Pages

Sunday, 16 June 2013

Angkatan Laut Australia Dukung "Sail Komodo 2013"


Dispenal / Mabesal
KEPALA Staf Angkatan Laut Australia (Chief of Royal Australian Navy/RAN) Vice Admiral Raymond James “Ray” Griggs, AO, CSC, RAN, mengatakan bahwa Angkatan Laut Australia mendukung program "Sail Komodo 2013" yang akan diselenggarakan di Labuan Bajo, NTT, September mendatang.

Hal itu diucapkan Kasal Australia saat bertemu Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Marsetio di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (14/6).

Kasal Australia juga menyambut baik digelarnya internasional simposium dan Latma Komodo (Latihan Bersama Komodo) oleh kedua Angkatan Laut. Sebaliknya, Laksamana TNI Marsetio sangat berkesan terhadap Angkatan Laut Australia dalam menangani latihan dan kerja sama. Marsetio juga menyatakan akan memenuhi undangan dan permintaan Australia pada simposium Angkatan Laut yang diselenggarakan Australia pada Oktober 2013.

Pada kesempatan itu, kedua orang nomor satu di jajaran Angkatan Laut tersebut juga membicarakan kontribusi masing-masing Angkatan Laut dalam membangun hubungan yang lebih akrab untuk menjaga stabilitas kawasan.

Sebelumnya, kunjungan Kasal Australia didampingi Atase Angkatan Laut Australia, Kolonel Katja Bizilj serta beberapa pejabat Australia disambut secara resmi oleh KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio dalam suatu upacara jajar kehormatan militer yang berlangsung di pelataran Gedung Utama Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

Kunjungan Kasal Australia tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Australia dan TNI AL.

Pada kunjungan tersebut, Kasal Australia menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan ramah dan hangat selama berada di Indonesia. Ia berharap dengan kedatangan ini, ke depan akan meningkatkan kerja sama melalui forum kesepakatan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Laksamana TNI Marsetio juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Kasal Australia ke Indonesia, dalam hal ini ke Markas Besar Angkatan Laut. Marsetio mengharap kunjungan tersebut makin mempererat hubungan kerjasama kedua Angkatan Laut.

Berdasarkan siaran pers Kadispenum Dispenal, Kolonel Laut (S), J Widjojono, turut hadir dalam pertemuan tersebut, Aspam Kasal Laksamana Muda TNI I Putu Yuli Adnyana, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, Atase Angkatan Laut Indonesia untuk Australia Kolonel Laut (P) Didik, Paban I Spamal Kolonel Laut (E) Eden Gunawan, Paban IV Hublu Kolonel Laut (T) Samsul, dan Paban I Sopsal Kolonel Laut (P) Greg Agung.

Jurnas.com

Seminar Internal Pustekbang Perancangan Pesawat tempur




Pusat Teknologi Penerbangan Lapan sedang giat melaksanakan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Salah satu bidang kajiannya adalah perancangan pesawat tempur, khususnya generasi ke 5 (lima). Pada hari Selasa tgl. 11 Juni 2013 telah dilaksanakan Seminar Internal dengan tema Tinjauan beberapa aspek dalam perancangan pesawat tempur generasi 5 bertempat di Ruang rapat Pustekbang yang dihadiri oleh para Peneliti, Perekayasa dan tamu undangan. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan sambutan dari Kapustekbang Drs. Gunawan S. Prabowo, MT. dilanjutkan dengan penjelasan pelaksanaan acara oleh moderator Ir. Sulistyo Atmadi, MS. ME.

Pembicara seminar Dosen-dosen dari Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga anggota Tim KFX kerjasama dengan Korea selatan. KFX merupakan singkatan dari Korean Fighter experimental yang merupakan pesawat tempur disain dari Korea. Nota kesepahaman dengan Korsel tersebut telah ditandatangani Erris Herryanto (Sekjen Kemhan) yang merupakan perjanjian awal berkaitan dengan rencana produksi bersama (joint production), riset hingga terbentuknya prototipe pesawat tempur. Prototipe tersebut dapat diproduksi di Indonesia tahun 2020 oleh PT DI. Indonesia tidak akan mendapat lisensi dari pesawat KF-X karena rancangan awal dari jet tempur tersebut adalah milik Korsel sepenuhnya, dalam hal ini hanya menjadi mitra kerja sama terutama dalam hal pemasaran. Kendati demikian Indonesia akan mendapat keuntungan dari kerja sama ini karena dapat menyerap teknologi, sedangkan pihak Korsel dapat memangkas biaya produksi dan terbantu di urusan penjualan produk pesawat tempur.

Pesawat single seat bermesin ganda ini adalah jenis pesawat siluman (stealth) yang kemampuannya di atas pesawat Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, tapi masih di bawah Lokheed Martin F-35. Kemampuan tempurnya juga tidak usah diragukan karena lebih unggul dibandingkan pesawat F-16 Block 60. Untuk mendukung ketersediaan peranti canggih,produksi KF-X akan merangkul sejumlah perusahaan internasional untuk menyediakan sistem radar, data link, desain, mesin jet, teknologi stealth, persenjataan,dan lainnya.
Seminar dilaksanakan dengan pemaparan mengenai topic oleh pembicara dan dilanjutkan dengan diskusi. Berikut Pembicara dan topik yang disampaikan:
  • Dr. Rais Zain : Aspek perancangan Sistem dan Konfigurasi Pesawat tempur
  • Dr. Toto Indriyanto : Aspek Air Combat System
  • Dr. Romie O Bura : Aspek Aerodinamika dan Propulsi
  • Ir.  Muhammad Kusni, MT. : Aspek Load dan Struktur

Menurut Dr. Romie O Bura dalam perancangan pesawat tempur tersebut, Lapan dapat berperan mendukung proses transfer teknologi contohnya dalam hal pemahaman (know how) pengembangan metodologi maupun desain tools rancang bangun. Disamping itu juga peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Teknologi penerbangan. Setelah diskusi yang cukup meriah, acara ditutup oleh moderator pada pukul 15.00 WIB.

seminar_tempur_2.jpg - 593.88 Kb

Suasana Seminar Perancangan Pesawat Tempur


AS Akui Peran TNI AL di Kawasan Asia Pasifik Strategis

Dispenal / Mabesal
 PANGLIMA Armada Ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), Laksamana Madya (Vice Admiral) Scott H. Swift, mengatakan TNI Angkatan Laut memegang peranan yang sangat penting dan strategis di kawasan Asia Pasifik.

Hal itu dikatakannya saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Marsetio, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (14/6).

Menurut Panglima Armada ke-7 AS, Angkatan Laut AS akan selalu siap membantu TNI Angkatan Laut dalam hal mencapai dan menjaga stabilitas kawasan Asia.

Scott Swift berkunjung ke Mabesal dalam rangka berpamitan atas akhir jabatannya selaku Panglima Armada Ke-7 Amerika Serikat. Kunjungan ini merupakan kunjungan terakhirnya sebagai Panglima Armada ke 7. Setelah ini nanti, Laksamana Madya (Vice Admiral) Scott H. Swift akan bertugas di Pentagon untuk menjabat sebagai salah satu direktur pada Direktorat Koordinasi Staf di bawah Kasal Amerika Serikat.

Panglima Armada ke-7 tersebut, menyampaikan terima kasih atas jalinan hubungan kerja sama TNI Angkatan Laut dengan Armada Ke-7 Amerika Serikat, baik dalam bentuk latihan bersama, forum-forum pertemuan, dan kegiatan lainnya selama Laksamana Madya Scott H. Swift menjabat.

Selain itu, kesan-kesan mendalam juga disampaikan terhadap TNI Angkatan Laut terkait perannya di wilayah regional Asia Tenggara. Dia melihat adanya gerakan TNI Angkatan Laut menuju ke arah World Class Navy.

Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Marsetio saat menerima tamunya menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya, dedikasi, dan kepemimpinan Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), Laksamana Madya (Vice Admiral) Scott H. Swift dalam meningkatkan hubungan kedua Angkatan Laut dalam berbagai bidang.

Marsetio meengharap kunjungan ini makin mempererat hubungan kerjasama antara kedua Angkatan Laut.

Pada pertemuan itu, Marsetio berkesempatan memberi cindera mata berupa sebuah buku karangannya berjudul The Role of The Indonesian Navy, in Securing The Straits of Malacca, kepada Panglima Armada ke-7 Amerika Serikat.

Siaran pers Kadispenum Dispenal, mengatakan, Kolonel Laut (S) J Widjojono, turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Aspam Kasal Laksamana Muda TNI I Putu Yuli Adnyana, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, Paban I Spamal Kolonel Laut (E) Eden Gunawan, Paban IV Hublu Kolonel Laut (T) Samsul, dan Paban I Sopsal Kolonel Laut (P) Greg Agung.

jurnas