Pages

Sunday, 3 June 2012

Latihan VBSS dalam Latma CARAT 2012


(Foto: Dispenarmatim)

2 Mei 2012, Surabaya: Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH. M. Hum. Meninjau pelaksanan Latihan Visit Boarding Search and Seizure (VBSS). Kamis (23/5) di Selat Madura. Latihan VBSS yang ditinjau Pangarmatim itu merupakan bagian dari Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat And Training (Carat) tahun 2012, antara TNI AL dengan US Navy.

Dalam peninjauan langsung ke lokasi latihan itu, Pangarmatim didampingi oleh Asops Pangarmatim, Dansatpaska, Dansatrol, Kapuskodal, Wadan Kolatarmatim, Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 serta Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 menggunakan kendaraan tempur Sea Rider milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) Latihan ini diikuti oleh personel dari TNI AL yang terdiri dari Kopaska, ABK KRI dan personel US Navy.


Awak korvet Sigma KRI Sultan Iskandar Muda-367 mendemontrasikan teknik Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) dihadapan personil U.S. Navy dan Coast Guard di atas kapal niaga KM Jati Pura. Latihan VBSS salah satu materi Latihan Bersama CARAT 2012 Indonesia. (Foto: U.S. Navy/ Mass Communication Specialist 1st Class Elizabeth Thompson)

Personil US Navy mendemontrasikan prosedur VBSS pada personil TNI AL. (Foto: US Navy/ by Mass Communication Specialist 1st Class Elizabeth Thompson)

Awak kapal korvet Sigma KRI Sultan Iskandar Muda-367 kembali ke kapal setelah menyelesaikan latihan VBSS dengan prajurit U.S. Navy dan Coast Guard. (Foto: U.S. Navy/ Mass Communication Specialist 1st Class Elizabeth Thompson)

Sumber: Dispenarmatim/U.S. Navy

Modernisasi Militer Indonesia akan Memperkuat Kerja Sama Keamanan di Kawasan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) pada rangkaian acara Shangri-La Dialogue, di Singapura, Jumat (1/6).Selain menjadi Pembicara Kunci pada forum pertemuan tahunan di bidang pertahanan dan keamanan di kawasan Asia Pasifik ini, Presiden SBY juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam. (Foto: ANTARA/Muchlis/pd/12)

1 Juni 2012, Jakarta: Singapura: Di kawasan Asia, kita melihat tren peningkatan anggaran belanja militer dan upaya-upaya untuk memodernisasi peralatan militer. Ini adalah konsekuensi logis dari fakta tentang pertumbuhan ekonomi di Asia dan mereka mampu membelanjakannya bagi anggaran pertahanan.

“Ini juga terjadi di Indonesia yang berusaha untuk memordenisasi kemampuan militer kami,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato kunci pada Opening Dinner for the 11th International Institute for Strategic Studies (IISS), the Shangri-La Dialogue di Island Ballroom, Tower Hotel Shangri-La, Singapura, Jumat (1/6) malam.

Dalam 20 tahun terakhir atau lebih, terang Presiden SBY, krisis ekonomi dan faktor-faktor yang lain memaksa pemerintah Indonesia untuk mengalokasikan anggaran yang minim bagi pertahanan dan keamanan.

“Sebagai hasilnya, postur pertahanan kami sangat minim,” kata SBY. “Sekarang, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan GDP berkisar antara 6.5 persen. Kami berada di posisi yang lebih baik untuk mengalokasikan bagian yang lebih besar untuk anggaran pertahanan nasional.

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas kami untuk melindungi wilayah perbatasan, untuk menanggulangi ancaman trans-nasional, untuk meningkatkan kontribusi pada operasi menjaga perdamaian dunia, untuk lebih siap pada Operasi Militer Selain Perang, dan untuk melaksanakan operasi khusus,” Presiden SBY menjelaskan.

“Baru-baru ini, sebagai contoh, pasukan bersenjata kami untuk pertama kalinya melaksanakan operasi militer terjauh untuk menyelamatkan pelaut Indonesia yang disandera perompak Somalia, sebuah misi sulit yang alhamdulillah berjalan sukses,” ujar Kepala Negara.

Namun demikian, Presiden SBY meyakinkan dunia bahwa usaha memodernisasi militer Indonesia akan berlangsung transparan, dan akan dipadukan dengan usaha intensif pada upaya-upaya membangun kepercayaan seperti pelatihan dan pertukaran militer bersama.

“Kami akan memastikan bahwa modernisasi militer kami tidak akan membuat sebuat ketegangan baru, namun justru akan memperkuat kerja sama keamanan di kawasan,” tegas Presiden SBY.

Sumber: Presiden RI

Pangarmatim Tinjau Latihan Partial SAR Kapal Selam



1 Juni 2012, Surabaya: Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum berkesempatan meninjau pelaksanaan latihan Parsial SAR Kapal Selam yang dilaksanakan oleh Satuan Kapal Selam Koarmatim dan Dislambairarmatim, Jumat (1/6).

Latihan yang akan dilaksanakan pada minggu IV bulan Juni 2012 dimaksudkan untuk melatih unsur-unsur dan seluruh komponen SAR TNI AL dalam menyelenggarakan pencarian dan penyelamatan (SAR) memberikan bantuan atau pertolongan terhadap kapal selam yang mengalami kedaruratan di bawah air.

Latihan SAR ini merupakan latihan pertama yang akan dilaksanakan oleh TNI AL, oleh karena itu Pangarmatim menekankan agar dilaksanakan latihan secara parsial terhadap seluruh skenario latihan yang akan dilaksanakan, sehingga latihan SAR benar-benar dapat terlaksana dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Pangarmatim berkesempatan menyaksikan proses penggenangan dan pengeringan conning tower kapal selam yang dalam skenario latihan nanti akan dipergunakan sebagai tempat peluncuran para awak kapal selam dalam proses penyelamatan diri apabila kapal selam mengalami kedaruratan di bawah air.


Latihan parsial SAR kapal selam dilaksanakan selama lima hari, dimulai tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2012. Latihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu teori dan praktek.

Tahap teori dilaksanakan dari tanggal 28 hingga 30 Mei di Dock Kapal selam dan di ponton lumba-lumba.

Sedangkan tahap praktek dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai1 Juni 2012 di dermaga kapal selam. Dalam tahap praktek kapal selam disimulasikan duduk dasar dan tidak dapat dihembus dari dalam kapal selam, sehingga memerlukan bantuan dari unsur penyelam TNI AL (Dislambair) untuk menghembus tangki pemberat pokok (TPP) kapal selam, sehingga kapal selam dapat timbul ke permukaan.

Setelah kapal selam diketahui lokasinya, unsur penyelam memasang Hose Connection ke TPP 1 dan 2 di bagian buritan kapal selam, dan ke TPP 5 dan 6 di haluan kapal selam.

Setelah pemasangan selesai, penyelam memberikan tanda ketukan dua kali pertanda kapal siap di hembus dari ponton lumba-lumba, kemudian ABK kapal yang ada didalam kapal membalas ketukan dua kali sebagai tanda mengerti dan kapal siap dihembus dengan bantuan ponton lumba-lumba.

Kegiatan penghembusan kapal selam dari ponton lumba-lumba tersebut disaksikan langsung oleh Asops Pangarmatim yang mengawasi proses pelaksanaan penghembusan tersebut sampai dengan selesai.

Proses penghembusan dilaksanakan secara perlahan selama 41 menit dengan tetap memperhatikan kondisi kapal. Setelah kapal berhasil di timbulkan tim penyelam melepas kembali Hose Connection ke TPP kapal selam, sekaligus sebagai tanda selesainya dilaksanakan latihan parsial SAR kapal selam tersebut.

Sumber: Dispenarmatim