Pages

Thursday, 28 November 2013

Anggota TNI Korban Penembakan Dievakuasi ke Jayapura

Ilustrasi--MI/Marcelinus Kelen/bb
 
 Jayapura: Serka Wendy, anggota Koramil Ilu, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang ditembak pada Kamis (28/11) pukul 10.00 WIT dievakuasi ke Jayapura dengan pesawat kecil.

Dandim 1714/PJJ Letkol A Risman kepada wartawan mengatakan korban telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat kecil beberapa jam lalu.
"Sudah dievakuasi, saat ini korban dalam perjalanan ke Rumah Sakit (RS) Marthen Indey," katanya melalui telepon seluler.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan Serka Wendy merupakan anggota Babinsa Kampung Wurak, Koramil Ilu, ditembak
di bagian pipi kiri tembus ke bawah. Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat.

Isu yang berkembang di tengah masyarakat, korban diduga ditembak oleh klompok sipil bersenjata wilayah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. (Ant)

metro tv

Jenazah Kopda Nadi Susilo Dijadwal Tiba Hari Ini

Meninggal Dalam Misi Perdamaian PBB

http://jurnalpatrolinews.com/wp-content/uploads/2012/11/Polri-Kirim-Pasukan-Perdamaian-ke-Sudan.jpgAnggota TNI dari Yon Zipur 9 yakni Kopda Nadi Susilo meninggal dunia saat menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo, Afrika. Jenazah dijadwalkan tiba di Indonesia hari ini, Kamis (28/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Jenazah akan langsung dibawa ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta kemudian menuju ke rumah duka di RT 3 RW 4 Desa Ketug, Kecamatan Butuh untuk dimakamkan.

Kopda Nadi Susilo meninggal dunia pada usia ke-34 pada Jumat (22/11) pagi lalu. Dia meninggalkan seorang istri bernama Yuli Astiti, dua orang anak bernama Tania Karolina Dewi (7) dan Deral Raditia Susilo (3).

Ayah kandung Kopda Nadi Susilo, H Amat Supandi (60) mengatakan, pihak keluarga baru mendapatkan informasi bahwa almarhum meninggal pada Sabtu (23/11).

Sebelum meninggal, pada hari Kamis (21/11) almarhum sempat berkomunikasi melalui telepon dengan ayah tercinta.

"Waktu itu, Nadi bilang dia sedang sakit malaria dan meminta doa agar diberi kesehatan. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain, dan anak saya meninggal pada Jumat pagi," tuturnya.

Sejak Sabtu lalu, tamu dari kerabat dan kolega almarhum mendatangi rumah duka untuk berbelasungkawa. Sejumlah karangan bunga pun menghiasi halaman rumah tersebut.

suara merdeka

Kapolri Stop Kerja Sama Intelijen dengan Australia


Kapolri Stop Kerja Sama Intelijen dengan AustraliaJakarta Presiden SBY telah memutus sementara kerja sama dengan Australia di berbagai bidang akibat skandal penyadapan. Kapolri Jendral Pol Sutarman pun menyatakan, pihaknya telah memutus kerja sama dengan pihak kepolisian Australia.

Pemutusan sementara kerja sama tersebut antara lain terkait kerjasama intelijen dan penanggulangan penyelundupan manusia.

"Kerja sama dengan Australia itu di saya masalah penanggulangan people smuggling (penyelundupan manusia) dihentikan, dan kerja sama intelejen dihentikan," kata Sutarman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Namun, sejauh ini ada beberapa bentuk kerja sama yang masih berjalan, salah satunya adalah kerja sama pendidikan hukum dan kepolisian. Lantaran, menurutnya, kerja sama tersebut tidak memiliki ekses buruk terhadap Indonesia, melainkan menguntungkan pihak Indonesia.

Sebab, jelas mantan Kabareskrim Polri ini, orang-orang yang sedang mencari suaka politik hanya bisa masuk ke Australia dan tidak bisa masuk ke Indonesia.

"Kalau kerja sama di pendidikan saya masih lanjutkan. Nggak ada ekses negatif, justru ekses positifnya karena orang cari suaka bisa langsung ke sana tidak lagi di sini. Kalau dia masuk sini, kita tegakkan hukum," tukas Sutarman.(Mut/Sss)

liputan6