Pages

Monday, 19 May 2014

[Foto] Pembukaan Latgab 2014


Anggota TNI berbaris saat upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Latgab TNI akan dilakukan di Situbondo, Jawa Timur, pada 1-5 Juni dengan melibatkan 15.108 personel.(Warta Kota/alex suban)
Anggota Yonkav I Kostrad TNI AD menyiapkan Tank Scorpion saat upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Latgab TNI akan dilakukan di Situbondo, Jawa Timur, pada 1-5 Juni dengan melibatkan 15.108 personel.(Warta Kota/alex suban)

Anggota Yonkav I Kostrad TNI AD mengendarai Tank Scorpion saat upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Latgab TNI akan dilakukan di Situbondo, Jawa Timur, pada 1-5 Juni dengan melibatkan 15.108 personel. (Warta Kota/alex suban)

Anggota TNI berbaris saat upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Latgab TNI akan dilakukan di Situbondo, Jawa Timur, pada 1-5 Juni dengan melibatkan 15.108 personel. (Warta Kota/alex suban)

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi para kepala staf, dari kiri ke kanan, KSAD Jenderal TNI Budiman, KSAL Laksamana TNI Marsetio dan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia bersalam komando seusai upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Latgab TNI akan dilakukan di Situbondo, Jawa Timur, pada 1-5 Juni dengan melibatkan 15.108 personel. (Warta Kota/alex suban)

Ratusan Alutsista Diturunkan dalam Latihan Gabungan TNI 2014
 
 
Berbagai Sumber

Pertama dalam Sejarah, RI Sukses Jual Kapal Perang ke Luar Negeri

http://images.detik.com/content/2014/05/19/1036/kapalperangpal.jpg Jakarta -Produk pertahanan karya anak bangsa kembali diakui oleh dunia internasional. Kali ini 2 unit kapal perang produksi PT PAL (Persero) berhasil terjual ke Filipina.

Direktur Utama PAL Firmansyah Arifin menyebutkan, penjualan kapal perang itu sebagai tonggak sejarah karena untuk kali pertama Indonesia berhasil menjual kapal pertahanan ke luar negeri.

"Kita sudah signing kontrak dengan Filipina. Ini pertama dalam sejarah, kapal alutsista di ekspor ke luar negeri karena kalau Pindad dan PTDI sudah terbiasa ekspor ke luar negeri," kata Firmansyah kepada detikFinance Senin (19/5/2014).

Ternyata penjualan tersebut tidak hanya bersejarah bagi Indonesia, dari sisi Filipina juga serupa. Pembelian kapal perang sebanyak 2 unit merupakan terbesar yang pernah dilakukan.

"Buat AL Filipina, itu juga order kapal perang terbesar pertama ke luar negeri," sebutnya.

Kapal yang dibeli militer Filipina adalah jenis Strategic Sealift Vessel (SSV). Kapal tersebut adalah pengembangan dari kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD-125). LPD-125 sendiri telah dipakai oleh TNI AL. Nilai kontrak untuk pembelian 2 unit kapal perang SSV adalah US$ 90 juta atau sebesar US$ 45 juta per unit.

Untuk tender internasional tersebut, PAL berhasil menyisihkan produsen kapal perang dari 6 negara antara lain Korea Selatan, India, sampai Australia. Produk kapal perang pesanan Filipina adalah murni pengembangan putra-putri bangsa di Surabaya, Jawa Timur.

Firmansyah mengaku sukses PAL, juga tidak lepas dari dukungan Kementerian Pertahanan dan TNI AL di dalam mempromosikan produk pertahanan dalam negeri.

Kapal pertama akan dikirim ke Filipina pada pertengahan 2016, sedangkan kapal berikutnya adalah 8 bulan setelah pengiriman kapal pertama.

Setelah sukses di Filipina, PAL akan menyasar ke negara-negara Asia Tenggara. "Kita juga coba tawarkan ke negara lain tapi fokus ke Asia Tenggara dulu seperti Thailand," ujarnya.

Kapal Perang SSV pesanan Filipina mampu membawa 3 unit helikopter dalam setiap perjalanan. Helikopter bisa terbang dan mendarat di atas kapal. Selain itu, kapal perang ini bisa membawa kapal jenis Landing Craft Utility (LCU). Kapal dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter tersebut mampu membawa personil dan awak kapal hingga 649 orang.

Detik

Pemerintah Sumenep Siapkan Lahan Untuk Pangkalan TNI

"Angkatan Laut juga akan menempatkan kapal cepat yang akan melakukan patroli di Perairan Sumenep."

Pangkalan TNI AL Batu Poron Kamal Madura


- Rencana pemerintah pusat untuk memindahkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batu Poron Kamal, Kabupaten Bangkalan (Madura barat) ke wilayah Kabupaten Sumenep disambut gembira Pemkab Sumenep. Bahkan, pemerintas Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 4 hektar untuk Lanal baru di ujung timur Pulau Madura itu.

Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik, menjelaskan, lahan seluas 4 hektar itu tidak menyatu namun menyebar di dua tempat. Yakni, di wilayah Kecamatan Batuan seluas 2 hektar dan 2 hektar lainnya berada di kawasan Pulau Kangean, Raas dan Pulau Sapeken.

"Untuk ketersediaan lahan kami telah siapkan. Sedangkan untuk anggaran pembangunan Pangkalan TNI AL itu disiapkan pemerintah pusat," jelas Soengkono, Minggu (18/5).

Mantan Sekretaris Kabupaten Sumenep itu menambahkan, Bupati Sumenep bersama Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal V) Surabaya telah menandatangai MoU terkait pembangunan Lanal di wilayah Kabupaten Sumenep.

Soengkono mengatakan, pihak TNI AL telah mengecek bakal lokasi Lanal tersebut. Baik lokasi di wilayah di Kecamatan Batuan maupun dikepulauan. "Bahkan, pos pantau didaerah Pagerungan Besar, Kecamatan/Pulau Sapeken sudah ditingkatkan menjadi Sub Lanal," jelasnya.

Keberadaan Pangakalan TNI AL itu, menurut Soengkono langsung dirasakan warga kepulauan. Warga merasa aman dari ancaman kecelakaan laut. Artinya, jika ada kecelakaan laut maka armada kapal milik TNI AL bakal ikut membantu melakukan penyisiran dan pencarian korban mendampingi Polisi Air.

Soengkono mengatakan, armada TNI AL sudah berada di Pagerungan Besar yang sekali-kali melakukan operasi diperairan Sumenep. Peningkatan status pos pantau dan menempatkan armada lautnya, telah membuktikan kalau Angkatan Laut sudah mulai masuk ke perairan Sumenep untuk menjaga batas wilayah dan ekosistem laut.

"Angkatan Laut juga akan menempatkan kapal cepat yang akan melakukan patroli di Perairan Sumenep. Kami berharap, pemerintah pusat sudah mulai membangun Lanal pada pertengahn tahun ini," kata harap Soengkono.

Soengkono memandang keberadaan Lanal di Sumenep mampu mengamankan sejumlah lokasi pertambangan lepas pantai yang belakangan ini semakin bertumbuh. Selain tambang gas di Pulau Pagerungan, tambang migas lainnya telah dibangun. Semisal tambang milik Santos dan swasta asing lainnya. (Anang Adriyanto/buj)


Skala