Pages

Wednesday, 18 July 2012

PTDI Serahkan Empat Helikopter Bell 412EP ke TNI AD


Teknisi dan staf PT Dirgantara Indonesia mempersipakan display helikopter Bell saat serah terima dua unit helikopter Bell 412 EP untuk TNI AD dan satu unit untuk TNI AL di hanggar PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/3). TNI sampai saat ini baru memiliki 76 unit helikopter. (Foto: TEMPO/Prima Mulia)

10 Agustus 2012, Jakarta: TNI-AD menerima empat helikopter serba guna Bell 412 EP yang berkemampuan teknis di atas jenis seri-seri terdahulu helikopter tersebut yang dipesan dari PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Penyerahan empat helikopter Bell 412 EP itu dilaksanakan dalam acara serah terima dari Direktur Utama PTDI Dr. Budi Santoso kepada Asisten Logistik Kepala Staf TNI AD, Mayor Jenderal TNI Sonny Widjaya bertempat di pangkalan Pusat Penerbangan AD di Skadron 21/Sena Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (10/8).

Pengadaan tersebut berdasarkan dua kontrak pengadaan yang masing-masing ditandatangani kedua pihak pada November 2011 dan Maret 2012, sejalan dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memerintahkan setiap pengadaan alat utama sistem senjata TNI harus memprioritaskan sumber dalam negeri.

Dalam acara serah terima itu, Dirut PTDI Budi Santoso menyatakan harapan pihaknya agar empat helikopter itu akan membawa pengaruh besar bagi kemampuan TNI, khususnya TNI AD dalam menghadapi tugas-tugas yang semakin berat. PTDI memang menyadari kebutuhan alutsista bagi TNI akan terus meningkat.

"Hal ini tentu sejalan dengan tantangan yang semakin beragam sehingga upaya antisipasi harus terus dioptimalkan. Kami sebagai salah satu penyedia produk alut sista, tentunya harus terus berupaya untuk dapat memenuhi tuntutan yang diminta," kata Budi Santoso.

Budi Santoso juga mengatakan bahwa TNI AD selama ini merupakan pemakai terbesar helikopter-helikopter produksi pihaknya, dan di masa mendatang diharapkan TNI AD akan tetap mempercayakan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan helikopternya pada PTDI.

Bell 412 EP merupakan helikopter serbaguna yang ditenagai sepasang engine, Pratt & Whitney PT6T-3D, dengan empat bilah rotor utama dan dua bilah rotor ekor. Helikopter ini termasuk kelas menengah dan diawaki oleh satu pilot dan satu ko-pilot serta mampu mengangkut 13 penumpang.

Helikopter Bell 412 EP merupakan Bell 412 generasi baru yang dapat diandalkan. Helikopter ini sebelumnya telah membuktikan kehandalannya dalam berbagai operasi baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.

Di samping mampu melaksanakan misi-misi militer, Bell 412 EP mampu melaksanakan penerbangan sipil, operasi SAR, dan pemadam kebakaran.

Sumber: Investor

Korps Marinir Latihan Pendaratan Amfibi di Lampung


17 Juli 2012, Pasewaran : Korps Marinir TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi amfibi di Pantai Caligi, Pasewaran Lampung Selatan, Selasa (17/7). Latihan yang melibatkan satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasmar-2 tersebut merupakan program latihan Triwulan III Tahun 2012 yang bertujuan untuk membina kemampuan dan kekuatan tempur pasukan pendarat.

Kegiatan diawali dengan Embarkasi pasukan di Dermaga Kolinlamil dengan KRI Banda Aceh, KRI Amboina dan KRI Bone, (16/7). Kemudian melaksanakan lintas laut menuju Daerah Sasaran Amfibi. Keesokan harinya dilaksanakan debarkasi gelombang pendaratan untuk melaksanakan serbuan amfibi ke pantai Caligi yang dikuasai musuh.

Setelah seluruh gelombang pendaratan mendarat, satu peleton peterjun statik melaksanakan penerjunan ke Drooping Zone di pantai untuk mempercepat penguasaan tumpuan pantai. Kemudian pada latihan kali ini dilaksanakan demo penembakan oleh Tank PT.76 dan BMP-3F, disusul penembakan 3 pucuk Meriam 57, 2 pucuk Howitzer 105, 2 roket RM -70 Grad 40. Laras yang masing- masing peluru mempunyai daya hancur 100 m2. Selanjutnya penembakan 2 pucuk Mortir 81, 2 pucuk Mortir 60, serta 2 pucuk sejata mesin berat dan ringan, kemudian ditutup dengan tembakan Bungalor Torpedo untuk membersihkan lapangan ranjau sehingga aman dilalui pasukan.

Pada latihan operasi amfibi yang berkekuatan satu Batalyon Tim Pendarat ini juga mengerahkan material tempur diantaranya 10 Tank PT76, 10 Tank BMP-3F, 10 Ranratfib (Kendaraan Pendarat Amfibi), 18 Perahu Karet, 1 Landing Craft Utility (LCU), 4 Kendaraan Pengangkut Artileri (KAPA), 2 BTR-50P, dan 2 LVT-7A1 serta 3 KRI.

Latihan operasi amfibi tersebut ditinjau langsung Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) A Faridz Wasingthon, Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Strurman Pandjaitan dan 4 Perwira Menengah dari Royal Thai Marine serta para pejabat teras Mako Kormar dan Komandan-komandan Kolak Pasmar-2.

Keberadaan perwira dari Royal Thai Marine pada latihan kali ini adalah sebagai peninjau latihan dalam rangka penjajakan latihan bersama antara Royal Thai Marine dan Korps Marinir di waktu yang akan datang.

Sumber: Dispenkormar

Korps Marinir Akan Gelar Latihan Bersama Marinir Thailand


Marinir Thailand saat latihan bersama U.S. Corps Marines pada Cobra Gold 2012. (Foto: U.S. Marine Corps/Lance Cpl. Ronald K. Peacock)

17 Juli 2012, Pesawaran, Lampung: Korps Marinir TNI AL akan menggelar latihan gabungan bersama marinir Kerajaan Thailand di Pantai Caligi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

"Korps marinir merencanakan latihan gabungan bersama Kerajaan Thailand yang dimulai dari datangnya tim peninjau dari anggota marinir Kerajaan Thailand," kata Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Alfan Baharudin saat meninjau latihan pendaratan pasukan marinir, di Pesawaran, Selasa.

Ia mengatakan, tim peninjau datang ke sini untuk melihat kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan. Markas Besar TNI kemungkinan segera merencanakan persiapan latihan gabungan tersebut.

"Ini baru sekali terjadi Kerajaan Thailand mengirimkan tim pemantau pada latihan pendaratan sejak tahun 1978 lalu," katanya.

Dalam latihan itu pendaratan itu, Korps Marinir menurunkan 1.735 personel, dan peralatan tempur dalam sesi latihan pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Marinir (Pasmar) II.

Sumber: ANTARA News