung Tomo-357.

Ia mengatakan bahwa tahapan-tahapan kegiatan peluncuran rudal Exocet MM-40 Blok II telah dilaksanakan dengan baik dan rudal dapat meluncur sesuai dengan profilnya.

Penembakan Exocet MM-40 di Laut Jawa bukan satu-satunya uji coba yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut, karena juga dilakukan peluncuran persenjataan lain, seperti torpedo, meriam, maupun rudal jenis lain, yang berguna dalam rangka menguji kesiapan kapal sebelum digunakan sesuai proyeksi kekuatan dari Panglima TNI.

Selain Kasal, hadir juga Asreana Kasal Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Ary Henryncus Sembiring Meliala, Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Hari Pratomo, Aspam Kasal Laksamana Muda TNI Agus Heryana serta beberapa pejabat teras Mabes TNI Angkatan Laut lainnya yang berada di KRI Surabaya-591.

Selain dari atas geladak KRI Surabaya-591, peluncuran Exocet juga disaksikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Guspurlatim) Laksamana Pertama TNI I N.G. Ariawan serta para kepala satuan kerja di Mako Koarmatim. (Antara)