Pages

Monday, 6 January 2014

Kunjungan Kerja Dirtopad ke Negara Federasi Rusia dan Turki


Pada tanggal 8 – 13 Desember 2013, Dirtopad sebagai anggota Delegasi Republik Indonesia melaksanakan Kunjungan kerja ke wilayah Perbatasan dan Pulau-pulau Kecil Terluar di negara Turki dan Federasi Rusia.

Tujuan kunjungan kerja adalah melakukan Studi Banding Pengelolaan Perbatasan khususnya model pengelolaan perbatasan Negara dan tata cara penyelesaian permasalahan perbatasan dan kerjasama pertahanan oleh Negara Federasi Rusia dan Turki.

Kunjungan kerja ke Turki dilaksanakan tanggal 8-10 Desember 2013, sedangkan kunjungan kerja ke Rusia dilaksanakan tanggal 11-13 Desember 2013. Peserta kunjungan kerja adalah Laksamana Muda TNI Amri Husaini Deputi IV Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam, TH. Soesetyo Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional.

Pengelola Perbatasan, Drs. Malyono Mawar, MA, Asdep Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Brigjen TNI Ir. Dedy Hadria, M.Sc, Direktur Topografi Angkatan Darat, Laksamana TNI Albertus Bambang Pratiknyo, SE, MM, Asdep Bidang Koordinasi Potensi Pertahanan dan Integritas Nasional, Kemenkopolhukam,

Drs. Makmur Marbun, M.Si, Kepala Bidang Perencanaan pada Asdep Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Aris Kurnia, S.Sos, M.Si, Kasubbid Perencanaan Anggaran pada Asdep Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Dari hasil kunjungan kerja tersebut terdapat beberapa perbandingan pengelolaan perbatasan antara Indonesia dengan Federasi Rusia danTurki diantaranya :

1). Organisasi pengelolaan secara nasional. Berdasarkan Peraturan Presiden No 12 tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan, di Indonesia telah terbentuk Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dengan pengarah beberapa Menko, dan anggota para Menteri terkait, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BIG, dan para Gubernur terkait. Sedangkan di Federasi Rusia berada dibawah sejenis Dewan Keamanan Nasional, dan di Turki berada dibawah Kementerian Dalam Negeri.

Apabila dilihat dari sudut pandang organisasi, Indonesia telah mempunyai organisasi pengelolaan perbatasan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan kedua Negara tersebut. Namun apabila dikaji dari efektifitas perlu dipelajari lebih mendalam, sehubungan dengan banyaknya kementerian dan lembaga yang harus dikoordinasikan oleh BNPP.

2). Pengamanan perbatasan. Berdasarkan UU No 34 tahun 2004 tentang TNI, salah satu tugas dalam OMSP melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan membentuk satgas-satgas pamtas dari satuan-satuan di TNI secara bergiliran sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sedangkan di Negara Federasi Rusia danTurki dibentuk komando gabungan yang khusus ditugaskan dalam pengamanan perbatasan, dan untuk membekali kemampuan personel pasukan tersebut dibentuk Pusat Latihan pengamanan perbatasan.

3) Pemanfaatan teknologi Optronic (Optical electronic). Federasi Rusia dan Turki telah memanfaatkan teknologi optronic dalam rangka mengefektifkan pengawasan di wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan standard khusus untuk di perbatasan. Pemanfaatan teknologi optronic dikedua Negara tersebut sangat memungkinkan dengan kondisi medan yang relative terbuka. Sedangkan di Indonesia, pemanfaatan teknologi optronic masih sangat terbatas sesuai dengan kelengkapan yang dibawa oleh satuan yang ditugaskan.

Dari hasil studi banding tersebut terdapat kegiatan yang dilaksanakan oleh kedua Negara tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kemampuan personel yang ditugaskan di perbatasan, yaitu adanya Pusat Pelatihan Pengamanan Perbatasan. Dengan adanya Pusat Latihan Pengamanan Perbatasan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengamanan perbatasan diluar wilayah pintu perbatasan yang rawan terhadap kegiatan illegal yang membahayakan keamanan negara.

TNI AD 

Kritikan Ketua MPR ditanggapi sinis

Kepala BNPT Ansyaad Mbai (Dok. Istimewa)
Jakarta : Komentar Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto terkait penggerebekan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, mendapat tanggapan sinis dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansya’ad Mbai.

"Mungkin (Ketua MPR) tidak tahu konteksnya. Lihat konteksnya," tukas Ansya’ad saat ditemui di luar Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2014).

Ansya’ad menjelaskan penembakan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terhadap teroris di Ciputat tersebut sudah sesuai prosedur.

"Itu kan pekerjaan profesional. Tidak bisa kita komentari di atas meja, kalau tidak tahu apa-apanya di lapangan," tegasnya.

Semua polisi, kata dia, idealnya tidak ingin menghilangkan nyawa teroris. "Ini kan menangkap. Menangkap itu kan baik-baik, eh kamu ke pengadilan. Tapi sialnya, yang diajak ini (teroris) mau membunuh yang mengajak (polisi). Ya kan gitu," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto mengkritik proses penggerebekan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Ia menyayangkan dalam kegiatan itu enam orang teroris tewas.

"Ini operasi (penggerebekan di Ciputat) dengan korban enam orang perlu dikaji pimpinan (Polri)," kata Sidharto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Namun diakui politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, para terduga teroris itu terkadang memilih mati ketimbang menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

"Kalau menyerah dia dianggap sebagai pengkhianat oleh teman-temannya. Nanti kebocoran info itu dari situ," tukasnya.

sindo

Dittopad Laksanakan Pemotretan Udara PMPP Sentul


Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, Pemora digital untuk kepentingan survey pemetaan semakin banyak dilakukan. Kegiatan Pemoranya dilakukan dengan kamera udara yang bentuknya semakin ringkas dengan biaya operasional yang murah, serta kemampuan kamera yang multi fungsi.

Di masa mendatang, diyakini teknologi Pemora digital ini pelan namun pasti akan menggantikan teknologi Pemora konvensional yang menggunakan kamera metrik. Di kalangan komunitas survey pemetaan saat ini, tergantung jenis kamera digitalnya, sudah dikenal istilah Pemora small format, medium format dan large format.

Ada banyak faktor mengapa biaya operasional Pemora digital dapat ditekan sehingga lebih murah. Selain tidak lagi memerlukan film dan bahan kimianya, Pemora digital saat ini bisa menggunakan wahana terbang yang lebih kecil, ringan dan murah, seperti pesawat tanpa awak berupa UAV atau Multirotor.

Operasional jam terbangnya pun lebih fleksibel dan dapat diterbangkan di medan yang terpencil (tidak memerlukan lapangan terbang yang luas). Sehingga biaya untuk sewa pesawat dan pembelian bahan bakar avtur yang sangat mahal bisa dihemat.

Mencermati perkembangan tersebut, Dittopad telah mengembangkan teknologi Pemora digital menggunakan wahana terbang tanpa awak UAV. Dittopad telah mendemokan kemampuan ini pada beberapa kali kegiatan pameran sepanjang tahun 2013, seperti Pameran Alutsista di Lapangan Monas Jakarta, pameran Rabinniscab di Pusdikkav Bandung, dan terakhir pameran Hari Juang Kartika Kodam V/Brw di Surabaya Jatim.

Jika sebelumnya telah berhasil memotret sejumlah daerah latihan TNI AD, seperti Baturaja Sumsel, Simalungun Sumut, Cibenda dan Batujajar Jabar, maka pada Sabtu (22/12/2013) kemarin Tim Pemora Dittopad kembali melaksanakan Pemora kawasan atau kompleks Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul Bogor Jabar menggunakan UAV.

Kita ketahui kompleks PMPP sentul milik TNI baru diresmikan oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu, dan dikenal dengan nama Indonesia Peace and Security Centre (IPSC). Sekjen PBB Ban Ki Moon pun pernah meninjau IPSC ini.

Pemora PMPP Sentul yang dilaksanakan Dittopad menggunakan pesawat UAV jenis fixed wing Glidder dengan kamera digital Canon Powershot S100. Pesawat diterbangkan secara autonomous piloting mengikuti jalur terbang yang sudah direncanakan. Artinya, pesawat UAV terbang secara otomatis mengikuti jalur-jalur terbang berdasarkan way points atau titik-titik koordinat yang sudah diprogramkab.

Selanjutnya dengan program software tertentu, ratusan foto udara digital yang dihasilkan diolah untuk menghasilkan satu produk mosaic foto udara yang terkoreksi. Tujuan pemotratan ini untuk mengetahui kondisi medan kawasan PMPP Sentul pada saat ini guna bahan perencanaan pengembangan/pembangunan ke depan nantinya, dan rencananya akan dilaporkan pada saat, Presiden SBY kembali meninjau kompleks PMPP Sentul dalam waktu dekat ini.

TNI AD