Pages

Sunday, 25 January 2015

AS Siapkan Launcher Rudal Hellfire Indonesia

Lockheed Martin, Orlando, Florida, mendapatkan kontrak senilai $ 28.246.765 untuk pengadaan 320 launcher dan 4 Launcher Electronic Assembly (LEAs) untuk melengkapi launcher Joint Attack Munitions Systems (JAMS) M299 HELLFIRE, suku cadang dan pemeliharaan teknik. Order ini untuk memenuhi permintaan Korea Selatan, Indonesia, Qatar dan Singapura.

Rudal hellfire dan launcher-nya
Rudal hellfire dan launcher-nya

Pekerjaan akan dilakukan di Orlando, Florida, dengan tanggal penyelesaian diperkirakan 31 Desember, 2017. Pengadaan barang dilakukan melalui tahun fiskal 2010, 2013, 2014, 2015, 2016 seklaigus untuk penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi. Kontrak ini dikeluarkan oleh Army Contracting Command, Redstone Arsenal, Alabama, (W31P4Q-15-C-0043).

Dengan adanya informasi ini maka diketahui helikopter Apache TNI nantinya akan dilengkapi dengan senjata maut Hellfire.(JKGR)

Resimenkavaleri-2 Marinir Latihan Menembak Kanon Tank Amfibi


Resimenkavaleri-2 Marinir Latihan Menembak Kanon Tank Amfibi
KORMAR - Segenap prajurit Resimen Kavaleri-2 Marinir (Menkav-2 Mar) melaksanakan latihan menembak kanon Tank Amfibi BMP-3F dan Tank PT-76 di Hambalang, Citeureup, Bogor.

Kegiatan latihan yang berlangsung selama 4 hari, mulai hari Senin (19/01) hingga Kamis (22/01), merupakan program kerja latihan triwulan I tahun 2015 Resimen Kavaleri-2 Marinir.

Dalam latihan kali ini, Menkav-2 Mar mengerahkan sebanyak 4 unit Tank Amfibi BMP-3F dan Tank PT-76 serta diikuti oleh 50 personil di bawah pimpinan latihan Danmenkav-2 Mar Kolonel Marinir Kolonel Marinir Andi Rahmat M.

"Latihan ini diselenggarakan dalam rangka memelihara kemampuan profesional prajurit Menkav-2 Mar dalam mengawaki Tank BMP 3F maupun persenjataannya", jelas Pasiops Menkav-2 Mar Letkol Marinir Fery Handoko.

Marinir Muda Terperangkap Madu

Clayton Lonetree. Foto: Mark Wilson/AP.
SERSAN Clayton Lonetree, anggota Marine Security Guard AS, tak menduga bertemu gadis pujaannya, Violetta Sanni, di stasiun metro di Moscow. Mereka kemudian mengobrol sambil jalan-jalan. Mereka biasanya bertemu di tempat kerja, Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Moscow, dalam suasana formal. Lonetree sebagai penjaga, sementara Violetta penerjemah.

Sebagai penjaga sejak 1984, Lonetree menjalani hari-hari yang sepi. Teman-temannya tak begitu menghormatinya. Aturan juga tak membolehkannya bergaul dengan penduduk setempat, di samping melarang membawa istri atau pasangan. Lebih-lebih pada 1985 sentimen anti-AS meningkat di Moscow. Kondisi itu membuat Lonetree tertekan. Dia tenggelam dalam minum-minuman dan sering murung.

Kehadiran Violetta mengubah hari-hari Lonetree. Selain ramah dan pintar, gadis cantik itu enak diajak ngobrol. Terpikat pada Violetta, Lonetree tak lagi peduli aturan. Rupanya dia juga mengikuti ulah para atasannya, yang diam-diam sering main perempuan.

Hubungan keduanya kian jauh. “Lonetree dan Violetta beberapa kali betemu di apartemen Violetta dan tempat-tempat lain di Moscow yang jauh dari kedutaan,” tulis Leo Daugherty dalam The Marine Corps and the State Department: Enduring Partners in United States Foreign Policy, 1798-2007. Keduanya akhirnya pacaran.

Violetta memperkenalkan Lonetree kepada pamannya yang dipanggil Paman Sasha. Sasha orangnya ramah dan pandai bergaul. Tak butuh waktu lama bagi Lonetree untuk akrab dengannya. Namun Lonetree tak sadar dirinya telah masuk perangkap.

Aleksi Yefimov, nama asli Sasha, merupakan kepala direktorat II KGB (dinas intelijen Uni Soviet), yang tugas utamanya memantau personel kedutaan-kedutaan dan mengidentifikasi orang-orang yang potensial direkrut. Sasha mengirim Violetta untuk mencari target orang dalam yang bisa digunakan untuk mengeruk data di Kedubes. Tugas itu dijalankan dengan baik oleh Violetta.

“Lonetree adalah target yang menarik. Dia baik, naif, dan agak kurang ajar, perpaduan tak sehat dari perspektif keamanan. Lonetree telah direkrut KGB dalam sebuah operasi klasik ‘perangkap madu’,” tulis Michael J. Sulick dalam American Spies: Espionage against the United States from the Cold War to the Cold War to the Present.

Sasha memanfaatkan Lonetree dengan cara halus dan perlahan. Buahnya, Sasha mendapatkan informasi rencana dasar (blueprint) Kedubes AS, di dalamnya ada data anggota-anggota CIA, dan mugbook (kumpulan foto tindak kriminal, biasanya digunakan untuk kepentingan sidang).

Pada 1986 Lonetree pindah tugas ke Kedubes AS di Wina, Austria. Sasha memintanya tetap bekerjasama dengan Soviet, dan memberi 700 dolar dari 3.500 dolar yang dijanjikan. Lonetree menerimanya. “Tapi meskipun sebagai tamtama laut dia bergaji rendah, Lonetree tak termotivasi oleh uang seperti kebanyakan tamtama lainnya yang menjadi mata-mata untuk Uni Soviet,” tulis Sulick. Lonetree tak ingin kehilangan Violetta, Sasha-lah satu-satunya penghubung dia kepada Violetta. Akibatnya, blueprint Kedubes AS di Wina pun jatuh ke tangan KGB.

Pada Desember 1986, Lonetree kehilangan kontak dengan Violetta. Ketika Sasha mengirim penggantinya, berkode nama George, Lonetree galau dan menyadari dirinya telah menjadi objek permainan spionase. Sempat mencoba bunuh diri, dia akhirnya melaporkan kegiatan spionasenya kepada kepala CIA setempat, Jim Olson. 

Washington berang atas ulah Moscow. Selain mengancam akan membongkar gedung Kedubes AS di Moscow yang baru bila tak ada jaminan Moscow bahwa gedung itu bebas dari alat penyadap, Presiden Ronald Reagan melarang Soviet menempati gedung Kedubesnya yang baru di Washington.

Washington mengirim beberapa agen Naval Investigative Service (NIS) untuk membawa pulang Lonetree. Pada 26 Desember, Lonetree tiba di AS lalu diperiksa intensif. Dia menjalani isolasi di markas marinir Quantico sambil menunggu diadili. Pada 1987, pengadilan militer memvonis marinir kelahiran 1961 itu hukuman 30 tahun penjara, sedikitnya dengan lima dakwaan: spionase, tak taat aturan, melakukan kontak yang tak sah, hubungan seksual, dan pengkhianatan. Lantaran berkelakuan baik dan kooperatif selama dalam tahanan, Lonetree beberapa kali menerima pengurangan hukuman. Dia bebas pada Februari 1996.(Historia)
.