Pages

Wednesday, 27 March 2013

Kopaska TNI AL latihan tembak teroris di Suramadu

 

TNI-AL dan polisi menggelar simulasi penanganan serangan teroris di Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) Jawa Timur, Selasa (26/3). Digambarkan, sejumlah gerombolan teroris hendak menyabotase akses keluar-masuk Kota Surabaya dari sisi timur tersebut melalui jalur laut, dengan cara memasang alat peledak.
Dengan menumpang perahu nelayan, belasan orang yang diduga sebagai gerombolan pengacau itu, menyerang Jembatan Suramadu. Target dari serangan para teroris ini, adalah meledakkan jembatan terpanjang di Indonesia itu dengan memasang sejumlah bom di tiang utama jembatan.
Namun, upaya teror ini tercium oleh pihak keamanan. Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI-AL Pangkalan Armatim, Surabaya melakukan pengejaran. Dengan sekoci, pasukan elit TNI AL ini mengejar para teroris yang mencoba kabur dengan menggunakan perahu nelayan.
Dalam aksi kejar-kejaran di laut itu, sempat terjadi kontak senjata antara pihak Kopaska dengan para teroris. Tiga pelaku berhasil dibekuk. Sisanya tewas saat terjadi aksi tembak menembak.
Usai melumpuhkan kawanan teroris itu, sejumlah prajurit Kopaska yang lain berusaha menjinakkan bom yang sudah terpasang di tiang utama Jembatan Suramadu dan melakukan pembersihan bahan peledak di lokasi kejadian.
Menurut Perwira Staf Operasi Kopaska TNI-AL, Letkol Laut (P) Sri Gunanto, simulasi yang dilakukan ini, memvisualisasikan aksi teror yang terjadi di Suramadu sebagai obyek vital yang rentan kejahatan dan harus dijaga keamanannya.
Gerombolan pengacau itu, kata dia, telah memasang bahan peledak. "Pasukan yang diterjunkan oleh TNI AL ini, bertujuan untuk menghentikan dan menindak tegas para pelaku teror," kata Gunarto di lokasi.
Sementara menurut Wakil Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Irjen Pol (Purn) Herman Hidayat yang turut menyaksikan gelar simulasi prajurit TNI AL ini mengatakan, gelar simulasi ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan petugas keamanan dalam menjaga seluruh obyek vital yang ada di Kota Pahlawan, sebutan lain Kota Surabaya, termasuk akses Jembatan Suramadu.
Herman mengatakan, dalam gelar simulasi ini, tidak hanya prajurit TNI AL saja, tapi pihak keamanan dari unsur polisi juga dilibatkan. "Gelar simulasi ini untuk mengukur kesiapan petugas keamanan kita, termasuk ketika mengetahui adanya teror yang mengancam keselamatan masyarakat yang berada di Jembatan Suramadu," kata dia.
Dari sini, lanjut Herman, kita dapat mengetahui dan melakukan evaluasi terhadap semua latihan yang telah dilakukan oleh pihak keamanan. "Untuk ke depan, semua unsur keamanan, baik dari TNI AL, polisi dan BPWS sendiri, akan melakukan evaluasi dari hasil latihan ini dan meningkatkan sistem keamanan, khususnya di wilayah laut, dalam hal pengamanan NKRI," tandas dia.

Sumber merdeka

Menhan Malaysia Puji Tim Jupiter Indonesia

Langkawi : Tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter, memukau pengunjung Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 yang berlangsung di Pulau Langkawi, Malaysia, mulai hari ini hingga 30 Maret. Undangan terpaku selama pertunjukan dari Tim Jupiter.

Turut hadir dalam atraksi tersebut Perdana Menteri Datuk Sri M. Najib. Hadir pula mantan PM Dr Mahathir Mohammad, Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, dan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Pertahanan Malaysia, dan Mahathir, yang duduk semeja dengan Menteri Purnomo, menyatakan kagum terhadap maneuver yang ditampilkan Tim Jupiter. "Luar biasa," kata Menteri Pertahanan Malaysia. Para undangan di tribun kehormatan selalu mengiringi setiap akhir manuver dengan tepuk tangan meriah.

Inilah kali pertama Jupiter Aerobatic Team (JAT) tampil di Malaysia untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut.

Lepas landas pukul 12.20, tim Jupiter beraksi selama 20 menit di tengah angin yang bertiup kencang dan berawan. Namun, tim yang dipimpin Kolonel Penerbang Dedy Susanto tetap prima menampilkan 18 manuver andalan.
Manuver yang ditampilkan antara lain Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango, Jupiter Roll Back, Hi “G” TurnRoll Slide, Break Off, hingga Bomb Brust. Tepuk tangan meriah pecah setiap kali sebuah manuver selesai.

Salah satu manuver paling menegangkan adalah Mirror. Dua pesawat yang berjalan searah menjadi bayangan cermin pasangannya. Artinya, pesawat yang berada di atas harus terbang terbalik. Kecepatan kedua pesawat dalam manuver ini sekitar 240 kilometer per jam.

Pada ajang dua tahunan ini, Indonesia juga memamerkan satu unit pesawat CN 295 versi militer. Pesawat ini diminati banyak negara, seperti Korea Selatan, Turki, dan negara-negara ASEAN.

Sumber Tempo

3 Pesawat Made in Bandung Dipamerkan di Malaysia


Jakarta - Sebanyak 3 jenis pesawat milik PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dipamerkan pada acara The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA '13) Langkawi, Malaysia. Bahkan tiga negara sudah datang langsung dan berminat kembali membeli pesawat buatan PT DI.

"Kita pamerkan di LIMA 2013 ini ada 3 unit pesawat, ada CN295 aircraft Service, ada C212 400, ada CN235-200 dan CN235 ASW," kata Vice Presiden Corporate Communication PT DI, Sonni Saleh Ibrahim, ditemui diacara LIMA '13, Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Selain itu ada 1 unit CN295 yang saat ini dimiliki oleh TNI-AU juga terparkir di hangggar Bandara Internasional Langkawi. "Kita pamerkan CN295 tersebut, karena banyak peminatnya, salah satunya Malaysia yang sebelumnya sudah punya 8 unit," kata Sonni.

Disela-sela pameran, beberapa negara yang berkunjung ke booth PT DI mengungkapkan ketertarikannya kembali untuk membeli pesawat buatan Indonesia tersebut. Selain Malaysia, ada pula Uni Emirat Arab dan Filipina.

"UEA sebelumnya juga sudah beli 6 pesawat dari kami, dari pembicaraan, mereka tertarik membeli lagi, Malaysia juga, selain beli pesawat baru, dia ingin memperbaruhi teknologi CN235 yang sudah beberapa tahun lalu dibeli," tandasnya.

Sumber detik