Pages

Thursday, 31 October 2013

Hibah Kapal Selam Rusia, Menunggu Kepastian

 
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan pemerintah sedang menunggu kepastian hibah kapal selam dari Rusia. “Saat ini kami menunggu surat resmi dari Rusia,” ujar Purnomo kepada wartawan di Landasan Udara Ranai, Natuna, Rabu, 30/10/2013.
Surat itu, dia melanjutkan, berisi kepastian berapa kapal selam yang akan dihibahkan Rusia. Termasuk bagaimana keadaan fisik kapal selam itu dan seberapa banyak perbaikan yang diperlukan. Sebab dalam hibah alat utama sistem persenjataan, negara pemberi pasti menyaratkan seberapa besar perbaikannya. “Tapi katanya masih bagus kondisinya,” kata dia.
Soal berapa pagu anggaran untuk biaya ‘up-grade’ kapal selam ini, Purnomo belum mau menjawab, sebab saat ini yang ditunggu oleh pemerintah adalah kepastian jadi atau tidaknya hibah kapal selam dari Rusia.
Menurut informasi awal yang Purnomo peroleh dari Duta Besar Rusia di Indonesia, negara Beruang Merah itu akan menghibahkan 10 kapal selam jenis Killo Class, namun hal itu bisa saja berubah. “Sebab negara tetangga, Myanmar juga mendapat satu (kapal selam) hibah dari Rusia.”
Purnomo sendiri menyatakan bahwa TNI memerlukan hibah kapal selam dari Rusia itu. Sebab, kapal selam merupakan alutsista strategis untuk menjaga arus laut kepulauan Indonesia. Saat ini Indonesia baru punya dua unit kapal selam, KRI Cakra dan KRI Nanggala. Pemerintah telah memesan tiga unit kapal selam Changbogo dari Korea Selatan. “Kami butuhnya lebih dari lima itu,” kata Purnomo.
Terlebih, dia melanjutkan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetyo menyatakan bahwa dia membutuhkan kapal selam yang mampu meluncurkan rudal dari bawah permukaan air ke udara. Kemampuan itu merupakan salah satu kelebihan kapal selam Killo Class milik Rusia.
Kapal Selam Kilo Class Proyek 877 EKM, Angkatan Laut Iran
Kapal Selam Kilo Class Proyek 877 EKM, Angkatan Laut Iran
Sebelumnya, Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa pemerintah Rusia tak serius menghibahkan kapal selam. Buktinya, perwakilan Indonesia yang dipimpin KSAL Laksamana Marsetyo tak mendapat jawaban yang pasti soal hibah ini saat bertandang ke Rusia.
Menurut Sumber Tempo, pemerintah Rusia mengaku tak punya rencana untuk memberikan hibah kapal selam ke Indonesia. Bahkan Sumber Tempo menyebut KSAL Indonesia tak bisa bertemu dengan KSAL Rusia.
Menanggapi hal ini, Menteri Purnomo tak mau berkomentar berlebihan. Dia mengaku tak tahu persis apa yang terjadi di sana. Menurut dia, setiap pejabat pasti punya kesibukan masing-masing. Bisa saja KSAL Rusia sedang sibuk hingga tak bisa temui perwakilan Indonesia.
Bahkan Purnomo menyebut perwakilan Indonesia sudah bertemu dengan pejabat penting Rusia. Termasuk pihak yang mengurus segala urusan jual-beli senjata Rusia, Rosoboron. “Pokoknya tunggu dulu surat resmi dari Rusia”.

jakarta greater

Sekilas Tentang Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD


Prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela
Prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela

Perkembangan teknologi di dunia militer menuntut perubahan taktik dan strategi demi memenangkan suatu pertempuran. Pada awal abad ke 21, satuan Light Infanteri atau Infanteri berjalan, masih menjadi kekuatan utama angkatan darat di semua Negara. Akan tetapi dengan tuntutan mobilitas yang tinggi serta efektifitas penggunaan manpower maka banyak negara mulai menggunakan system Mounted Infantry atau Infanteri Mekanis, termasuk Indonesia.

Saat ini TNI AD memiliki 3 batalyon infanteri Mekanis yang berada di bawah Brigade Infanteri-1 PIK/Jayasakti, Kodam Jaya. Ketiga Batalyon Infanteri Mekanis itu adalah: Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha, Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela serta Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning.

Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha


Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha diresmikan pada tanggal 16 Februari 2010 dan bermarkas di Jl. Raya Bogor Km 26 Gandaria Jakarta Timur. Perbedaan yang paling menonjol dari Batalyon Infanteri Mekanis adalah penggunaan Kendaraan Tempur berupa Panser yang jumlahnya sebanyak 82 kendaraan tempur Panser, untuk Yonif Mek 201/JY.

Sertijab Danyonif Mekanis 201/JY dari Letkol Inf Ganda Simatupang kepada Mayor Inf Patar Sitorus, 15/10/2013.

Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha mempunyai tugas melaksanakan pertempuran jarak dekat di darat dengan menggunakan kendaraan tempur angkut lapis baja guna mencari, mendekati, menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai dan mempertahankan medan, baik berdiri sendiri maupun dalam hubungan yang lebih besar dengan Brigade Infanteri ataupun Komando Utama (Kotama).

Kemampuan bela diri para prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha rata-rata telah tingkat Dan satu Karate. Satuan ini berada di bawah jajaran Satuan Brigade Infanteri 1 Pengamanan Ibu Kota/Jaya Sakti Kodam Jaya.

Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela

Pada tahun 2010, KSAD Jenderal George Toisutta mencanangkan pembangunanan 3 Batalyon Mekanis di 3 Kodam yang dimulai dari Kodam Jaya. Tujuan pembentukan Btalyon Infanteri Mekanis untuk mensetarakan kekuatan dan kemampuan tempur serta mobilitas satuan TNI Angkatan Darat dengan satuan-satuan angkatan darat negara maju yang telah memiliki kemampuan mekanis,

Untuk tujuan itu, dibentuk lagi Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela pada bulan Juni 2011 bermarkas di Rawalumbu Bekasi Jawa Barat. Batalyon ini telah menerima 45 unit ranpur ANOA 6×6 yang menjadi kekuatan baru di jajaran TNI-AD dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan.

Prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela,

Batalyon Infanteri Mekanis dilatih untuk melakukan perang kota. Di pertengahan September 2013, Yonif 202 Mekanis/Tajimalela melakukan latihan perang kota dengan Tentara Batalyon 1 Brigade 5 Infantri Darwin Australia, bertempat di bertempat di IPSC/PMPP TNI, Sentul, Bogor. Latihan itu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan, baik perorangan maupun tingkat satuan dari para prajurit Batalyon Infanteri Mekanis.

Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning

Batalyon Infanteri Mekanis yang dibentuk di bawah Brigade Infanteri 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti adalah Yonif Mekanis 203/ Arya Kamuning. Batalyon ini memiliki sejarah yang panjang dalam operasi militer maupun perubahan teritorial.

Serah terima Jabatan Danyonif Mekanis 203/AK dari Letkol Inf Raden Dwi Tjahyo Harsono kepada Mayor Inf Irhamni Zainal, 28/10/2013.

Singkat cerita, pada tahun 1962 Yonif 325/Arya Kamuning yang semula di bawah Brigade Infanteri 1 Siliwangi (Brigif 1/Slw) dijadikan pasukan organik Brigif 12/Guntur. Selanjutnya 1 Januari 1964, Yonif 325/Arya Kamuning dimasukkan ke dalam Kodam V/Jayakarta dan berubah nama menjadi Yonif 203/ Arya kamuning. Pada tahun 2012, Batalyon ini berubah nama dan mendapatkan status menjadi Yonif Mekanis 325/ AK.

Pengembangan Batalyon Infanteri Mekanis

Untuk meningkatkan kemampuan mereka, ketiga Batalyon Infanteri Mekanis yang berada di bawah Kodam Jaya, sering terlibat dalam Pasukan PBB yang bertugas di Lebanon maupun Kongo. Batalyon Infanteri Mekanis, juga secara rutin melakukan latihan perang dengan Batalyon Mekanis negara sahabat, seperti dengan Singapura dalam Safkar Indopura 2013,

Latihan Batalyon Infanteri Mekanis, Kartikaburra-2012, Darwin Australia.

Sebelumnya 26 Agustus hingga 22 September 2012 sejumlah personel Batalyon Infanteri Mekanis melakukan latihan bersama tentara Australia di Puckapunyal, Victoria dan 1st Brigade di Darwin dalam Kartikaburra 2012,

Kegiatan Kartikaburra Exchange Program merupakan kegiatan pertukaran perwira TNI AD ke Australia untuk melihat dan mencari informasi tentang pembinaan satuan mekanis Australian Army yang telah menggunakan model infanteri mekanis sebagai satuan utamanya,

Latihan Bersama Indonesia – Australia (JOCIT)

Brigade Infanteri-1 PIK/Jayasakti

Brigade Infanteri-1 PIK/Jayasakti merupakan pasukan yang bertugas mengamankan Ibukota Negara Indonesia, Jakarta. Komposisi pasukan ini:

  • Yonif 201/Jaya Yudha (basis Gandaria, Jakarta Timur)
  • Yonif 202/Taji Malela (basis Bekasi)
  • Yonif 203/Arya Kemuning (Tangerang)
  • Yonkav 9/Cobra di Serpong, Tangerang
  • Peleton Intai Keamanan (Tontaikam)
  • Kompi Protokol

Brigade Infanteri 1-1 Pik/Jaya, memiliki unit yang lebih kecil yakni Peleton Intai Keamanan (Tontaikam), dengan kemampuan super dalam menanggulangi aksi terorisme. Untuk selalu terampil dan kemampuannya terpelihara, satuan ini memiliki program pelatihan yang terus menerus, sehingga Tontaikam selalu siap digerakkan kapan saja.

Latihan itu termasuk dengan satuan anti teroris dari Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Polri. Komandan Peletonnya berpangkat Letnan Satu dengan jumlah personel 46 orang.

Latihan Batalyon Infanteri Mekanis, Kartikaburra-2012, Darwin Australia

TNI Angkatan Darat berencana membentuk tiga Batalyon Infanteri Mekanis di tiga komando daerah militer (kodam) untuk menghadapi ancaman sesuai perkembangan lingkungan strategis global yang makin dinamis dan beragam.

Pembentukan tiga batalyon infanteri mekanis merupakan bagian dari penataan organisasi Angkatan Darat menghadapi tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugas. Selain di Kodam Jaya, Batalyon Infanteri Mekanis juga akan dibentuk di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam VI/ Tanjungpura.
 

TNI Diminta Tingkatkan Pertahanan Perbatasan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYUGTrCeKqDhucrcSpU4fAWhhW8MTAY_jVkNITcNwdnEbgH_PzQb3z5UaHaQZlsSqUl_UslL_Fit17mRC2X4PAslcp0TSNxeca2BdhUl9b_vmYCgf0oe4ELHMk_nd4oWqKGCxXLphGiW9O/s640/penjaga-perbatasan-indonesia-ilustrasi.jpg
Jakarta - Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Tjahjo Kumolo meminta Tentara Nasional Indonesia meningkatkan pertahanan di perbatasan. Sebagai negara yang berbatasan dengan berbagai negara, seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura, TNI diminta memiliki strategi berlapis-lapis.

"Syarat utama adalah kekuatan komunikasi yang tangguh," kata Tjahjo saat dihubungi, Kamis, 31 Oktober 2013. Selain itu, TNI juga mesti menempatkan radar canggih dengan tepat serta persenjataan jarak menengah dan jarak jauh. TNI juga seharusnya memiliki satuan khusus intelejen cyber army.

Dia juga mengatakan, Indonesia bisa meniru pola pertahanan Cina yang memiliki daratan luas dan pantai relatif kecil. Sistem pertahanan daratan Cina, kata dia, mampu terkonsentrasi dengan sistem satelit dan radar canggih. Tjahjo mengatakan, TNI mesti memprioritaskan operasi di daerah perbatasan yang dianggap rawan. "TNI juga harus prioritas mencermati kawasan Asia Timur dan Pasifik," kata dia.

Persoalan lain yang mesti dicermati TNI adalah peningkatan kesejahteraan prajurit. Kesejahteraan prajurit mesti dilakukan seiring dengan peningkatan profesionalisme dan modernisasi alutsista. Pekerjaan rumah lain TNI adalah menuntaskan reformasi birokrasi dan mengembangkan trimatra terpadu serta penghapusan bisnis TNI.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini juga meminta TNI memberikan transparansi dana rekrutmen personel dan pimpinan TNI. Tjahjo meminta agar TNI memberdayakan industri pertahanan dalam negeri dan memperkuat postur TNI di perbatasan. "Program dan rencana strategis jangka pendek, menengah, dan panjang harus terus berproses," kata dia.

.tempo