Pages

Tuesday, 30 July 2013

AAU terapkan sistem pendidikan berbasis internet

AAU terapkan sistem pendidikan berbasis internet
Ilustrasi, (SINDOnews).
 Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun ini akan menerapkan sistem pendidikan berbasis elektronik (e-learning), yaitu learning management system (LMS) saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) karbol.

Gubernur AAU Marsekal Muda (Marsda) TNI Tabri Santoso mengatakan, penerapan LMS ini bukan tanpa alasan. Selain untuk mengikuti perkembangan teknologi, juga meningkatkan kualitas hasil didik, sekaligus mengenalkan teknologi, baik kepada para karbol maupun tenaga pendidikan.

“Pengusaan teknologi ini penting, sebab nantinya tugas-tugas mereka akan bersinggungan dengan teknologi, sehingga jangan sampai gagap teknologi,” kata Tabri Santoso usai upacara militer HUT AAU ke 48 di lapangan Dirgantara, AAU, Yogyakarta, Jumat (26/7/2013).

Selain itu, penerapan LMS tersebut juga akan memudahkan dalam proses pembelajaran dan   pengawasan kepada karbol. Dengan LMS, tenaga pendidik saat menyampaikan materi maupun memberi tugas, tidak harus berada di kelas namun cukup melalui layanan interaktif LMS tersebut. “Meski begitu, untuk tatap muka di kelas tetap akan dilakukan,” ucapnya.

Menurut Tabri untuk mengakses program tersebut, berbagai fasilitas telah disediakan AAU, seperti jaringan Wifi dan semua karbol dari tingkat II, III dan IV mendapatkan laptop.
Sehingga tidak ada alasan, karbol tidak dapat mengakses layanan LMS itu. Apalagi diktat dan hal teknis pendidikan lainnya ada disini. “LMS ini juga untuk mendukung penilaian akreditasi AAU dari BAN PT. Kami mentargetkan dapat nilai A,” paparnya.

Tabri menambahkan langkah ini juga untuk menguatkan peran AAU dalam menyiapkan calon-calon kader perwira TNI AU, yang memiliki integritas, mampu beradaptasi dengan cepat. Kemudian siap mengantisipasi tantangan yang ada dan mahir dalam pengambilan keputusan guna menghadapi beraneka tantangan tugas sebagaimana yang diamanatkan KSAU.

sindonews

Atase Kedubes Kerajaan Thailand Peroleh Brevet Kavaleri Marinir

KOMANDAN Resimen Kavaleri-2 Marinir Kolonel Marinir Herry Djuhaeri memimpin upacara penyematan dan penyerahan Brevet Kehormatan Kavaleri Marinir kepada Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand yang dilaksanakan di Kesatrian Hartono, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2013).

Penyematan Brevet ini sebagai wujud terjalinnya kerja sama antara Korps Marinir dengan Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan uji mengemudikan kendaraan tempur BMP 3F. Dengan dipandu oleh awak tank, Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand secara bergantian melaksanakan latihan mengemudi tank mengelilingi ksatrian Marinir. Dilanjutkan dengan tour facility offroad melalui medan yang cukup menantang dan memacu adrenalin.

Acara ditutup dengan penyematan brevet dan penyerahan piagam oleh Danmenkav-2 Mar Kolonel Marinir Herry Djuhaeri kepada Senior Colonel Wichai Wichard (mantan Atase Thailand), Gp Capt Manat Chandaeng (Defence and Air Attache), Colonel Asdang Sajjapala (Army Attache), Gp Capt Weetoon Treeprom (Defence and Air Attache) Colonel Pongsak Mumkhahan (Army Attache), Captain Apichat Punyakittiwai (Naval Attache), dan Lt Col Pakorn Suttiluk (Assistant Army Attache).

Hadir dalam acara tersebut Koorspri Panglima TNI Kolonel Laut (S) Dr Ivan Yulivan, MM, Perwira dari Mabes TNI, dan para Pastaf serta Dansatlak Menkav-2 Mar.

pelitaonline

Meski Puasa, Pasukan Tengkorak Diterjunkan

Meski Puasa, Pasukan Tengkorak Diterjunkan
Karang Anyar • BULAN puasa tidak dianggap sebagai kendala bagi ratusan prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 305/Tengkorak - Kostrad.

Pasukan tetap melaksanakan latihan terjun payung dengan daerah penerjunan (drop zone) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama dua hari sejak kemarin dan hari ini, Jumat (26/7/2013).

“Justru hal ini merupakan kesempatan baik bagi prajurit untuk melatih dinamika di lapangan, karena situasi pertempuran dapat terjadi kapan saja,” tegas Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak yang sekaligus bertindak sebagai Komandan Latihan, Mayor Inf Kristomei Sianturi, S.Sos, M.Si (Han).

Menurut peraih penghargaan sebagai penulis terbaik di Seskoad pada tahun lalu, latihan terjun ini merupakan agenda wajib yang harus dilakukan oleh setiap prajurit Tengkorak sebagai penyegaran kemampuan secara berkala.

Lebih lanjut alumni Akmil tahun 1997 itu menjelaskan, pelaksanaan terjun payung tersebut menggunakan pesawat Hercules Long Body jenis C-130 dengan ketinggian 1.000 feet dan kecepatan terbang sekitar 120 knot.

Untuk menegaskan komitmennya terhadap kegiatan tersebut, Komandan Batalyon pun ikut serta dalam penerjunan.

Bahkan untuk menambah moril dan semangat prajurit, tidak tanggung-tanggung Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad Kolonel Inf Bobby Rinal Makmun ikut juga dalam latihan penerjunan itu.

Sesuatu yang langka dilakukan oleh seorang Pamen TNI AD pada level pangkat tersebut. Latihan terjun ini diikuti oleh 680 personel gabungan Yonif Linud 305 dengan Markas Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad.

Sejauh ini, latihan terjun dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar (zero accident). Walaupun pada saat Jam “P” penerjunan pasukan Yonif Linud 305 menghadapi rintangan berupa padatnya peterjun dihadapkan pada terbatasnya area Drop Zone dan kondisi angin yang cukup kencang,. 

Namun berkat skill dalam mengemudikan payung dan teknik dalam mendarat, penerjunan berlangsung sukses.

Bagi pasukan tempur yang memiliki keahlian khusus seperti pasukan lintas udara ini, keberhasilan latihan merupakan salah satu kunci bagi kemenangan dalam pertempuran.

Kesuksesan latihan ini kembali menjadi catatan yang membanggakan mengingat beberapa pekan lalu Yonif Linud 305 juga telah melaksanakan latihan bersama dengan US Army Paratroopers 82nd dalam Joint Exercise Garuda Shield-7/2013 dengan baik dan mendapatkan pujian dalam pelaksanaannya.

pelitaonline