JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo
Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD mengajukan permintaan untuk membeli
helikopter tempur. Ada dua opsi helikopter yang diinginkan TNI AD, yaitu
Apache dan Black Hawk. Pembelian tambahan alutsista itu dipilih dri
Amerika Serikat (AS) lantaran sesuai dengan spesifikasi.
Namun, lantaran harga Apache terlampau mahal pilihan bakal dijatuhkan
untuk membeli Black Hawk. Menurut Purnomo, pembelian itu diharapkan
selesai tahun ini. Pasalnya, dana yang dianggarkan sebesar 200 juta
dolar AS atau setara Rp 1,9 triliun lebih sudah disetujui Kementerian
Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (BPPN).
Berdasarkan pembicaraan awal, kata Purnomo, harga satu unit Apache
mencapai 45 juta dolar AS dan Black Hawk sekitar 20 juta dolar AS per
unit. “Black Hawk pilihanya karena Apache mahal. Ini masih dalam
pembahasan pemerintah dan belum diajukan ke Komisi I DPR,” kata Purnomo
di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (15/2).
Disampaikan Purnomo, jika pilihan dijatuhkan kepada Apache, maka
proses pembelian bisa cepat. Itu lantaran pihaknya sudah mengantongi
izin dari Pentagon alias Departemen Pertahanan AS.
Purnomo menyampaikan karena TNI AD juga setuju dengan Black Hawk,
pihaknya berharap rencana pembelian itu bisa lancar. Dengan begitu, satu
skuadron helikopter serang bisa terbentuk.
Alasan lainnya, kata dia, sisa waktu pemerintahan sekarang secara
efektif tinggal setahun. Sehingga jika tidak bisa segera diselesaikan
maka ditakutkan program yang dirancang tidak bisa berkelanjutan.
Kepala Badan Saranan Pertahanan Kemenhan Mayjen Ediwan Prabowo
mengatakan, dana alokasi yang sudah disetujui sebesar 200 juta dolar AS
untuk pembelian Black Hawk. Hasil diskusi dengan perwakilan Pentagon,
kata dia, dengan alokasi dana sekarang hanya dapat delapan helikopter
Apache, sedangkan untuk Black Hawk bisa didapat 20 unit.
Kemhan akan Beli Helikopter Black Hawk
Helikopter Black Hawk
JAKARTA-Kementerian Pertahanan tengah mengkaji untuk
membeli helikopter tempur Black Hawk dari Amerika Serikat guna menambah
kekuatan alat utama sistem senjata atau autsista TNI Angkatan Darat.
"Pilihannya
adalah kalau gak helikopter serbu Black Hawk, ya helikopter serang
Apache. Itu termasuk dalam alutsista tambahan yang kami ajukan untuk
dapat melengkapi kekuatan TNI AD," kata Menteri Pertahanan Purnomo
Yusgiantoro seusai sertijab pejabat Eselon I di Kantor Kemhan, Jakarta,
Jumat (15/2).
Menurut dia, pembelian helikopter Apache sebenarnya
sudah mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat. Hanya, Kemhan
menginginkan jumlah yang banyak.
"Kalau kita tidak bisa
mendapatkan Apache yang cukup banyak, maka kita ingin Black Hawk.
Terpenting helikopter tempur kita itu cukup banyak dan bisa untuk
membangun kekuatan," kata Purnomo.
Namun begitu, Kemhan belum
bisa memutuskan akan memilih helikopter jenis apa. Saat ini Kemhan
sedang menghitung dari dana yang sudah disediakan Kementerian Keuangan
dan Bappenas. Ditargetkan, pembelian helikopter serang bisa terlaksana
tahun ini.
"Kita sedang mengejar waktu karena masa bakti kita kan tinggal tahun depan," ujarnya.
Sebelumnya,
TNI Angkatan Darat menginginkan pembelian helikopter Apache. Kepala
Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan
bahwa Apache merupakan helikopter serang paling andal di kelasnya.
Menhan
juga mengatakan bahwa Apache merupakan helikopter serang tercanggih
saat ini, tapi TNI AD juga menyatakan tak masalah jika diganti dengan
Black Hawk.
Target TNI AD, tambah dia, adalah membuat satu skuadron helikopter untuk membantu mengamankan wilayah.
Sementara
mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Mayjen TNI Ediwan
Prabowo menjelaskan pemerintah mengalokasikan 400 juta dollar AS untuk
pembelian helikopter serang.
"Jika dibandingkan, uang sebesar itu
mampu untuk membeli 8 unit Apache karena kisaran harganya mencapai 45
juta dollar AS per unit. Jika untuk membeli Black Hawk lebih banyak
lagi, mencapai 20 unit," kata Ediwan.
Perbedaan mendasar dari
kedua helikopter itu, terang Ediwan, Apache merupakan helikopter serang
yang bisa menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, hingga bunker,
sementara Black Hawk merupakan helikopter serbu yang memiliki kelebihan
bisa mengangkut pasukan dan bisa dipersenjatai, meskipun kemampuan daya
hancurnya tak sekuat Apache.(ant/hrb)
Sumber :
REPUBLIKA ||
investor