Pages

Sunday, 4 August 2013

Mabes Polri: Pengebom di Vihara Ekayana diduga teroris

 




Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman menduga, pelaku yang mengebom Vihara Ekayana di Jalan Mangga II/8 RT 08 RW 08 Kelurahan Duri Kepa, Tanjung Duren Barat, Jakarta Barat, adalah seorang teroris. Pelaku kini sedang diburu oleh polisi.

"Yang namanya membuat ketakutan pasti teroris," kata Sutarman di Vihara Ekayana Jakarta Barat, Minggu (5/8).

Ledakan yang terjadi vihara sebanyak dua kali. Dua kali meledak dan mencederai tiga orang. Kemudian polisi menemukan satu bom lagi dan langsung diledakkan oleh tim Gegana.

"Tidak ada korban jiwa. Cuma korban hanya lecet-lecet," ujarnya.

Sutarman menjelaskan, bom diletakkan di depan pintu kaca. Sehingga, saat bom meledak telah meluluhlantakkan pintu kaca.

"Petugas sedang melakukan olah TKP malam ini untuk mencari barang bukti," ujarnya.

merdeka

KRI Kujang 642 Singgahi Babel, Kapal Dilengkapi Rudal Pembantai

KRI Kujang 642 Singgahi Babel, Kapal Dilengkapi Rudal Pembantai
a
KRI KUJANG 642 saat bersandar di dermaga Pos Lanal Pangkalbalam 


Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa
BANGKA -- Kapal perang bagi prajurit TNI Angkatan Laut (TNI-AL) merupakan sarana pendukung sekaligus berfungsi sebagai mesin pemukul lawan jika dipergunakan di medan pertempuran khususnya di wilayah perairan atau laut.
Sama halnya dengan salah satu kapal perang milik TNI-AL baru-baru ini tiba atau bersandar di dermaga Pos Lanal Babel, Pangkalbalam kota Pangkalpinang yakni KRI KUJANG 642. Kapal warna biru laut yang memiliki ukuran panjang mencapai sekitar 44 meter tersebut terlihat gagah ketika bersandar di dermaga tersebut.
Bahkan menurut keterangan yang disampaikan langsung oleh Komandan KRI KUJANG 642, Mayor Laut (P) Rama Remiar Putra YANG menyebutkan, kapal perang di bawah komandonya tersebut dilengkapi beragam jenis persenjataan termasuk diantaranya juga dilengkapi dengan senjata ampuh jenis rudal.
"Selain dilengkapi persenjataan lainnya kapal perang ini (KRI KUJANG 642--red) pun dilengkapi pula dua rudal maut yang dipergunakan jika dalam pertempuran di laut," ujar Mayor Laut (P) Rama Remiar Putra saat ditemui di sela-sela acara buka bersama di D'Barleys Resto Pangkalpinang, yang dihadiri Komandan Lanal Babel Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa didampingi Pasops Lanal Babel Mayor Laut (P) MB Panjaitan, Sabtu (3/8/2013) sore.
Tak cuma itu saja, kapal perang yang merupakan buatan negara Indonesia keluaran tahun 2012 ini memiliki kecepatan hingga mencapai 28 knot. Oleh karenanya, kata Rama, kapal perang jenis tersebut sesuai dengan kriteria yakni kapal cepat rudal atau KCR-40 atau sebanding dengan kecepatan mobil yakni diperkirakan kecepatan 146 km.
"Tetapi dalam sehari-harinya atau saat kita sedang melakukan patroli kapal perang tersebut hanya dijalankan maksimal rata-rata 18 knot," jelasnya.
Berikut  spek KRI Kujang (642), yang dikutip dari situs wikipedia:
Nama :KRI Kujang (642)
Pembangun:Indonesia
Diluncurkan:April 2011
Commissioned:Februari 2012
Pelabuhan asal:Armada Barat TNI-AL
Identifikasi:642
Status:In service
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis:Missile boat
Displacement:250 tons
Panjang:44 m (144 ft 4 in)
Lebar:7,40 m (24 ft 3 in)
Kecepatan:30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Perlengkapan:35 crew, 13 personel Pasukan Khusus
Sensor dan sistem pemroses:Sewaco
Senjata:
2 × C-705 SSM
1 × 30 mm AK-630 CIWS
2 × 20 mm Denel Vektor G12

tribunnews

Pesawat TNI AU Tidak Dikomersilkan


KHUSUS KELUARGA YANG MUDIK LEBARAN
 




 
BALIKPAPAN- Desas-desus isu yang mengatakan bahwa warga sipil boleh ikut dalam penerbangan pesawat TNI AU dibantah pihak TNI AU. Mereka mengatakan bahwa yang boleh ikut penerbangan pesawat militer hanya keluarga dari anggota TNI. Sehingga tidak ada warga sipil yang boleh menumpang pesawat militer tersebut.
 
Seperti isu yang merebak kemarin (3/8) bahwa ada beberapa penumpang tertinggal pesawat komersil di bandara Sepinggan. Penumpang tersebut meminta bantuan kepada TNI AU untuk mengikutkan ke dalam penerbangan pesawat Boeing milik TNI AU tujuan Solo dan Surabaya, yang kebetulan akan transit di Balikpapan siang kemarin.
 
Namun hal tersebut dibantah oleh pihak TNI AU. “Tidak ada warga sipil yang ikut dalam penerbangan ini. Penumpang yang ada di sini (dalam pesawat) adalah keluarga dari anggota TNI AU yang ingin mudik lebaran. Warga sipil tidak diperbolehkan ikut penerbangan kecuali ada surat jalan dari komandan atau panglima,” ungkap Kepala Intel Bandara TNI AU Kapten Tommi Wahyu kepada Kaltim Post.
 
Tujuan pesawat militer ini datang ke Balikpapan adalah sebagian dari kegiatan patroli maritim alur laut Indonesia. Sebab, Balikpapan masuk dalam kawasan penjagaan dengan home base ada di Makassar. Sehingga pesawat militer sering melakukan transit di bandara Sepinggan. Seperti pesawat Hercules, Boeing 737-300, helikopter, dan beberapa pesawat tempur.
 
Salah satunya baru-baru ini 4 unit pesawat Sukhoi yang melakukan latihan di Balikpapan. “Nah, saat transit itu, keluarga TNI bisa ikut menumpang. Tapi mereka harus menyesuaikan jadwal pesawat. Karena tidak setiap hari pesawat tersebut ke Balikpapan dan tujuannya juga harus ikut jadwal pesawat,” jelas Tommi.
 
Ketika ditanya apa ada kemungkinan TNI AU kecolongan sehingga warga sipil bisa ikut dalam penerbangan TNI, Tommi menegaskan bahwa kemungkinan tersebut sangatlah kecil. “Karena kami melakukan dua kali pengecekan, yaitu pengamanan terbuka oleh POM AU dan pengamanan tertutup oleh Intel AU. Kemudian, sebelum naik pesawat kami memeriksa surat izin dari masing-masing penumpang.
 
Untuk itu, sangatlah kecil kemungkinan untuk kecolongan,” tegas Tommi. Tommi mengatakan kemampuan pesawat Boeing 737 ini bisa mengangkut 135 penumpang. Sedangkan untuk Hercules kurang lebih 100 orang. Kargo sendiri juga dibatasi pada penumpang Boeing berat kargo tidak boleh lebih dari 20 kg. Untuk jenis Hercules memang dikhususkan untuk mengangkut peralatan berat.
 
Anggota TNI dan keluarga yang menumpang pesawat ini juga tidak dikenakan biaya penerbangan. Sayang, beberapa personel TNI AU melarang fotografer mengambil gambar suasana penumpang di Base Ops pangkalan TNI AU. Beberapa kali fotografer koran ini berusaha menjepret, namun personel TNI AU tadi terus melarang dan meminta untuk tidak memotret.

kaltimpost