Pages

Sunday, 16 December 2012

TNI AD Lanjutkan Modernisasi Alutsista


KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan TNI Angkatan Darat akan terus melanjutkan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) guna mewujudkan TNI AD yang profesional. Karena itu, Satuan TNI Angkatan Darat akan dilengkapi dengan Alutsista yang modern dan tercanggih di kelasnya, seperti MBT Leopard, Marder, Meriam 155 Caesar, MLRS Astros II, Rudal Mistral, Helikopter Black Hawk serta persenjataan lainnya.

Demikian amanat tertulis KSAD yang dibacakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Budiman saat menjadi Inspektur Upacara Hari Juang Kartika Ke-67, Sabtu (15/12) di Lapangan Upacara Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta. Hari Juang Kartika diperingati sejak 15 Desember 1945 hingga saat ini, 15 Desember 2012.


Menurut Pramono Edhie, sejalan dengan dinamika perubahan situasi pada lingkup nasional, regional, maupun global serta tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, tugas Angkatan Darat ke depan akan semakin berat dan kompleks. Tantangan tugas ini menuntut kesiapan operasional satuan, profesionalitas dan soliditas satuan yang tinggi serta dukungan seluruh komponen bangsa.

Seluruh prajurit TNI Angkatan Darat harus menjadi prajurit yang terlatih, tangguh dan handal. Karenanya, KSAD meminta para komandan satuan untuk menyelenggarakan latihan di satuannya dengan profesional dan terukur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan yang kita pedomani.

Dia mengingatkan untuk mewujudkan profesionalisme keprajuritan tidak cukup hanya dilakukan dengan modernisasi Alutsista, tetapi yang lebih penting adalah menyiapkan sumber daya prajuritnya. Karena secanggih dan semodern apapun Alutsista yang kita miliki, tanpa didukung profesionalitas dan semangat juang, maka tidak akan memberikan hasil yang optimal.

“Selain itu, profesionalisme keprajuritan yang kita bangun, bukan untuk menciptakan prajurit seperti robot, melainkan profesionalisme yang berbasis kepada jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional,” katanya melalui siaran pers Kasubdis Penum Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), Kolonel Inf Zaenal M.

Usai upacara, Wakasad menyerahkan piala dan plakat kepada para pemenang lomba kebersihan antar satuan di lingkungan Mabesad. Juara I diraih oleh Staf Pengamanan, Juara II oleh Staf Personel dan Juara III diraih oleh Staf Perencanaan dan Anggaran.

Jurnas

Sistem Rudal Patriot



AMERICA:(DM)- MIM-14 Patriot adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) yang digunakan oleh Angkatan Darat AS dan beberapa negara sekutunya. Patriot diproduksi oleh Raytheon Company dari Amerika Serikat, dan namanya diambil dari nama komponen Radar dari sistem rudal ini. AN/MPQ-53 yang merupakan jantung dari sistem rudal ini dikenal sebagai "Phased Array Tracking Radar to Intercept On Target" atau disingkat menjadi PATRIOT.

Sistem Patriot menggantikan sistem rudal Nike Hercules sebagai sistem Medium Air Defense (HIMAD) Angkatan Darat, dan juga menggantikan MIM-23 Hawk System sebagai sistem pertahanan udara taktis menengah Angkatan Darat AS.

Selain menjalankan peran tersebut, sistem rudal Patriot juga diberikan fungsi sebagai sistem anti-rudal balistik Angkatan Darat AS (ABM), yang kini menjadi misi utama Patriot.

Patriot menggunakan rudal pencegat udara canggih dan radar dengan kinerja tinggi. Patriot dikembangkan di Redstone Arsenal di Huntsville, Alabama, yang sebelumnya mengembangkan sistem Safeguard ABM dan komponennya yaitu rudal Spartan dan Sprint. Simbol untuk Patriot adalah gambar dari Minuteman era Perang Revolusi.
Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem rudal Patriot telah dijual ke Taiwan, Mesir, Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Spanyol. Pada tanggal 4 Desember 2012, NATO juga menyetujui untuk penempatan peluncur rudal Patriot di Turki guna melindungi negara itu dari rudal yang ditembakkan dari tetangganya Suriah yang saat ini sedang berlangsung perang sipil.
 
Kredit foto: AP via Pravda.ru

lanud Abd. Saleh Latihan Pengamanan Aset



MALANG-(DM) : Untuk melatih dan meningkatkan kemampuan, ketrampilan personel yang terlibat dalam Satgaspam alutsista Lanud Abd Saleh agar siap operasional dalam melaksanakan tugas pengamanan dan pertahanan horizontal maka Lanud Abd Saleh mengadakan Latihan Pertahanan Horisontal semester II yang dilaksanakan di Lanud Abd Saleh (13/12).

Sebelum kegiatan latihan Pertahanan Pangkalan dimulai, Kepala Seksi Pertahanan Pangkalan Mayor Psk Subiasto memberikan arahan kepada personel Lanud Abd Saleh beserta Insub yang terlibat dalam pelaksanaan latihan, mengenai bagaimana prosedur dalam menghadapi serangan dari musuh.

Diskenariokan dalam Latihan bahwa, situasi wilayah Malang Raya kurang kondusif disebabkan untuk pengusulan dari buruh tentang upah minimum tidak terpenuhi sehingga membuat kerusuhan di wilayah Malang Raya. Untuk mengantisipasi kerusuhan melebar masuk ke Lanud Abd Saleh, maka Pimpinan memerintahkan membentuk dan menyiapkan Satuan Tugas Pengamanan dan Pertahanan Pangkalan (Satgaspamhanlan).

Setelah ada informasi dari Intelpam tentang rencana perusuh yang akan mengancam Lanud Abd Saleh, maka Komandan Lanud Abd Saleh memerintahkan Komandan Satgaspamhanlan untuk melaksanakan pengamanan pertahanan Lanud Abd Saleh. Dan Satgaspam memerintahkan Komandan Kompi untuk menggelar pasukannya sesuai sektor yang telah ditentukan dan mengadakan patrol pengamanan. Satgaspam akan ditarik setelah dinyatakan aman dan dapat perintah penarikan dari Komandan Lanud Abd Saleh, selanjutnya diadakan konsolidasi pengecekan baik personel maupun materiil dan hasilnya dilaporkan kepada Komandan Lanud Abd selanjutnya menunggu instruksi.

Latihan Pertahanan Pangkalan horizontal yang melibatkan 252 orang anggota Lanud Abd Saleh dan Insub mempunyai sasaran latihan, memelihara dan meningkatkan ketrampilan taktik dan teknik patroli dalam pelaksanaan pertahanan pangkalan dan mengetahui betul kondisi geografis Lanud Abd Saleh yang harus dipertahankan, bila suatu saat dihadapkan pada suatu kondisi nyata dimana operasi pertahanan horizontal harus digelar dan pencegahan, penangkalan serta pendeteksian dini terhadap pihak-pihak yang ingin mengganggu kelancaran operasional Lanud Abd Saleh.

Latihan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 11 sampai dengan 14 Desember 2012 dengan materi pelajaran teori dan praktek pengamanan dan pertahanan horizontal selama 2 hari dilanjutkan dengan gelar pengamanan dan pertahanan horizontal, patrol dan menembak dan terakhir evaluasi pelaksanaan teori dan praktek pertahanan horizontal selama 2 hari.

Sumber : TNI AU