Pages

Tuesday, 7 October 2014

Jokowi Bantah Alihkan Anggaran BBM Bersubsidi untuk Pertahanan



Bahan Bakar Minyak bersubsidi
Jakarta,Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membantah akan mengalihkan anggaran subsidi bahan bakar berminyak (BBM) ke pertahanan. Meski memungkinkan tetapi perlu dilakukan kajian-kajian tertentu.
"Nanti lah kita lihat apakah perlu dialihkan ke pertahanan atau bagaimana. Tapi saya kira pertahanan itu perlu," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (2/10). 

Pria jebolan Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga membantah akan menaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. Kabar itu dihembuskan oleh anggota tim transisi, Luhut Panjaitan. 

"Yang mau naikin Rp 3.000 itu siapa sih? Kalau tanya yah ke saya lah soal itu, tapi semuanya masih dalam perhitungan, dan dihitung terus," tukas mantan Wali Kota Solo tersebut.

Sebelumnya, anggota Tim Transisi Jokowi-JK Luhut Panjaitan menuturkan kenaikan BBM bersubsidi kan dilakukan pada November 2014 sebesar Rp 3.000 per liter. Saat ini harga BBM jenis premium dan solar dijual sebesar Rp 6.500 untuk setiap liternya. 

Menurut Luhut, pembahasan kenaikan harga BBM bersubsidi di Tim Transisi sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Tetapi baru diputuskan pada Jumat (26/9) pekan lalu oleh Jokowi bersama wakilnya Jusuf Kalla.

"Kemarin Pak JK menanyakan kajiannya berapa? Rp 3.000. Kapan? November. Lalu beliau bilang, kenapa tidak dinaikan sekalian? Tapi jangan lah nanti inflasinya tinggi," ujar Luhut di Jakarta.

Gatra

256 Pesawat Terbang dan Drone Bakal Meriahkan HUT TNI 7 Oktober di Surabaya


Ilustrasi
Ilustrasi
Pesawat-pesawat ini milik TNI AL, TNI AU, dan TNI AD.

SURABAYA, Tercatat 256 pesawat terbang militer dari TNI AL, TNI AU, dan TNI AD turut serta dalam peragaan dinamis di udara berupa terbang lintas saat HUT TNI 7 Oktober mendatang. Masih ada pula puluhan kapal perang berbagai kelas, tipe, dan kegunaan ditambat di dermaga dan juga berlayar lintas.

Masih ditambah parade belasan ribu personel gabungan TNI di muka dermaga, lengkap dengan arsenal dan kesenjataan masing-masing, baik kendaraan unit ataupun perorangan.

"Berbagai latihan parsial dilakukan unsur-unsur pasukan sejak beberapa waktu lalu. Hari ini, sebagai misal, penerbangan pesawat tempur TNI AU telah dilaksanakan. Demikian juga pasukan di perairan dan darat," kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL V/Surabaya, Brigadir Jenderal Marinir TNI Rudy Andi Hamzah, saat gladi bersih di Dermaga Ujung Surabaya, Sabtu (4/10/2014).

Sebagaimana dilaporkan langsung dari Surabaya oleh Luska Mujidayanti dari Jaringnews.com, TNI AU akan menampilkan personil dari Paskhas termasuk pasukan elit Den Bravo (anti teroris). Juga akan menampilkan perlengkapan tempur Paskhas dan peralatan sistem udara," ujar Kasau Marsekal Ida Bagus Putu.

Kasau menjelaskan pihaknya juga membawa Pesawat UAV tanpa awak, pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat latih, dan helikopter. Pesawat-pesawat ini dibawa dari 4 Pangkalan Udara yakni Lanud Halim PK, Lanud Iswahyudi Madiun, Lanud Juanda Surabaya, dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang.

"Sekitar 150 pesawat. Pesawat tanpa awak akan bisa mengirimkan gambar lokasi upacara, akan terbang pada ketinggian 12 ribu kaki," jelas Ida Bagus Putu.
(Lus / Deb)
 

Radar Baru China Siap Hadapi Pesawat Siluman AS

Media China sebut F-22 Raptor barang usang untuk radar baru China.

Pesawat nirawak AS X-47B
Pesawat nirawak AS X-47B (Reuters)
- Media China menyebut F-22 Raptor, yang merupakan salah satu pesawat tercanggih Amerika Serikat (AS) dengan teknologi anti-radar hingga dijuluki pesawat siluman, kini menjadi tak lebih dari barang usang untuk radar baru China.
Dilansir laman defensenews, Sabtu, 4 Oktober, sistem radar baru dengan kode DWL002 terdiri dari satu stasiun utama dan dua stasiun pembantu, yang dapat diekspansi hingga empat stasiun bergerak, menggunakan truk-truk pengangkut.
Radar yang dipamerkan dalam Eksebisi Elektronika Pertahanan Internasional China ke-9 di Beijing, pada Mei lalu, dapat mendeteksi pesawat jet musuh hingga sejauh 400 Km dan 600 Km untuk pesawat militer standar.
Artinya radar itu dapat menjangkau seluruh wilayah Taiwan dan pulau Senkaku di Laut China Timur yang masih menjadi sengketa. "Jangkauannya terbatas hingga 500 Km, kecuali (radar) itu ditempatkan pada gunung dengan ketinggian 10.000 kaki," kata analis radar Inggris, John Wise.
Walau dengan jarak yang terbatas, DWL002 dapat mendeteksi gelombang elektromagnetik. peneliti AS Richard Fisher, mengatakan sistem deteksi pasif yang dimiliki DWL002 menjadi ancaman untuk pesawat anti-radar.
"Radar pasif seperti ini, secara sederhana mendengarkan emisi elektronik. Berguna untuk berhadapan dengan gaya operasi AS yang menggunakan teknologi tinggi. Menjamin ada banyak sinyal untuk diklasifikasi dan menentukan sasaran," kata Fisher.
Spesialis militer China dari Pusat Analisa Strategi dan Teknologi Rusia, Vasiliy Kashin, menyebut DWL002 terinspirasi dari dua sistem radar pasif yang ada sebelumnya. Pada 2004, AS memblokade pembelian radar pasif VERA-E dari China.
"Saat China tidak dapat membeli VERA-E, mereka membeli radar pasif Kolchuga dari Ukraina," kata Kashin. China disebut telah lama mengamati teknologi pesawat siluman AS dan berusaha menguasai teknologi untuk menandinginya.
Saat kampanye serangan udara AS di Yugoslavia, Mei 1999, sebuah pesawat B-2 AS menjatuhkan lima bom ke Kedutaan China di Belgrade. Saat sebuah pesawat F-117 milik AS ditembak jatuh, sebuah laporan menyebut China berhasil mendapatkan bangkainya untuk diteliti.
Pada 2011, citra satelit dari Google Earth mengungkap sebuah pesawat yang serupa dengan F-117 di Pusat Pengembangan Teknologi Opto Elektro Luoyang (LOEC) di Provinsi Henan. Seorang mantan atase militer AS menyebut hal itu tidak mengejutkan. LOEC juga diketahui memiliki maket B-2, F-35 dan F-22.
Kegiatan mata-mata telah memainkan peran penting dalam usaha China mempelajari teknologi pesawat AS. Seorang warga China, Su Bin, ditahan oleh otoritas Kanada karena tuduhan pemerintah AS bahwa dia membocorkan data rahasia F-22 dan F-35 pada China.


VIVA.co.id