Pages

Tuesday, 20 January 2015

Atas Kontribusi dan Kebersamaannya, 15 Perwira TNI AL Dianugerahi Brevet Kehormatan kavaleri dan Artileri Korps Marinir

Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang menyematkan Brevet (Foto; Dispen Kormar)
Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang menyematkan Brevet

Surabaya, Sebanyak lima belas Perwira TNI AL menerima brevet kehormatan Kavaleri dan Artileri Korps Marinir di lapangan apel Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin (19/01/2015).

Lima belas Perwira tersebut terdiri dari 14 Perwira Tinggi dan seorang Perwira Menengah, yaitu Pangarmatim Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring, Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur Irianto Cipto Lelono, Kas Armatim Laksma TNI Aan Kurnia, Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) Ivan A.R Titus, Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Soeprapto, Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) R.M Trusono, Komandan Lantamal V Surabaya Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah, Karumkital Dr. Ramelan Laksma TNI Dr. Sulantari, Komandan Guspurla Armatim Laksma TNI I Nyoman Gede Ariawan, Komandan Kodikopsla Laksma TNI Semi Joni Putra, Komandan Puspenerbal Laksma TNI Sigit Setiyanta, Komandan STTAL Laksma TNI Drs. Siswo Hadi Sumantri, Laksma TNI Mintoro Yulianto, Laksma TNI Heru Kusmanto, dan Komandan Guskamla Armatim Kolonel Laut (P) Roberth Woller Tappangan.

Penyematan brevet kerhormatan tersebut dikemas dalam apel gabungan TNI AL wilayah Surabaya yang dipimpin oleh Pangarmatim Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring dengan komandan apel Letkol Marinir Kusyuwono yang sehari-hari menjabat sebagai Pasops Menkav-1 Marinir.

Keliling Bhumi Marinir Karangpilang
Sebelum disemati brevet kerhormatan, para Pati dan Pamen TNI AL mengemudikan kendaraan tempur Korps Marinir BMP-3 F dan LVT-7A dari garase tank mengelilingi Bhumi Marinir Karangpilang dan berakhir di lapangan apel. Sesampainya di lapangan apel, dilaksanakan penembakan meriam Howitzer 105 mm oleh Pangarmatim Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring dan Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur Irianto Cipto Lelono, kemudian dirangkai dengan penyematan brevet kehormatan Kavaleri dan Artileri Korps Marinir oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang.

15 Perwira TNI AL Keliling Bumi Marinir Karangpilang (Foto: Dispen Kormar)
15 Perwira TNI AL Keliling Bumi Marinir Karangpilang 

Dalam amanatnya, Pangarmatim mengatakan, penyematan brevet kehormatan Kavaleri dan Artileri Korps Marinir yang telah dilaksanakan merupakan wujud dari atensi dan apresiasi Korps Marinir kepada para Perwira TNI AL atas perhatian, kontribusi dan kebersamaan yang baik selama ini terhadap peningkatan kemajuan organisasi dan satuan khususnya Resimen Kavaleri dan Artileri serta umummnya Korps Marinir.

Lebih lanjut dikatan bahwa brevet kavaleri dan artileri Korps Marinir merupakan symbol spesialisasi kesenjataan di jajaran Korps Marinir yang dilandasi oleh rasa kebanggaan, disiplin, motivasi, semangat juang dan profesionalisme prajurit Kavaleri dan Artileri Korps Marinir yang senantiasa harus dijaga dan dijunjung tinggi.

Setelah apel gabungan selesai, dilanjutkan dengan foto bersama pejabat yang menerima brevet kehormatan dengan Komandan Kolak dan Satlak dijajaran Pasmar-1 serta prajurit Korps Marinir.(JMOL)

Menristek Minta PT DI Hitung Kebutuhan Dana Produksi N219

HANDRI HANDRIANSYAH/"PRLM"
HANDRI HANDRIANSYAH
MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mencoba simulator kokpit pesawat N219 di Gedung Pusat Manajemen PT DI, Jln Pajajaran Kota Bandung
 
BANDUNG, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta PT Dirgantara Indonesia untuk segera menghitung kebutuhan dana untuk memproduksi pesawat N219, sehingga pada saatnya pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk penyertaan modal negara (PMN). Hal itu menunjukan komitmen pemerintah yang sejak awal berjanji akan mengawal produksi pesawat tersebut dari hulu hingga hilir.


Menurut Nasir, Presiden Joko Widodo mengharapkan seluruh kegiatan pengembangan N219 rampung semua pada 2017. Namun pihaknya tengah melakukan percepatan agar pesawat tersebut sudah bisa masuk di pasaran pada 2016. Targetnya, pada Agustus 2015 pesawat N219 yang sudah dirakit penuh sudah bias dikeluarkan dari hanggar (roll out) untuk diuji sebelum terbang dan pada akhir 2015 uji terbang akan dilakukan untuk sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan.

Nasir menegaskan, sebelumnya pemerintah sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 110 miliar untuk riset pengembangan purwarupa N219 yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). "Rencananya kami akan mengucurkan dana tambahan sekitar Rp 89 miliar lagi untuk menyelesaikan seluruh riset purwarupa N219," katanya seusai rapat koordinasi di Gedung Pusat Manajemen PT DI, Jln Pajajaran Kota Bandung, Selasa (20/1/2015) petang.

Nasir optimistis pesawat N219 bisa menjadi awal bangkitnya kedirgantaraan Indonesia. Soalnya selain dikawal pemerintah dari hulu hingga hilir, pesawat kecil berkapasitas 19 penumpang itu menjadi incaran banyak maskapai yang melayani rute penerbangan antar kota di daerah terpencil Indonesia seperti Aceh, Papua dan beberapa daerah lain. "Di seperti itu perjalanan darat bisa 12 jam, kalau dengan pesawat kecil bisa 45 menit. Ini menjadi peluang bagi maskapai yang melayani rute jarak dekat dan itu menjadi pangsa pasar bagi N219," ujarnya.

Optimisme serupa disampaikan Direktur PT DI Budi Santoso. Ia mengatakan bahwa saat ini sudah ada pesanan sektiar 200 unit N219 dari berbagai maskapai lokal dan mancanegara. Beberapa diantaranya adalah Nuansa Buana Airlines dan Lion air. "Kami juga mendapat pesanan dari TNI angkatan laut dan maskapai asal Thailand," ucapnya.

Dari jumlah itu, kata Budi, setidaknya ada 24 unit yang sudah pasti membeli. Sementara sisanya masih belum terikat kontrak. Ia mengaku PT DI sendiri tak mau buru-buru mengambil kontrak sebelum pesawatnya sudah tersertifikasi dan bisa terbang sesuai purwarupa yang dibuat. Jika sudah, PT DI menargetkan bisa memproduksi paling sedikit 24 unit N219 setiap tahunnya.

Sementara itu Chief Engineer N219 Palmana Banandi mengatakan, pihaknya banyak belajar dari kegagalan proyek N250 yang tak diproduksi massal dan masuk pasar setelah purwarupa sukses diterbangkan. "Dulu N250 masih melibatkan orang asing, jadi ketika mereka pergi kami kewalahan.

Sekarang N219 dari awal sepenuhnya dibuat oleh anak bangsa. Kami yakin bisa membuat pesawat ini masuk pasaran," katanya.

Menurut Palmana, N219 sendiri dirancang dengan teknologi yang jauh lebih canggih dari N250. Selain itu perhitungan beratnya pun sudah sangat matang. Ia mengakui bahwa N250 dulu sempat kelebihan berat karena beberapa materilnya. Akibatnya, berat pesawat total dengan penumpang melebihi berat yang ditetapkan agar pesawat itu bisa terbang dengan baik.

Selain itu, N210 dirancang dengan menggunakan glass cockpit yang seluruh panelnya sudah berbasis LCD. Begitu juga dengan radar cuaca sudah menggunakan G1000 yang banyak digunakan pada pesawat komersil kecil dan besar saat ini. Radar tersebut mampu mendeteksi keberadaan awan Kumulonimbus (Cb) yang menyebabkan kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 beberapa waktu lalu.

"Meskipun pesawat ini dirancang untuk penerbangan komersil pada ketinggian jelajah 10.000 kaki, namun bisa menjelajah sampai 24.000 kaki jika dibutuhkan untuk kegiatan SAR. Oleh karena itu, radar cuaca G1000 akan sangat membantu mendeteksi awan Cb. Jika awannya tipis, maka pesawat diperbolehkan menembus, namun jika tebal radar akan menginstruksikan secara dini untuk menghindari awan tersebut," tutur Palmana.(PRLM).

Merancang Lebih Lanjut Strategi Pertahanan Maritim Indonesia

BUKU MARITIM - Kasubdit Pusjianmar Seskoal Letkol Laut (P) Letkol Laut (P) Salim menulis buku berjudul 'Kodrat Maritim Nusantara'. (Foto: JM Foto/Adityo Nugroho)
Kasubdit Pusjianmar Seskoal Letkol Laut (P) Letkol Laut (P) Salim menulis buku berjudul ‘Kodrat Maritim Nusantara’.

Jakarta, Dalam upaya mencapai poros maritim dunia, sudah selayaknya Indonesia memiliki Strategi Pertahanan Maritim Indonesia (SPMI) yang mumpuni. Staff Pusat Kajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, Letkol Laut (P) Salim mengutarakan hal tersebut saat ditemui JMOL beberapa waktu lalu.

“Pada tataran Kebijakan Nasional belum terlihat jabaran strategi pertahanan mairitim Indonesia meskipun pada undang-undang dan kebijakan umum pertahanan negara telah dinyatakan bahwa upaya pertahanan harus memperhatikan kondisi geografis,” ungkap Salim.

Padahal dalam mencapai negara maritim yang besar, strategi tersebut sangat diperlukan guna dijadikan panduan praktis lembaga-lembaga yang berkaitan erat dalam pencapaian tersebut.

“Kita akan menghadapi legal constrain apabila menganalisis pendekatan top-down pada institusi institusi yang ada, seperti TNI AL, Polri, Bakorkamla yang sekarang telah menjadi Bakamla ataupun Coast Guard yang akan dibentuk, apabila dihadapkan pada tindak kriminal seperti transnational crime karena aturannya memang belum ada,” ujarnya.

Meskipun sejak 2005, TNI AL telah memiliki Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN), namun menurutnya hal itu belum cukup dalam menopang poros maritim dunia.

“Konsep ini (SPLN-red) tidak didukung dengan komitmen pada tingkat yang lebih tinggi sehingga tidak dapat dijadikan rujukan dalam melaksanakan pertahanan negara maritim,” tuturnya.

Mantan Komandan KRI Untung Suropati ini mengingatkan pentingnya strategi pertahanan nasional yang merujuk pada kerangka maritim yang memenuhi aspek political will.

“Kebijakan pertahanan nasional kita belum bisa dikatakan berpusat pada kerangka maritim,” pungkasnya.

Lebih lanjut, penulis Buku Zikir Daud dan Kodrat Maritim Nusantara ini menegaskan perlunya strategi pertahanan maritim yang merupakan turunan dari strategi pertahanan nasional.

“Secara konseptual dapat dinyatakan bahwa membangun strategi maritim dilakukan dengan memenuhi aspek political will sebagai modal dasar untuk mewujudkan pertahanan maritim yang tangguh sebagai ends-nya,” paparnya.

Di akhir penjelasannya, pria asal Surabaya ini mengkaitkan Sea Power dan Sea Control sebagai turunan dari ends.Sea Power yang kuat akan befungsi sebagai means, dan melaksanakan sea control dan power projection ashore sebagai ways-nya dalam grand strategy tersebut,” tutupnya.(JMOL)