Pages

Friday, 22 August 2014

Tak Perlu Impor, Indonesia Bisa Buat Drone

"Itu hanya pesawat untuk memantau. Mudah".
Ilustrasi Drone 
 

- Presiden terpilih Joko Widodo berniat mendatangkan drone atau pesawat terbang tanpa awak dari luar negeri. Namun, Kepala Staf Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), M Said Didu menilai rencana tersebut lebih baik dibatalkan karena industri dalam negeri, PT Dirgantara Indonesia bisa membuatnya.

"Drone yang diinginkan Jokowi itu kan hanya pesawat untuk memantau. Itu mudah. Indonesia bisa membikinnya. Jadi, sebetulnya tidak perlu impor dari luar," kata Said.

Menurut Said, drone itu bukan pesawat yang begitu dahsyat. Universitas dalam negeri pun bisa melakukan riset-riset untuk pengembangan drone tersebut.

"Drone itu kan gampang. Itu orang-orang saja yang membesarkan dengan menyebut drone agar kelihatan keren, ibaratnya itu kan cuma pesawat mainan," ujarnya.

Yang penting, saat ini, lanjut Said, presiden baru nanti harus mengerti dengan pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tengah dibangun dalam rancangan strategis jangka panjang. Melalui upaya ini, proses modernisasi alutsista dan pengembangan industri pertahanan negara semakin maju.

"Kalau pemimpinnya nanti adalah Jokowi-Jusuf Kalla, saya rasa Pak JK yang lebih siap dan cepat untuk melanjutkan program pertahanan ini," katanya.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Sisriadi menyampaikan, pemerintah telah memutuskan untuk pengadaan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) sebanyak satu skuadron atau 16 pesawat untuk TNI AU. Separuhnya diproduksi oleh PT DI.

"Jadi, kita pengadaan drone itu sebanyak 16 unit. Delapan buatan dalam negeri dan delapan lagi diimpor. Sekarang sudah empat drone Wulung. Dari PT DI dua unit dan dari Filipina dua unit," terangnya. (art)


Pindad bidik pengadaan senjata polisi dan polhutan

Pindad bidik pengadaan senjata polisi dan polhutan
Pengunjung mengamati senjata buatan PT Pindad yang dipamerkan pada peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18 di Jakarta Pusat, Senin (24/6).
 
Bandung  - Badan usaha milik negara bidang industri pertahanan, PT Pindad (Persero), ingin memaksimalkan penjualan produk dalam negeri dengan membidik pengadaan senjata untuk polisi dan polisi kehutanan (polhutan).

"Selain meningkatkan ke TNI, juga diharapkan dalam beberapa tahun ke depan bisa meningkatkan penjualan ke Polri dan polisi kehutanan," kata Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said di Bandung, Minggu.

Menurut Sudirman, berdasarkan hasil penjajakan pasar yang sudah dilakukan, kebutuhan senjata polhutan cukup besar dan dia optimistis perusahaannya mampu memenuhi kebutuhan senjata polhutan.

"Kebutuhan senjata bagi polhutan masih tinggi, kami berharap dalam beberapa waktu ke depan peremajaan dan penambahan senjata di institusi itu terus meningkat," katanya.

Selain itu Pindad juga ingin meningkatkan penjualan senjata, amunisi, dan kendaraan taktis (rantis) Anoa maupun Komodo ke Kepolisian RI (Polri).

"Kebutuhan persenjataan Polri masih cukup tinggi, terutama senjata genggam maupun laras panjang, termasuk juga kendaraan taktis," katanya.

"Selain memenuhi pesanan senjata dan kendaraan taktis, Pindad juga saat ini mengerjakan proyek Tank AMX-13 Retrofit bagi sejumlah tank. Masih cukup banyak tank jenis itu yang akan dilakukan retrofit," katanya.

Antara

Warga Kagum Saksikan Pesawat Tempur di Atas Istana

atraksi-pesawat-tempur
JAKARTA – Warga Jakarta dan sekitarnya kagum menyaksikan pesawat tempur milik TNI AU beraksi di atas Istana Negara dan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (17/8/2014 pagi menjelang siang. Sebanyak 32 pesawat tempur dengan berbagai kecanggihkan menunjukkan kemampuannya di atas udara Jakarta, sekaligus memeriahkan peringatan detik-detik Proklmasi Kemerdekaan RI ke 69.
Dengan kondisi udara Jakarta yang cerah, pesawat tempur itu bermanuver dan mengundak decak kagum warga. Gemuruh Jakarta menambah suasana bangga dan khidmat peringatan HUT Kemerdekaan RI.  Pesawat tempur ini terbagi beberapa formasi,  pada formasi kedua akan dipimpin pesawat terbaru F-16 52ID TNI  AUyang baru saja tiba dari Amerika Serikat untuk memperkuat alutsista TNI AU. “Kami Bangga menyaksikan pesawat tempur milik bangsa Indonesia, merdekaa!!,” kata satu warga.
Kepada Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-69 akan dimeriahkan dengan gemuruh dari 32 pesawat tempur TNI Angkatan Udara dalam bentuk dua formasi besar akan melintas di atas Istana negara dan Monumen Nasional (Monas) setelah pengibaran bendera.
Pada formasi kedua akan dipimpin dari sebuah pesawat F-16 D 52ID terbaru TNI AU yang baru saja datang dari AS bulan lalu. Sementara formasi pertama akan dipimpin oleh Letkol Pnb Wastum dan terdiri dari 10 pesawat tempur latih Supersonic T-50 Golden Eagle dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Madiun dan 6 pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak dan Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Lima kilometer di belakangnya adalah formasi kedua yang dipimpin oleh Letkol Pnb Firman Dwicahyo dan terdiri dari 8 pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun serta 8 pesawat Sukhoi SU-27/30 Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Diantara pesawat F-16 termasuk pesawat F-16 C/D 52ID yang baru bergabung, dimana salah satu pesawat dengan nomor ekor TS -1623 menjadi leader.
Sejak 10 Agustus 2014 seluruh pesawat tersebut setiap hari berlatih dari Apron terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma. Setiap flight pesawat akan take off sendiri-sendiri dan akan bergabung di udara sesuai dengan komposisi formasinya. Rencananya formasi akan melintas di atas Istana negara dan Monas tepat setelah pengibaran bendera selesai, melintas pada ketinggian 800 kaki dengan kecepatan 350 kts dan menyemburkan asap dari “smokewinder” di ujung wingtip pesawat.
Latihan gladi resik terakhir dilaksanakan hari Kamis (13/8) dan semua formasi berhasil menepati waktu sesuai jalannya upacara serta tetap dalam bentuk formasi yang rapi dan memukau. Para awak media dan fotografer pecinta kedirgantaraan banyak yang hadir di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma untuk mengabadikan pergerakan take off dan landing pesawat dan kegiatan para awak pesawatnya, sementara yang berada disekitar di Monas dan istana negara mengabadikan dari semua sudut termasuk dari atap gedung-gedung tinggi disekitarnya.
Dinas Penerangan Angkatan Udara juga mengabadikan dengan meletakkan kamera-kamera mini di cockpit dan luar pesawat untuk mendapatkan foto-foto dirgantara yang spektakuler kelas dunia.
Penampilan formasi pesawat tempur garis depan TNI AU dalam Upacara HUT Kemerdekaan tahun ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta tanah air dan gairah kebanggaan publik pada dirgantara, serta memupuk semangat perjuangan dan rasa bela negara bagi masyarakat khususnya generasi muda Indonesia.
(dispenau/sir)
Teks Gbr- Formasi Pesawat tempur TNI AU yang dipimpin Komandan Skadron Udara 15 Letkol. Pnb. Wastum dalam sebuah pesawat T-50 Golden Eagle melintas di atas Kota Jakarta, dalam rangka mengikuti latihan fly pass Upacara HUT Kemerdekaan RI di atas Istana Negara dan Monas. (Foto-Sharky/dispenau)

poskota