Pages

Tuesday, 30 July 2013

Jenderal Moeldoko kemungkinan besar jadi Panglima TNI


http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/06/21/210917_kepala-staf-tni-angkatan-darat--ksad--jenderal-moeldoko_663_382.jpgKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko kemungkinan besar akan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono yang akan memasuki masa pensiun pada 25 Agustus mendatang.

"DPR RI sudah menerima surat dari Presiden soal nama calon pengganti Panglima TNI. Saya sudah mendapat informasi dari Sekretariat Komisi I," kata Anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dalam surat tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya menyampaikan satu nama yakni KSAD Jenderal TNI Moeldoko, tidak ada nama lainnya.

Komisi I DPR RI, kata dia, siap memproses Moeldoko yakni melakukan uji kelayakan dan kepatutan untuk disetujui DPR RI sebagai calon Panglima TNI. "Karena saat ini masih reses, maka Komisi I baru akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan pada masa sidang berikutnya," katanya.

Fayakhun menambahkan, karena masa persidangan berikutnya mulai pekan ketiga Agustus, maka uji kelayakan dan kepatutan terhadap Jenderal TNI Moeldoko sebagai calon Panglima TNI kemungkinan baru akan dilaksanakan pada pekan keempat Agustus 2013. "Kita harapkan paling lambat pada September sudah ada penggantian Panglima TNI," katanya.

Menurut dia, Moeldoko adalah figur yang tepat untuk menggantikan Panglima TNI saat ini. "Kalau pengganti Panglima TNI dari unsur TNI AD, AL, atau AU, hal itu adalah hak prerogatif Presiden. Kami tidak akan mempersoalkan," katanya.

investor

AAU terapkan sistem pendidikan berbasis internet

AAU terapkan sistem pendidikan berbasis internet
Ilustrasi, (SINDOnews).
 Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun ini akan menerapkan sistem pendidikan berbasis elektronik (e-learning), yaitu learning management system (LMS) saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) karbol.

Gubernur AAU Marsekal Muda (Marsda) TNI Tabri Santoso mengatakan, penerapan LMS ini bukan tanpa alasan. Selain untuk mengikuti perkembangan teknologi, juga meningkatkan kualitas hasil didik, sekaligus mengenalkan teknologi, baik kepada para karbol maupun tenaga pendidikan.

“Pengusaan teknologi ini penting, sebab nantinya tugas-tugas mereka akan bersinggungan dengan teknologi, sehingga jangan sampai gagap teknologi,” kata Tabri Santoso usai upacara militer HUT AAU ke 48 di lapangan Dirgantara, AAU, Yogyakarta, Jumat (26/7/2013).

Selain itu, penerapan LMS tersebut juga akan memudahkan dalam proses pembelajaran dan   pengawasan kepada karbol. Dengan LMS, tenaga pendidik saat menyampaikan materi maupun memberi tugas, tidak harus berada di kelas namun cukup melalui layanan interaktif LMS tersebut. “Meski begitu, untuk tatap muka di kelas tetap akan dilakukan,” ucapnya.

Menurut Tabri untuk mengakses program tersebut, berbagai fasilitas telah disediakan AAU, seperti jaringan Wifi dan semua karbol dari tingkat II, III dan IV mendapatkan laptop.
Sehingga tidak ada alasan, karbol tidak dapat mengakses layanan LMS itu. Apalagi diktat dan hal teknis pendidikan lainnya ada disini. “LMS ini juga untuk mendukung penilaian akreditasi AAU dari BAN PT. Kami mentargetkan dapat nilai A,” paparnya.

Tabri menambahkan langkah ini juga untuk menguatkan peran AAU dalam menyiapkan calon-calon kader perwira TNI AU, yang memiliki integritas, mampu beradaptasi dengan cepat. Kemudian siap mengantisipasi tantangan yang ada dan mahir dalam pengambilan keputusan guna menghadapi beraneka tantangan tugas sebagaimana yang diamanatkan KSAU.

sindonews

Atase Kedubes Kerajaan Thailand Peroleh Brevet Kavaleri Marinir

KOMANDAN Resimen Kavaleri-2 Marinir Kolonel Marinir Herry Djuhaeri memimpin upacara penyematan dan penyerahan Brevet Kehormatan Kavaleri Marinir kepada Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand yang dilaksanakan di Kesatrian Hartono, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2013).

Penyematan Brevet ini sebagai wujud terjalinnya kerja sama antara Korps Marinir dengan Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan uji mengemudikan kendaraan tempur BMP 3F. Dengan dipandu oleh awak tank, Atase Pertahanan dan Atase Matra Kedubes Kerajaan Thailand secara bergantian melaksanakan latihan mengemudi tank mengelilingi ksatrian Marinir. Dilanjutkan dengan tour facility offroad melalui medan yang cukup menantang dan memacu adrenalin.

Acara ditutup dengan penyematan brevet dan penyerahan piagam oleh Danmenkav-2 Mar Kolonel Marinir Herry Djuhaeri kepada Senior Colonel Wichai Wichard (mantan Atase Thailand), Gp Capt Manat Chandaeng (Defence and Air Attache), Colonel Asdang Sajjapala (Army Attache), Gp Capt Weetoon Treeprom (Defence and Air Attache) Colonel Pongsak Mumkhahan (Army Attache), Captain Apichat Punyakittiwai (Naval Attache), dan Lt Col Pakorn Suttiluk (Assistant Army Attache).

Hadir dalam acara tersebut Koorspri Panglima TNI Kolonel Laut (S) Dr Ivan Yulivan, MM, Perwira dari Mabes TNI, dan para Pastaf serta Dansatlak Menkav-2 Mar.

pelitaonline