Pages

Saturday, 28 June 2014

Prancis Siap Alih Teknologi Kapal Selam untuk Indonesia

Kapal Selam KRI Neggala sedang bermanuver dalam latihan gabungan di perairan Tuban, Jawa Timur. (foto: Antara)
Kapal Selam KRI Neggala sedang bermanuver dalam latihan gabungan di perairan Tuban, Jawa Timur. 
 
Paris. Menteri Muda Pertahanan Prancis Kader Arif menilai Indonesia sebagai mitra penting bagi negaranya. Indonesia diharapkan menjadi pintu masuk bagi Prancis untuk menjalin kerja sama pertahanan dengan negara-negara ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Arif saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Paris, Kamis (26/6/2014). Sjafrie didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksamana Muda Rachmat Lubis.

Arif mengapresiasi peran yang dilakukan Indonesia baik dalam menjadi perdamaian di kawasan maupun dalam operasi penjaga perdamaian. Seperti halnya Indonesia, Prancis melakukan hal yang sama dengan penempatan pasukan perdamaian di banyak negara.

Untuk membuat peran itu berjalan lebih baik, Tentara Nasional Indonesia perlu dilengkapi dengan alat utama sistem persenjataan yang memadai. Menurut Arif, Prancis siap untuk memenuhi kebutuhan alutsista maupun pengembangan industri pertahanan Indonesia.

"Saya berterima kasih bahwa TNI AD mempercayai untuk menggunakan meriam Caesar 155 mm buat Prancis. Saya mendukung bukan hanya untuk pembelian alutsista, tetapi juga pengembangan industrinya seperti yang akan dilakukan PT Pindad dengan Nexter untuk pengembangan Caesar maupun dengan Roxel untuk industri propelan," kata menteri muda berdarah Aljazair itu.

Menurut Arif, Prancis akan memberikan dukungan untuk transfer teknologi. Termasuk juga untuk industri kapal selam apabila dibutuhkan Indonesia.

Wamenhan menjelaskan kunjungan ke Prancis dan Belanda dilakukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan dan juga High Level Committe untuk mencek seluruh alutsista yang dipesan Indonesia untuk TNI. Termasuk juga tiga kapal fregat multifungsi yang sedang dibangun di Manchester Inggris. Juga helikopter serang Eurocopter yang akan melengkapi Helikopter MI 35 dan Apache yang memperkuat TNI AD.

Menurut Sjafrie seluruh pesanan itu sudah dalam tahap akhir dan akan segera dikirim secara bertahap ke Indonesia. Seluruh alutsista yang baru ini akan ikut dalam peringatan Hari TNI 5 Oktober.

Sjafrie merasa puas karena selain pembelian alutsista ada banyak tawaran bagi pengembangan kerja sama industri pertahanan. Terutama untuk Pindad yang terbuka peluang bagi pengembangan Panser Anoa serta kendaraan tempur dan munisi lainnya.

Bersama Dirut Pindad Sudirman Said, Wamenhan bertemu juga Presiden Volvo Group, Stefano Chmielewski untuk membicarakan pasokan mesin Renault untuk kebutuhan Panser Anoa.

"Pindad sudah memproduksi 250 unit panser kebutuhan TNI AD. Sekarang Pindad mempunyai kesempatan untuk memasok 250 unit lainnya dan Renault bersepakat untuk memasok kebutuhan mesinnya," kata Sjafrie. (Suryo Pratomo)

Metrotv

MSCADC KARYA ANAK BANGSA


http://www.lanud-iswahjudi.mil.id/galeri/img_gambar/721273.jpg

              Pen Lanud Iwj, Magetan. Terbatasnya anggaran dalam pemeliharaan dan perawatan pesawat terbang TNI Angkatan Udara, khususnya pesawat tempur yang dioperasikan Lanud Iswahjudi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil menciptakan MSCADC bagi pesawat F-5 Tiger.

             Miniature Standart Central Air Data Computer (MSCADC) merupakan perangkat avionic yang berfungsi menghasilkan data ketinggian pesawat (altitude), kecepatan pesawat (air speed), mengontrol sytem flap, Auxiliary intake door, landing gear warning, dan SAS (stability augmented system).

            Demikian dikatakan Kaur Har Avionik Skadron Udara 14 Lanud Iwj, Letda Lek Deddy Agung R., pada briefing Rabu pagi (25/6/14), di ruang Tedy Kustari, yang dihadiri oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan T., M.D.S., para pejabat dan seluruh penerbang Lanud Iswahjudi.

            Dalam paparannya Letda Lek Deddy Agung R., mengatakan Keunggulan MSCADC baru buatan ITS, konektor menyesuaikan dengan CADC yang lama sehingga lebih kuat dan tidak mudah terbakar ( Pin lebih besar ). Sistem sudah menggunakan komponen teknologi terbaru, terdapat indikator untuk power, kerja system, komunikasi data BUS1553 dan fail.

           Hasil temuan tersebut saat ini masih dilakukan uji fungsi dipesawat F-5 Tiger di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, apabila dalam ujifungsi dinyatakan berhasil maka hasil karya anak bangsa tersebut akan di gunakan oleh TNI AU.

           Dijelaskan pula Oleh Komandan Skadron Udara 14 Letkol Pnb Arif Adi Nugroho, bahwa proses pembuatan MSCADC dibiayai mandiri oleh ITS, sedangkan TNI AU sebagai pengguna untuk pesawat F-5 Tiger.
memberikan paparan tentang MSCADC buatan ITS, pada briefing pagi, di ruang Tedy Kustari, Rabu (25/6/14).

lanud Iswahjudi

Kerjasama dengan Produsen Leopard, RI Berterima Kasih pada Pemerintah Jerman

 
 
Unterluss - Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah Jerman atas suksesnya kerjasama dengan Rheinmetall terkait pengadaan tank Leopard dan Marder. Kerja sama ini bisa terlaksana atas dukungan pemerintah Jerman.

Ucapan terima kasih secara khusus kepada pemerintah Jerman itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan simbolis tank Leopard dan Marder di tahap pertama di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Senin (23/6/2014) sore.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Jerman atas kerjasama ini, karena dengan bantuan pemerintah Jerman, kerjasama ini bisa terlaksana," kata Sjafrie. Sjafrie juga menyebut Rheinmetall sebagai partner yang penting dalam upaya modernisasi alutsista Indonesia.

Dubes RI untuk Jerma Fauzi Bowo yang turut menyaksikan roll-out Leopard dan Marder tahap pertama ini juga menceritakan mengenai lobi-lobi yang dilakukan terhadap pemerintah Jerman, sehingga pengadaan Leopard ini terealisasi dengan baik. Di tengah suasana politik yang agak menghangat di Jerman, sempat ada wacana agar Jerman tidak mengirimkan produk-produk persenjataan produk Jerman ke negara-negara lain.

"Namun dengan berbagai pendekatan, termasuk yang saya lakukan, maka akhirnya proyek Leopard bisa terealisasi dengan baik, karena akhirnya yang tidak diperbolehkan adalah pengiriman ke negara-negara yang memiliki kasus HAM. Sementara Indonesia tidak masuk ke kategori itu," kata Fauzi Bowo yang sering disapa Foke itu. Karena itu, Fauzi Bowo juga menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Jerman atas hal ini.

Indonesia memesan 180 unit Leopard dan Marder kepada Rheinmetall dengan total biaya US$ 280 juta untuk modernisasi alutsista di TNI Angkatan Darat. Realisasi pengadaan ini akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2016. Tahap pertama akan dikirimkan 26 Leopard dan 26 Marder ke Indonesia sebelum 5 Oktober 2014. Pengiriman tahap pertama akan dibagi dalam dua kali pengiriman: yaitu akhir bulan Juli dan akhir Agustus.