Pages

Wednesday, 15 April 2015

Mabes TNI Perkuat Alat Komunikasi di Perbatasan RI-Malaysia

Mabes TNI Perkuat Alat Komunikasi di Perbatasan RI-Malaysia
IST
Kol Lek Toto Miarto mengunjungi Entikong, Jumat (10/4/2015) dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana alat komunikasi Satuan Komunikasi Elektronika (Satkomlek) Mabes TNI. 

Empat anggota TNI dari Tim Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi) Mabes TNI dipimpin oleh Kolonel Lek Toto Miarto, mengunjungi perbatasan RI-Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau dalam rangka pengembangan sarana dan prasana alat komunikasi Mabes TNI guna mendukung pertahanan di darat pada Jumat (10/4/2015).

Dalam kunjungan tersebut Tim Pusdalops yang didampingi oleh Mayor Inf Jajang dari Puskodalops Kodam XII/Tpr meninjau Koramil 1204-21/Entikong dalam rangka mencari tempat alternatif pengembangan sarana dan prasarana Alat komunikasi Satuan Komunikasi Elektronika (Satkomlek) Mabes TNI.

Selain itu tim melaksanakan koordinasi dengan Plt Kepala UP3LB Entikong, Agato Limat untuk memperoleh informasi mengenai rencana renovasi border RI-Malaysia Entikong. Hal ini dilakukan agar pengembangan satuan komunikasi dan elektronika Mabes TNI dapat terintegrasi dengan pengembangan pembangunan Border di Entikong.

Kolonel Lek Toto Miarto mengatakan, pengecekan Sarpras Alkom Satkomlek TNI di Entikong dan peninjauan border RI-Malaysia Entikong adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi dan keadaan lingkungan terkini di wilayah Kodam XII/Tpr, khususnya di wilayah perbatasan Entikong.

"Sehingga dapat memetakan dan mendesain rencana pengembangan sarana dan prasarana Alkom Mabes TNI yang tepat guna, untuk mendukung tugas pertahanan TNI di wilayah Kodam XII/Tpr," ungkapnya.

Selain berkunjung ke Entikong, Kolonel Lek Toto Miarto melakukan koordinasi dengan Kapuskodalopsdam XII/Tpr, Letkol Inf Wahyu Marhaendro SSos, MHum dan dilanjutkan pengecekan jaringan WAN (Wide Area Network) Puskodalopsdam XII/Tpr dan peninjauan Rupuskodalopsdam XII/Tpr.

Lek Toto Miarto juga mengecek Sarpras Alkom di Denkomstrada Pontianak serta saling tukar informasi mengenai Sarpras Alkom TNI dengan Kahubdam XII/Tpr Kol Chb I Wayan Sueda.

Kegiatan peninjauan dan pengecekan tersebut diharapkan Tim Pusdalops Mabes TNI dapat memberikan gambaran dan masukan kepada Pimpinan TNI dalam pengembangan pertahanan darat di wilayah Kalbar guna menjaga kedaulatan NKRI dari setiap ancaman dan gangguan serta peredaran barang-barang ilegal yang dapat merugikan negara.(Tribun)

Panglima TNI pimpin apel pengamanan KAA

Panglima TNI pimpin apel pengamanan KAA
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) menyalami anggota Paspampres dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). 
 
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memimpin apel ribuan personel TNI dan Polri di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu pagi, dalam gelar pasukan pengamanan KTT Asia Afrika (KAA) tahun 2015.

TNI akan mengerahkan sebanyak 16.631 personel untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT KAA) tahun 2015 yang merupakan rangkaian dari peringatan ke-60 tahun KAA, dan ke-10 tahun New Asian-African Startegic Partnership, di Jakarta dan Bandung.

Panglima TNI menjelaskan, dari total kekuatan personel TNI pada pelaksanaan pengamanan VVIP KAA ke-60 tahun 2015 terdiri atas 300 orang dari Komando Gabungan Pengamanan (Kogabpam).

Kemudian sebanyak 500 orang dari Kosatgapam TNI, 4.256 orang dari Satgaspam VVIP, 3.550 orang dari Satgas Pamwil-1, sebanyak 3.150 orang dari Satgas Pamwil-2.

Serta, sebanyak 5.416 orang dari Satgaspam VIP-1, sebanyak 3.136 orang dari Satgaspam VIP, dan sebanyak 2.750 orang dari Satgas Passus.

Pasukan pengamanan, juga didukung sebanyak 1.000 orang Satgas Laut, sebanyak 600 orang dari Satgas Hanud, sebanyak 1.300 orang dari Satgas Udara (Koopsau-I), sebanyak 762 orang dari Satgas Intel, 150 orang Satgas Kodam II/Sriwijaya, 150 orang Satgas Kodam IV/Diponegoro dan 750 orang dari Pasukan Standby Force.

Menurut Panglima, tujuan gelar pasukan pengamanan wilayah untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil dan Alutsista dari masing-masing satuan yang terlibat langsung dalam pengamanan KTT KAA tahun 2015.

Selain itu Apel Gelar Pasukan ini juga bertujuan untuk mengetahui secara langsung tentang keadaan dan hambatan yang dihadapi setiap satuan yang mendapat tugas dan tanggungjawab pengamanan. Dimulai dari kedatangan delegasi peserta, kedatangan Kepala Negara/ Pemerintahan dan pada saat berlangsungnya KTT sampai dengan kepulangan.

"Dengan demikian dapat diperoleh kepastian bahwa seluruh personel, materiil dan Alutsista yang akan digelar benar-benar telah siap baik dari segi kuantitas maupun kualitas serta dapat dipertanggung jawabkan," kata Panglima TNI.

 Ditegaskan Panglima, KTT KAA merupakan wujud aktualisasi semangat perjuangan Asia Afrika sejak tahun 1955 dalam menjawab setiap perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara di kawasan Asia Afrika. Semua dijamin melalui kemitraan dan kerja sama yang konkret untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, tambah Moeldoko, KAA harus sukses karena menyangkut kewibawaan dan kehormatan bangsa Indonesia di mata Internasional," ucapnya.

Banyaknya Kepala Negara yang harus diamankan, serta situasi keamanan global yang oleh sejumlah negara peserta KAA dinilai kurang kondusif, menjadikan salah satu pertimbangan TNI untuk membentuk Komando Gabungan Pengamanan VVIP.

Komando tersebut terdiri atas satuan Paspampres diperkuat dengan unsur-unsur TNI/Polri yang didukung oleh Satgaspam Wilayah yang melaksanakan pengamanan di lapis luar (ring-II dan III) dan Satgaspam Khusus yang melaksanakan kegiatan pengamanan tidak langsung di tempat yang digunakan oleh VVIP.

Selain personel, di lokasi tampak juga berjejer kendaraan tempur TNI dan Polri. Semuanya disiagakan untuk memastikan lancarnya pelaksanaan Peringatan KAA di Jakarta.

Tampak hadir, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, KSAU Marsekal TNI Agus Supriyatna, dan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (Antara)

Apel Pengamanan KTT Asia-Afrika

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo (kiri) mengecek kesiapan prajurit Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus TNI AD dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung. 
Prajurit Kopassus dengan persenjataan lengkap mengikuti apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung.
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (ketiga kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kedua kanan) mengecek kesiapan prajurit dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung. 

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) menyalami anggota Paspampres dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) berbincang dengan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kanan) dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung.
Prajurit Kopassus dengan persenjataan lengkap mengikuti apel gelar pasukan pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4). Apel yang diikuti ribuan personel TNI dan Polri tersebut untuk memastikan kesiapan pengamanan KTT Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 18-24 April di Jakarta serta Bandung. (Antara)