Pages

Sunday, 29 December 2013

Indobatt Diminta Perketat Penjagaan


Jakarta : Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama melaksanakan tugas sebagai misi perdamaian di Lebanon, Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalion), diperintahkan agar memperketat penjagaan di setiap pintu masuk markas (Main Gate)masing-masing UNP (United Nation Position), Sabtu (28/12/2013).

Dalam pengarahannya, Dansatgas Konga XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M. Asmi mengatakan bahwa, setiap personel militer dan sipil serta kendaraan baik mobil UN (United Nation), maupun mobil sipil yang akan masuk ataupun keluar dari markas wajib untuk dicek, mulai dari identitas pengemudi sampai kendaraannya.

"Kondisi di Lebanon saat ini yang tengah memanas menjadi perhatian penting saya selaku Komandan Satgas, guna mengamankan setiap personel TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan maupun materiil yang menjadi tanggung jawab Satgas Indobatt dalam pelaksanaan tugasnya," kata Letkol Inf M. Asmi.

Dansatgas memerintahkan, jika ada hal yang mencurigakan agar segera dilaporkan kepada Komandan Peleton (Danton) maupun Komandan Kompi (Danki) masing-masing, agar segera dapat ditindak lanjuti.

Selain itu, langkah antisipasi lainnya diberlakukannya patroli ronda malam di masing-masing Markas Indobatt, yaitu: UN Post7-1 Adshit al Qusayr Markas Indobatt, UN Post7-3 Blate Markas Kompi Bravo, UN Post 9-2 Az Zikkiyah Markas Kompi Charlie dan UN Post 9-63 El Aadeisse serta UN Post 9-15 Kafer Killa Markas Kompi Alfa.

Sementara itu, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Ade Rony didampingi Kasilog Satgas Kapten Inf Dobby, Perwira Fuel Lettu Marinir Donny melaksanakan pengecekan kesiapan kendaraan tempur yang berada di UN Post9-2 Az Zikkiyah Markas Kompi Charlie.

"Inspeksi ini adalah untuk mengecek seberapa jauh kesiapan setiap kendaraan tempur Satgas Indobatt dalam mendukung pelaksanaan tugas patroli," katanya.

Jenis kendaraan tempur yang berada di Kompi Charlie, diantaranya jenis BTR 80-A buatan Rusia tahun 2002 sebanyak 12 unit, 2 unit VAB buatan Pindad jenis ANOA dan Ambulance serta 1 unit Panhard buatan Prancis.

tribun 

Tank Leopard Sangat Dibutuhkan di Perbatasan Kalimantan


MBT Leopard 2A4 TNI AD (Flogger)
Banjarbaru : Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman mengatakan "main battle tank Leopard" sangat dibutuhkan untuk menjaga perbatasan di Kalimantan.

Pangdam Mulawarman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, mengatakan perbatasan di Kalimantan sangat rawan, terutama terkait keamanan karena Kalimantan memiliki banyak titik perbatasan dengan wilayah Malaysia dan Singapura.

"Di perbatasan masih sering terjadi pembalakan liar, pertambangan liar dan pencurian ikan. Orang luar seperti sudah ingin caplok sekitar perbatasan kita. Dengan adanya Leopard akan membuat moril lawan jatuh," katanya saat menerima kunjungan wartawan dari Jakarta, di Markas Komando Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru.

Menurut dia, keberadaan Leopard akan semakin memperkuat alutsista canggih yang ada di jajaran Kodam VI/Mulawarman. Saat ini, tank yang ada di Kodam merupakan tank ringan berjenis AMX dan Scorpion. "Paling tidak, satu kompi tank Leopard (delapan unit) dapat ditempatkan di Kalimantan," tuturnya.

Dalam waktu dekat ini Kodam Mulawarman akan menerima Multi Launcher Roket System (MLRS). Selain itu sudah terbentuk Skuadron Penerbad yang diperkuat 4 heli tempur dan 4 heli angkut.

Saat ini, kata Dicky, Kodam Mulawarman juga sudah menyiapkan satu batalyon kavaleri. Sebelumnya, Kodam ini hanya memiliki detasemen kavaleri.

Kodam Mulawarman juga memperbanyak pos-pos gabungan dengan Malaysia untuk menjaga perbatasan. Keberadaan pos ini untuk mempersempit upaya adanya pemindahan patok perbatasan dan untuk menghalau para pembalak yang notabene berasal dari Malaysia.

Kodam Mulawarman bertanggung jawab menjaga perbatasan di Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dicky mengatakan daerah perbatasan itu cukup rawan. Baru-baru ini, pihaknya menangkan 11 bandar shabu-shabu."Bukti yang berhasil disita adalah 6,6 gram shabu dan uang tunai Rp2,6 miliar. Uang itu diperkirakan dari hasil transaksi shabu," katanya.

Atas temuan itu, Dicky juga melakukan operasi gabungan dengan kepolisian dan kejaksaan karena dikhawatirkan banyak narkoba masuk melalui perbatasan ini."Biasanya mereka menyamar sebagai nelayan dan memasukkan narkoba melalui jalur sungai," katanya.
 

650 Personel TNI AD di Persiapkan Untuk Perbatasan RI-PNG


http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/240978fde830ffb5f007239fa8dfd420.jpgJakarta : TNI Angkatan Darat sedang menyiapkan 650 personil pasukannya dari Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama/Korem Antasari 101/Kodam VI Mulawarman dan Raider 600 Balikpapan untuk melakukan pengamanan perbatasan antara Indonesia - Papua Nugini (PNG) selama sembilan bulan.

"Sebelum melakukan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, seluruh personil melakukan pratugas teori dan lapangan (tempur)," kata Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, di sela-sela Pembukaan Pratugas Tahap II dan Tahap III Pamtas RI-PNG, di Mako Yonif 623, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat.

Menurut dia, pasukan pengamanan perbatasan yang sedang disiapkan itu telah melakukan pratugas di hombase selama sepekan, dan dalam dua pekan ke depan seluruh pasukan yang bertugas pamtas RI-PNG akan melakukan latihan lapangan.

"Kami berharap seluruh prajurit untuk melaksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga saat melaksanakan tugas dapat dilakukan dengan baik. Lebih baik mandi keringat dalam latihan dibandingkan mandi darah dalam penugasan," kata Pangdam.

Kepada seluruh prajurit yang akan diberangkatkan ke perbatasan Papua-PNG, Pangdam mengatakan, penugasan yang diberikan itu merupakan penugasan yang terhormat dari bangsa dan negara.

"Saya yakin dan percaya penugasan akan berhasil. Kalian benar-benar harus menyiapkan latihan pratugas dengan baik, agar tidak ada keraguan dalam bertindak dan yakin kita siap melaksanaan tugas tersebut," kata Dicky.

Dalam latihan itu, para perwira juga dibekali bagaimana memimpin, proses pengambilan keputusan dan latih teknis prosedur. Di pos penjagaan, bagaimana mereka mengawasi kelar masuknya masyarakat kita ke PNG, ujarnya.

Kerawanan yang ada di Papua, kata Dicky, tidak terlalu signifikan dibandingkan perbatasan Kalimantan dan Malaysia, seperti pembalakan liar, pencurian ikan, penyelundupan narkoba dan lainnya.

"Namun, kita harus siap siaga. Di Papua ada gerakan pengacau keamanan (GPK) yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Papua dan PNG," kata Pangdam seraya mengatakan lintas batas di Papua dirundung persoalan sederhana, yakni soal isi perut untuk mencari rezeki.

Selain persoalan GPK, tambah Pangdam Mulawarman, persoalan penyakit malaria juga harus diwaspadai oleh seluruh prajurit. Petugas medis harus disiapkan dengan baik agar bisa mengatasi prajurit yang terjangkit malaria.

Danyonif 623/Bhakti Wira Utama, Mayor Inf Singgih Pambudi Arinto, mengatakan, jumlah personil Yonif 623 yang akan diberangkatkan ke perbatasan Papua-PNG sebanyak 450 personil. Sementara jumlah personil dari Raider 600 sebanyak 200 personil.

Selain untuk menjaga wilayah perbatasan itu, kata dia, pihaknya juga akan menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan guna membantu masyarakat sekitar perbatasan Papua.

"Disana ada sekolah, namun tenaga pengajar tidak ada. Kami akan membantu mendidik anak-anak di perbatasan. Kita juga akan membantu mengatasi persoalan kesehatan di masyarakat, meski fasilitas yang ada sangat minim," kata Singgih.