Personel gabungan TNI dan Polri serta jajaran terkait menggelar
simulasi pengamanan menghadapi situasi rusuh di Lembaga Pemasyarakatan
Tabanan, Bali. Mereka tak ingin kasus rusuh di Lapas Klas I Tanjung
Gusta terjadi di Tabanan.
"Kami tidak ingin kerusuhan di LP
Tanjung Gusta, Medan, terjadi di Tabanan," kata Kepala Kepolisian Resor
Tabanan Ajun Komisaris Besar Dekananto Eko Purwono, Minggu (21/7)
Menurut
dia, simulasi itu digelar untuk menindaklanjuti instruksi Kepala Polda
Bali agar personel kepolisian tidak lengah dalam menghadapi segala
kemungkinan yang terjadi.
"Apalagi kerusuhan serupa pernah
terjadi di LP Kerobokan (Kabupaten Badung). Kami tidak ingin kecolongan
lagi. Oleh sebab itu, kami sudah menempatkan personel harian di LP,"
kata Dekananto.
Dalam simulasi itu perhatian TNI/Polri terfokus
pada tujuh titik rawan yang bisa menjadi celah bagi para narapidana
untuk melarikan diri, empat di antaranya berada di menara, satu di pintu
utama, satu di ruang arsip, dan satu lagi di ruang senjata petugas LP.
Meski
simulasi itu baru tahap pendahuluan, pengamanan LP Tabanan akan menjadi
perhatian serius semua pihak. Bahkan, satu unit mobil pemadam kebakaran
juga turut dikerahkan.
"Memang semuanya tidak berharap terjadi
kerusuhan. Tapi dengan adanya kebijakan penghapusan remisi untuk
beberapa napi tertentu sangat mungkin menimbulkan gejolak," kata? Kepala
LP Tabanan Yuli Hartono.
LP Tabanan berdaya tampung 47 orang,
namun penghuninya saat ini mencapai 140 orang. "Petugas kami hanya tujuh
orang dalam satu sif. Kalau hari libur ditambah tiga orang. Tentu tidak
ideal," katanya.
merdeka