Pages

Monday, 22 July 2013

selayang Pandang


ayat Singkat
KRI Surabaya-591 adalah kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) tipe Commando buatan Korea Selatan yang masuk ke jajaran TNI-AL pada September 2007 dan dikukuhkan sebagai Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) pada 14 Maret 2008. Nama “Surabaya” diambil dari nama ibu kota Propinsi Jawa Timur yang merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia, sebagai penghargaan atas nilai historisnya.
Tugas Pokok

Tugas Pokok KRI Surabaya-591 yang disingkat menjadi KRI SBY-591 adalah sebagai kapal angkut personel, kendaraan tempur, kendaraan pendarat, kendaraan taktis komando dan angkut helikopter yang memiliki kemampuan Docking-Undocking untuk memproyeksikan kekuatan dari laut ke darat melalui wahana apung Landing Craft Utility (LCU) dimana semua komando dan pengendalian satuan tugas bermarkas di kapal ini.
Data Teknis

Panjang Keseluruhan (LOA) : 122 meter
Lebar : 22 meter
Berat Kosong : 4.500 ton
Displacement : 7.300 ton
Kecepatan (Eko/Jelajah/Max) : 12/14/17 knots
Platform Pendukung

Dua unit LCU dengan spesifikasi :
Panjang (LOA) : 23,06 meter
Lebar : 5,9 meter
Kecepatan : 10 knots
Jarak Jelajah : 300 Nm

sby591 

Berkaca dari Tanjung Gusta, TNI-Polri latihan di LP Tabanan

 




Personel gabungan TNI dan Polri serta jajaran terkait menggelar simulasi pengamanan menghadapi situasi rusuh di Lembaga Pemasyarakatan Tabanan, Bali. Mereka tak ingin kasus rusuh di Lapas Klas I Tanjung Gusta terjadi di Tabanan.

"Kami tidak ingin kerusuhan di LP Tanjung Gusta, Medan, terjadi di Tabanan," kata Kepala Kepolisian Resor Tabanan Ajun Komisaris Besar Dekananto Eko Purwono, Minggu (21/7)

Menurut dia, simulasi itu digelar untuk menindaklanjuti instruksi Kepala Polda Bali agar personel kepolisian tidak lengah dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

"Apalagi kerusuhan serupa pernah terjadi di LP Kerobokan (Kabupaten Badung). Kami tidak ingin kecolongan lagi. Oleh sebab itu, kami sudah menempatkan personel harian di LP," kata Dekananto.

Dalam simulasi itu perhatian TNI/Polri terfokus pada tujuh titik rawan yang bisa menjadi celah bagi para narapidana untuk melarikan diri, empat di antaranya berada di menara, satu di pintu utama, satu di ruang arsip, dan satu lagi di ruang senjata petugas LP.

Meski simulasi itu baru tahap pendahuluan, pengamanan LP Tabanan akan menjadi perhatian serius semua pihak. Bahkan, satu unit mobil pemadam kebakaran juga turut dikerahkan.

"Memang semuanya tidak berharap terjadi kerusuhan. Tapi dengan adanya kebijakan penghapusan remisi untuk beberapa napi tertentu sangat mungkin menimbulkan gejolak," kata? Kepala LP Tabanan Yuli Hartono.

LP Tabanan berdaya tampung 47 orang, namun penghuninya saat ini mencapai 140 orang. "Petugas kami hanya tujuh orang dalam satu sif. Kalau hari libur ditambah tiga orang. Tentu tidak ideal," katanya.

merdeka

KRI Banda Aceh-593 Lakukan Pemeliharaan Kapal

kolinlamil-sub
JAKARTA : Dalam mendukung persiapan angkut mudik lebaran, KRI Banda Aceh-593 sebagai salah satu KRI di bawah jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), terlihat tengah berbenah diri dengan mengadakan berbagai persiapan, Jumat (19/7), saat sandar di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara,
Menurut Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Yana Hardiyana, persiapan yang dimaksud antara lain melakukan perawatan kapal yang meliputi pengecatan dimulai dari pengetokan bagian-bagian yang mengalami karat dan  dilanjutkan dengan pengecatan bagian haluan, lambung kanan, lambung kiri kapal sampai dengan buritan.
Lebih lanjut Komandan KRI, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI. “ Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama mudik lebaran terlaksana dengan aman dan lancar”, ujar Dan KRI.
Menanggapi suasana persiapan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan terutama pada pengecatan bakap, dimana anggota sedang berpuasa, dijelaskan Komandan KRI bahwa hal ini tidak menyurutkan anggotanya dalam menyelesaikan tugas.
“Hal perawatan itu penting dalam kita melaksanakan persiapan operasi terutama dari hal-hal terkecil secara detail, sehingga kita mengetahui sampai sejauh mana kekurangan dan kendala-kendala yang akan kita hadapi, terutama pada bagian yang terpenting sampai dengan sarana prasarana pendukung, dalam persiapan mendukung para pemudik lebaran tahun ini”, tandasnya.

poskotanews