Pages

Monday, 25 May 2015

TNI Luncurkan Operasi Pencarian Imigran di Tengah Laut

TNI Luncurkan Operasi Pencarian Imigran di Tengah Laut Operasi pencarian dan penyelamatan imigran di laut lepas oleh TNI difokuskan ke perairan Indonesia, tepatnya di sebelah timur Aceh.
 
Jakarta Pasukan TNI meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan para imigran yang masih terkatung-katung dalam perahu sempit di tengah laut. Tindakan ini merupakan upaya yang sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menampung sekitar 7.000 "manusia perahu" yang masih berada di lautan lepas.

Kapuspen TNI, Fuad Basya menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan para imigran dimulai sejak Sabtu (23/5) pagi. Sebelumnya, TNI dan Kementerian Luar Negeri RI sempat menyatakan tidak mencari para imigran di tengah laut, dan hanya menunggu imigran yang terdampar di Indonesia.


"Sebelumnya perintah untuk kami memang hanya menjaga perbatasan, membantu imigran yang kecelakaan, terapung-apung dan meminta tolong. Namun sejak Jumat malam ada perintah dari Wakil Presiden untuk melakukan pencarian," kata Fuad, ketika dihubungi CNN Indonesia, Ahad (24/5).

Operasi pencarian dan penyelamatan itu, lanjut Basya, difokuskan ke perairan Indonesia, tepatnya di sebelah timur Aceh. TNI mengerahkan dua kapal perang milik Angkatan Laut, dua pesawat pengintai dan dua kapal ponton.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada laporan penemuan perahu imigran dalam operasi ini.

Fuad melanjutkan operasi search and rescue akan terus dilakukan hingga ada arahan dan petunjuk berikutnya kepada TNI.

Sementara, imigran yang ditemukan dalam operasi ini akan rencananya ditampung bersama sekitar 1.700 migran Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di beberapa kabupaten di Aceh pekan ini.

Operasi pencarian dan penyelamatan diluncurkan menyusul komitmen Indonesia dan Malaysia untuk menawarkan penampungan sementara kepada imigran Myanmar dan Bangladesh yang masih terkatung-katung di lautan lepas, yang diumumkan pada Rabu (20/5).

Meskipun demikan, kedua negara juga menegaskan tidak akan menampung lebih banyak lagi imigran.

PM Malaysia, Najib Razak telah memerintahkan Angkatan Laut Malaysia dan Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan para imigran yang masih terapung-apung di Samudera Hindia, sejak Kamis (21/5).

Sementara, Thailand menyatakan tidak akan menampung imigran dan hanya akan menyalurkan bantuan di laut. Meski begitu, Thailand tidak akan mendorong mereka ke luar perairan Thailand seperti sebelumnya.

Karena Indonesia belum meratifikasi Konvensi PBB tahun 1951 soal pengungsi, Kementerian Luar Negeri saat ini masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan badan pengungsian PBB, UNHCR, soal status imigran tersebut.

Jumlah keseluruhan imigran di Indonesia yang saat ini menunggu resettlement atau pemukiman kembali mencapai angka 12 ribu jiwa. (CNN)

Sunday, 24 May 2015

Aksesoris Buat Pasukan Pengawal VIP

tumblr_lxxdx7TJTU1r9khx4o1_
Adalah wajar bila pasukan khusus dengan tugas-tugas khusus dibekali dengan persenjataan yang juga spesial. Salah satunya dalam misi pengawalan setingkat kepala negara, kelengkapan senjata pada pasukan pengawal sudah jadi suatu keharusan. Untuk alasan keamanan dan estetika, umumnya penggunaan senjata pada ring satu kerap disamarkan untuk kerahasiaan. Bak di film James Bond, pasukan pengawal dengan setelan jas dapat menembakkan MP5 dari ‘sesuatu’ yang tak terduga.



Sesuatu yang dimaksud adalah koper. Sebagai produsen yang sukses mengusung varian SMG (Sub Machine Gun) MP5, H&K juga membuat beragam aksesoris unik untuk kebutuhan khusus, salah satunya adalah koper (brief case) yang bisa diisi senjata jenis MP5K, dan ditembakkan melalui gagangnya. Siapa yang mengira bahwa koper plastik berwarna hitam dengan aksen lining keperekan ini memang terlihat seperti koper kerja biasa.

Bagi mata awam, adanya lubang kecil di sisi kiri koper tentu terlihat tidak kentara, begitu pula pelatuk yang berada pada gagang koper. Padahal, di dalam koper ini terdapat sepucuk MP5K yang terpasang rapi berkat dudukan H&K STANAG Claw Mount yang menjaga agar senjata tidak terlepas dari dudukan.

Karena senjata berada dalam casing khusus, maka cara memakainya pun ada aturannya, penembak tinggal menempatkan koper secara horizontal, akan lebih baik menggunakan perut sebagai penyetabil dan tarik pelatuknya.

Untuk kegunaan taktis mungkin koper ini tidak banyak bicara, namun lain halnya bila misi yang dijalankan adalah pengawalan VIP (Very Important Person). Apalagi, hadirnya MP5K adalah senjata yang dibuat atas permintaan perwakilan H&K di Amerika Selatan yang terkenal sebagai wilayah basis narkotika dan maraknya aksi penculikan orang kaya. Kalau sudah begitu, koper canggih ini jelas menemukan pasarnya. Mengutip informasi dari Commando – Sub Machine Gun – War Machine Series, Sat-81 Gultor Kopassus disebut-sebut punya beberapa koper unik ini.

Dari segi desain, koper ini dibuat dari bahan polimer padat dan kotak alumunium dengan plastik sebagai penutupnya. Situs Guns.com menyebut ukuran koper ini sekitar 20 x 15 x 5 inchi, seukuran dengan toolbox yang kerap dibawa para teknisi.

Ada temuan yang mengejutkan seputar koper MP5K ini, tepatnya di Baghdad – Irak pada 14 April 2013, unit pasukan dari Batalyon Ke-3 Resimen Infanteri Ke-7 US Army, berhasil menemukan 22 koper H&K berikut paket senjata MP5K di dalam gudang senjata. Keberadaan koper senjata ini disinyalir digunakan para pengawal Saddam Husein. Temuan koper MP5K ini juga terus berlanjut, saat revolusi yang terjadi di Libya dan Suriah, beberapa koper unik juga ditemukan di gudang persenjataan.

Meski laris manis digunakan untuk misi pengawalan VIP, adopsi koper MP5K ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya dipandang kurang ideal saat menghadapi CQB (close quarter battle), akurasi bidikan yang kurang efektif, dan waktu yang lebih lama untuk melakukan reload magasin. Anda tertarik dengan koper canggih besutan Jerman ini? H&K pun menjualnya dengan harga US$2.995, bahkan koper ini cukup laris di pasar lelang dengan harga bekas di kisaran US$1.500.

MP5K
Terkait MP5K, berdasarkan sumber dmc.kemhan.go.id (8/8/2012), disebutkan pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyerahkan HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus. Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan saat itu, Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo.
Ke-315 pucuk MP5 tersebut merupakan hasil pengadaan senjata pada tahun 2010, terdiri dari varian 220 pucuk H&K MP5 A4, 48 pucuk H&K MP5 A5, 38 pucuk H&K MP5K PDW dan 9 pucuk HK SD6. Nah, yang bisa digunakan dalam koper senjata adalah jenis MP5K PDW (Personal Defece Weapon). Label K diartikan sebagai Kurz dalam bahasa Jerman, atau dalam bahasa Inggris artinya Short. Ini merupakan varian pendek MP5, dirancang dengan receiver dan bolt lebih pendek. Pengendalian senjata menggunakan gagang depan, mengingat tak ada tempat untuk handguard. MP5K biasa digunakan untuk operasi klandestin dan pengawalan VIP. (Indomiliter)

Spesifikasi H&K MP5K
– Kaliber : 9 x 19 mm
– Berat : 2 kg (tanpa magasin)
– Panjang : 325 mm
– Panjang laras : 115 mm
– Kecepatan tembak : 900 peluru per menit
– Jarak tembak efektif : 25 – 30 meter
– Magasin : 15 dan 30 peluru
– Pola operasi : safe – semi – full auto

Andalan SAR Tempur Paskhas TNI AU


Peran SARpur (SAR/search and rescue Tempur) atau combat rescue adalah bagian dari kemampuan yang dimiliki Korps Paskhas TNI AU. Saat terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat udara/helikopter, kemudian lagi jika muncul situasi pilot jatuh di behind enemy lines, maka tim penolong harus punya kemampuan SAR dan tempur secara bersamaan. Andalan untuk misi SAR tempur yang paling dominan tak lain adalah helikopter.


TNI AU pun sudah punya pengalaman panjang dalam misi SAR tempur, dukungan ‘jembatan’ udara dalam operasi Seroja menjadi medan pembuktiannya bersama dengan satuan heli lain di lingkungan TNI AD. Dan, belakangan untuk menunjang misi SARpur TNI AU mempercayakan pada heli lawas jenis S-58T Twinpac, SA-330 Puma, dan NAS-332 Super Puma. Kesemuanya tak ada masalah untuk menunjang misi SARpur, namun untuk menyikapi tantangan dan potensi ancaman yang terjadi kedepan, ketiga heli tersebut dinilai menjadi kurang ideal, pasalnya ketiga heli hanya dilengkapi persenjataan konvensional (sebatas senapan mesin dan roket) tanpa bekal perangkat elektronik, sensor, dan navigasi yang menunjang.

Perancis sangat mengandalkan heli ini dalam misi combat rescue.
Perancis sangat mengandalkan heli ini dalam misi combat rescue.

Super Cougar dibekali dua pucuk FN MAG kaliber 7,62 mm sebagai door gun.
Super Cougar dibekali dua pucuk FN MAG kaliber 7,62 mm sebagai door gun.

Sementara disisi lain, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah lebih maju dalam adopsi heli angkut taktis. Menyikapi kebutuhan update pada lini heli angkut taktis untuk misi SARpur, TNI AU pun telah mengambil ancang-ancang sejak lama untuk mengadopsi jenis helikopter baru. Yang dilirik pun punya ternyata punya ‘benang merah’ dengan heli sebelumnya, yaitu EC 725 Super Cougar buatan Airbus Helicopters (d/h Eurocopter). Dirunut dari pengembangannya, Super Cougar tak lain adalah hasil pengembangan dari AS 532 Cougar, sementara AS 523 Cougar adalah update versi militer dari NAS-332 Super Puma.

Kedatangan Super Cougar bukan isapan jempol, dipastikan pada tahun 2014 ini akan diserahkan secara bertahap 6 unit EC 725 pada TNI AU. Total jumlah Super Cougar yang dipesan ada 16 unit dengan jadwal penyerahan hingga tahun 2015. Seperti halnya heli AS 565 Panther TNI AL dan heli AS 550 Fennec yang juga buatan Eurocopter, maka Super Cougar juga akan dirakit oleh PT. Dirgantara Indonesia. Terkait kerjasama dengan Eurocopter, PT DI kebagian peran untuk menjadi pembuat komponen fuselage (badan utama) dan tailboom (ekor) EC-725.

Super Cougar dapat membawa dua pod kanon GIAT kaliber 20mm. Untuk tiap pod terdiri dari 180 amunisi.
Super Cougar dapat membawa dua pod kanon GIAT kaliber 20mm. Untuk tiap pod terdiri dari 180 amunisi.

Tampak pada sisi kiri, Super Cougar membawa peluncur roket Forges Zeebrugge 2.75 inchi. Dalam satu peluncur dapat ditempati 19 roket.
Tampak pada sisi kiri, Super Cougar membawa peluncur roket Forges Zeebrugge 2.75 inchi. Dalam satu peluncur dapat ditempati 19 roket.

Skadron 9
TNI AU sudah mempersiapkan secara matang kedatangan Super Cougar, yakni dengan pembentukan skadron baru, yaitu skadron udara 9 yang akan bermarkas di lanud Kalijati – Subang, Jawa Barat. Dengan hadirnya skadron 9, menjadikan TNI AU nantinya berkekuatan tiga skadron heli angkut berat, yaitu skadron 8 yang ditempati SA-330 Puma dan skadron 6 yang ditempati NAS-332 Super Puma.

Selain punya label Super Cougar, nama lain heli ini adalah EC 725 Caracal. Kemampuan yang cukup mencolok dari heli dengan dua awak ini (pilot dan co-pilot) adalah kebisaan untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara (air refuelling). Berkat kemampuan tersebut, heli ini disebut sebagai heli taktis jarak jauh. Metode isi bahan bakar di udara pada heli ini menggunakan teknis hose, serupa dengan Hawk 200 dan Su-30 Sukhoi TNI AU. Dengan begitu, Super Cougar dapat menyusu dengan KC-130B Hercules.

Dengan kemampuan air refuelling, heli ini dapat terbang cukup lama.
Dengan kemampuan air refuelling, heli ini dapat terbang cukup lama.

Cougar pantas diandalkan sebagai heli militer karena memiliki crashworthiness yang tinggi. Termasuk toleransi benturan dan ketahanan sistem vital dan komponennya. Penumpang di dalam kabin helikopter terlindung dari benturan hingga kecepatan 11,4 meter per detik. Tangki bahan bakarnya disegel, dengan sistem pasiokan silang hingga tetap memasok secara kontinu bahkan di saat satu sirkuit bahan bakar gagal.

Rotor utama dan tail rotor (ekor) dilengkapi dengan hub spheriflex tahan benturan, dengan bearing antifriksi metal yang tak perlu dilubrikasi. Rotornya sendiri tahan terjangan proyektil dari kanon kaliber 20 mm dan senapan mesin berat 12,7 mm. Untuk melindungi diri, terdapat pelapis baja untuk pilot dan co-pilot. Sementara gearbox bisa terus berputar selama 30-60 menit. Dalam keadaan tanpa pelumas pun masih bisa berputar 30 menit. EC 725 Super Cougar ditenagai dua mesin Turbomeca Makila 2A1, dimana tiap mesin dapat menghasilkan tenaga 1.776 kW atau setara 2.382 hp.
Rotor utama dilengkapi 5 bilah baling-baling.

Untuk menunjang misi SAR Tempur , heli Cougar dilengkapi dengan personnel locator system (PLS), yang bekerja berdasarkan sistem encrypted communication homing, alat ini berkomunikasi dengan komputer navigasi Avionique Nadir MK2 dari Thales yang kemudian memilih moda navigasi. Dalam memudahkan observasi pada suatu sasaran, Super Cougar dilengkapi dengan kubah pemantau pada pintu kabin, lampu pencari, perangkat FLIR (forward looking infra red) pada sisi bawah hidung, dan radar pendeteksi berjangkauan pandang luas dengan PLS. Awaknya dilengkapi perangkat NVG (night vision goggles) generasi ketiga. Pendek kata, kokpit Cougar yang serba digital sudah kompatibel dengan NVS (night vision systems).

Dalam misi SAR yang melibatkan penyelamatan dari laut, dapat digunakan fitur auto pilot digital SFIMPA yang diatur pada operasional kelas berat. Pada mode operasi ini, manuver untuk transisi dan hovering berlangsung secara otomatis.

Sebagai heli yang mampu mengembang misi tempur secara total, Cougar juga dilengkapi dengan sistem peringatan peluncur rudal (EWR), hal ini amat diperlukan mengingat heli banyak beroperasi di wilayah konflik, ketika harus terbang rendah, maka potensi serangan dari rudal panggul (SAM MANPADS) menjadi sangat berisiko. Tak hanya itu, heli ini juga dapat dilengkapi dengan sistem pengacau infra merah dan radar serta flare decoy, maklum ada beberapa rudal panggul yang mengandalkan pemandu infra red. Kelengkapan tambahan lain adalah centrisep multi purpose air intake yang memungkinkan helikopter dapat beroperasi dengan aman di wilayah gurun pasir maupun medan berdebu. Nah, bicara soal main ‘debu’ sudah dibuktikan dengan handal, tatkala heli ini dikerahkan secara maksimal dalam berbagai misi tempur di Afghanistan.
EC 725 milik AU Thailand
EC 725 milik AU Thailand

Dari segi daya angkut, Cougar layak disebut heli angkut sedang, meski di lingkungan TNI AU akan disebut sebagai heli angkut berat dengan kemampuan membawa 29 prajurit dengan senjata lengkap, atau dapat enam penumpang yang ditandu, ditambah sepuluh penumpang lain
Tahun 2006, EC 725 Perancis dikerahkan di Lebanon untuk membantu evakuasi personel, juga di Afghanistan. Dua EC 725 ditempatkan di Kabul sejak awal 2007 untuk mendukung operasi NATO internationa Security Force. Lebih dari 95% operasi di Kabul menggunakan EC 725. Memasuki tahun 2009, AD Perancis mengoperasikan EC 725 Super Cougar. Selain Indonesia yang akan menerima Super Cougar pada tahun ini, negara lain yang sudah menggunakan heli ini lebih dulu adalah AU Malaysia, AU Thailand, AU Tunisia, AU/AL Meksiko, AU/AL/AD Brazil, AU/AL Perancis, dan AU Kazakhstan. (Indomiliter)

Spesifikasi EC 725 Super Cougar
– Kru : 2 (pilot + co-pilot)
– Kapasitas : 29 pasukan bersenjata lengkap dengan beban maksimum 5.670 kilogram
– Panjang : 19,5 meter
– Tinggi : 4,6 meter
– Bobot kosong : 5,330 kilogram
– Bobot tempur : 11,000 kilogram
– Diameter rotor utama : 16,20 meter
– Performance EC 725 Cougar
– Kecepatan maksimal : 324 kilometer/jam
– Kecepatan jelajah : 285 kilometer/jam
– Jangkauan tempur maksimal : 1.325 kilometer
– Ketinggian terbang maksimal : 6.095 meter
– Kecepatan menanjak : 7,4 meter/detik