Pages

Saturday, 8 December 2012

TNI ternyata miliki alat simulator perang




JAKARTA - Kementerian Pertahanan membenarkan kepemilikan simulator perang khusus untuk TNI. Simulator itu untuk latihan TNI sebelum terjun ke lapangan.

Menurut Kapuskom Kemenhan, Bambang Hartawan, Simulator perang tersebut berfungsi untuk melatih para anggota TNI dalam bertempur melawan serangan musuh yang mengancam keamanan negara.

"Simulator perang itu ada, buat latihan. Simulator menembak, simulator pesawat, simulator alat perang, sebelum terjun kan harus latihan dulu," jelas Bambang, kepada wartawan, Jakarta, tadi malam.

Namun, dia tidak mengetahui secara pasti pengadaan simulator tersebut, yang pasti simulator itu sudah lama dimiliki TNI. "Itu sudah lama, setiap kita membeli alutsista itu kan ada simulator," ucap Bambang.

TNI Angkatan Darat (TNI AD) misalnya sudah memiliki alat bantu elektronik atau simulator perang sejak 2010. Antara lain, simulator perang atau virtual arms solution (VAS) untuk melatih dan meningkatkan kemahiran anggota TNI AD dalam menembak.

Simulator tersebut, antara lain dilengkapi dengan sistem modular yang disebut small arms trainer (pelatih senjata ringan). Melalui modul simulator itulah, TNI AD dapat melakukan pelatihan menembak, pelatihan taktis, sistem proyeksi sasaran, evaluasi titik target, dan sebagainya.

Dengan menggunakan sistem evaluasi target, misalnya, pelatihan seorang prajurit TNI AD dapat difokuskan pada pelatihan keterampilan dasar, termasuk pengendalian senjata dan menembak target diam atau target bergerak.

Unit virtual ini dapat mensimulasikan pelatihan taktis, antara lain, latihan perang di berbagai kondisi cuaca yang berbeda setiap saat. Bukan cuma itu. Alat canggih milik TNI AD itu juga dapat dipergunakan melakukan latihan perang secara berkelompok.

Tak kalah pentingnya, semua senjata pelatihan yang digunakan dalam simulator itu adalah modifikasi dari senjata asli atau replika yang memiliki berat, kemampuan tempur, dan dimensi sebagaimana aslinya. Bahkan, semua jenis senjata – baik itu berupa pistol, senapan serbu, senapan sniper, maupun senapan mesin ringan ataupun berat dapat direplikasi dan digunakan.

sumber: WASPADA

Kontingen Garuda Adakan Induction Training Satgas Pengganti


satgas-tengah-2LEBANON-(IDB) :Staf Operasi Satgas Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) menyelenggarakan Induction Training atau pelatihan bagi personel Satgas pengganti yaitu Konga XXIII-G/UNIFIL yang telah tiba di Lebanon pada gelombang pertama,  kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Masatgas UN Posn 7-1, Adshid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (6/12/2012).
Adapun materi Induction Training yaitu pengetahuan tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing staf yang disesuaikan dengan Standard Operating Prosedur (SOP) yang berlaku dijajaran UNIFIL, dilanjutkan dengan praktek.
Pelatihan yang diikuti oleh Perwira dan sebagian Bintara Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL ini, bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan Satgas sebelumnya, dengan tujuan agar personel Satgas pengganti dapat melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya dengan baik.
Kegiatan pelatihan diisi dengan materi teori prosedur tugas dan tanggung jawab masing-masing staf, paparan tugas secara umum disampaikan oleh Dansatgas Konga XXIII-F/UNIFIL Letkol Inf Suharto Sudarsono dan dilanjutkan paparan tugas secara khusus oleh tiap-tiap Kasi (Kepala Seksi) masing-masing staf. 
Selanjutnya melaksanakan praktek pelaksanaan tugas di masing-masing bagian dan dilanjutkan Tour AO (Area Operation) meninjau pos-pos pengamanan yang dimiliki Indobatt (Indonesian Batallion) yang diikuti oleh Dansatgas dan Kasiops dari Satgas lama maupun yang baru.
  
Rencananya, serah terima kendali operasional secara penuh Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2012, dengan Komandan Satgas baru Konga XXIII-G/UNIFIL yaitu Mayor Inf Lucky Avianto.
Sumber : Poskota

Indonesia Akan Latih Polisi Afghanistan


JAKARTA-(IDB) : Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP), berencana akan memberikan pelatihan kepada 50 anggota Kepolisian Afghanistan.
Rencananya program pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Indonesia, 10 hingga 23 Desember 2012. “Pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi komitmen Pemerintah RI untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi Afghanistan dengan memberikan bantuan capacity building,” ucap Duta Besar LBBP RI untuk Afghanistan, Mayjen TNI (Purn) Anshory Tadjudin, seperti dilansir oleh situs Kementerian Luar Negeri.

Pelatihan kepolisian difokuskan pada tiga bidang, yaitu lalu lintas, reserse kriminal, dan public police.

Menjelang keberangkatan peserta pelatihan ke Indonesia, Dubes Anshory Tadjudin menerima 6 orang perwakilan dari anggota polisi Afghanistan calon peserta pelatihan dan satu orang perwakilan dari UNDP M. Salim Qayoumi di kantor KBRI Kabul,  Rabu (5/12/2012).

Anshory menuturkan pada pertemuan itu, pihaknya memberikan pembekalan atau briefing singkat kepada para calon peserta pelatihan.

Secara singkat ia menjelaskan mengenai Indonesia, baik dari segi politik, ekonomi, sosial-budaya, geografi, populasi dan cuaca.

Di samping itu, dijelaskan pula sejarah dan struktur POLRI secara singkat dan padat. Sebelum akhir pertemuan.

Ia juga menyampaikan pesan agar para peserta dapat mengikuti semua materi pelatihan dengan baik dan berharap bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat berguna dan diterapkan di Afghanistan.

Salah satu wakil polisi Afghanistan, Bahauddin Durrani, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menyediakan program pelatihan kepada polisi Afghanistan.

Pelatihan yang diberikan diharapkan akan mampu memperkaya ilmu dan pengetahuan para peserta pelatihan sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas mereka sekembalinya di Afghanistan. 
Sumber : Tribunnews