Pages

Monday, 22 June 2015

Jokowi Terkaget-kaget, Indonesia Punya 250 Industri Kapal

image
Batam – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat tak percaya bahwa Indonesia sudah punya ratusan industri galangan kapal atau pabrik pembuat kapal laut. Dari 250 galangan kapal, ada 104 yang lokasinya di Batam, Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meninjau galangan kapal PT Anggrek Hitam di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/6/2015)

“Saya juga kaget ternyata di Indonesia ada 250 industri galangan kapal dan di Batam ada 104, ini kan besar sekali,” katanya.

Jokowi didampingi oleh Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Wagub Kepulauan Riau HM Soerya Respationo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Mensos Khofifah Indar Parawansa.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengaku wawasannya terbuka setelah berkeliling ke galangan kapal di Batam. Ia menyimpulkan industri galangan kapal yang ada di Indonesia mampu membangun sendiri segala macam produk kapal di dalam negeri. Hal ini penting karena dirinya punya program poros maritim dan ‘tol laut’ yang membutuhkan berbagai jenis kapal dalam jumlah banyak.

“Saya nanti minta list akan saya klopkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang akan kita bangun dalam lima tahun yang akan datang, mampunya berapa, jenis kapalnya apa,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan laporan dari pelaku industri galangan kapal, Indonesia sudah bisa mampu membuat berbagai jenis kapal sendiri jenis penumpang, kapal tanker, kapal kargo, roro. Fakta ini menurutnya tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh dirinya.

“Karena dengan target poros maritim yang akan kita bangun dengan konektivitas laut dengan tol laut yang akan kita bangun kita memang membutuhkan sebuah industri maritim, industri perkapalan dan galangan kapal yang memang betul-betul harus kita seriusi,” katanya. (finance.detik.com)

Galang Dukungan Eropa untuk Duduk di DK PBB

pbb
Jakarta – Indonesia terus mencari dukungan agar bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020. Setelah meminta dukungan pada negara-negara di benua Afrika dan Asia, kini Indonesia mencari dukungan dari negara Eropa, yakni Rumania dan Moldova.

Permintaaan dukungan itu muncul ketika terjadi pertemuan antara Direktur Jenderal (Dirjen) Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Dian Triansyah Djani dengan mitranya Dirjen Globalization Kemlu Rumania, Daniel Tanase dan Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Integrasi Eropa Moldova, Tudor Ulianovschi.

Pertemuan tersebut, menurut rilis dari Kemlu RI yang diterima Sindonews pada Minggu (19/6/2015), dilaksanakan masing-masing di ibukota kedua negara tersebut, Bucharest dan Chisinau pada 18 hingga 19 Juni 2015 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, selain meminta dukungan untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia dan Rumania serta Moldova juga membahas beberapa kerjasama, khusunya dalam bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

“Kami mengajak para pebisnis Romania dan Moldova untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia pada Oktober 2015 dan memanfaatkan Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN,” ucap diplomat Indonesia yang kerap disapa Trian tersebut.

Selain itu, Indonesia juga meminta dukungan Rumania yang merupakan anggota Uni Eropa atas isu-isu yang menjadi kepentingan Indonesia di Uni Eropa, seperti pembebasan visa schengen bagi WNI, implementasi sertifikasi Forest Law Enforcement and Trade (FLEGT) dan mempermudah penerbangan maskapai Indonesia ke Eropa. (Sindonews.com)

Bonefish akan Diujicoba di Indonesia

bonefish
Pada Indo Expo, pameran alutsista terbesar di Indonesia, Saab meluncurkan konsep kapal permukaan tanpa awak yang dilengkapi dengan radar, sensor dan sistem komunikasi canggih.

Kapal Bonefish dikembangkan oleh Saab dan pembuat kapal Indonesia PT Lundin. PT Lundin bertanggung jawab untuk platform, sementara Saab mengembangkan sistem kontrol kemudi dan subsistem lain yang terkait dengan persyaratan khusus.

Jika operasional nanti, Bonefish akan menjadi kapal multi-guna. Sebagai contoh, dapat digunakan untuk patroli, pengawasan, pencarian dan penyelamatan dan perlindungan lingkungan kerja.

“Bonefish akan diuji selama satu tahun. Kemudian kita akan mengevaluasi apakah akan mengambil langkah berikutnya untuk meluncurkan produk, “kata Kepala Saab Indonesia, Peter Carlqvist, 10/06/2015. (Saab Indonesia)