Pages

Tuesday, 15 July 2014

Pensiunan Tentara Akan Diberdayakan

 
YOGYAKARTA - Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhankam) bakal memberdayakan para tentara yang telah masuk dalam masa pensiun. Mereka akan dijadikan tenaga cadangan, ketika negara dalam keadaan perang.
Langkah memberdayakan para pensiunan tentara tersebut tengah dilakukan dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaktifan Kembali Prajurit Sukarela dan Prajurit Wajib Yang Telah Berakhir Menjalani Dinas Keprajuritan Dalam Keadaan Darurat Militer dan Keadaan Perang.
Pagi tadi, pejabat dari Kemenhankam mengadakan konsultasi publik dengan pejabat Korem 072/Pamungkas Yogyakarta di ruang serbaguna Makorem setempat.
"Yogyakarta merupakan kota keempat dari keenam kota yang akan kami dijadikan sebagai lokasi konsultasi publik. Sebelumnya di Kendari, Gorontalo dan Medan," jelas Kolonel M. Z. Arifin selaku Kasubdit Sahlur pada Ditjen Wathan Kemenhan RI di sela-sela konsultasi, Selasa (15/7).
Arifin mengungkapkan dalam draft RUU ini terdiri dari sembilan bab dan 39 pasal. Substansi dari RUU ini adalah pelibatan mantan prajurit sebagai tenaga cadangan TNI.
Meski melibatkan para pensiunan tentara namun pelibatan tersebut juga dilakukan dengan melihat usia dan masa keaktifan pensiunan tersebut. Arifin pun membantah pembuatan RUU ini didasarkan karena melihat gentingnya keadaan Indonesia.
"Ini sebagai langkah preventif kami bahwa paling tidak kami sudah melaksanakan amanat UU TNI sebagaimana yang tercantum dalam pasal 60-nya. Jadi tidak benar kalau Indonesia diambang peperangan," papar dia.
Sementara itu Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI MS Fadhillah menganggap RUU ini untuk ke depannya sangat penting untuk membela negara dan cinta Tanah Air.
Menurutnya, keadaan dunia makin ke depan memiliki kompleksitas masalah yang beragam dimana hukum menjadi panglima yang dikedepankan.
"Semua itu bisa jadi berdampak pada persaingan antarnegara yang efek negatifnya menimbulkan peperangan. Ketika itu terjadi maka kami tidak perlu pusing-pusing menggunakan tenaga cadangan karena sudah ada aturannya," papar Danrem.
Menurut dia, saat ini para pensiunan tentara cukup banyak jumlahnya. Meski mereka sudah pensiun namun keahlian yang dimiliki tetap tidak akan hilang.
"Misalnya ada tentara yang ahli demolisi (pengeboman-red), tentu meski sudah pensiun namun ilmunya juga tidka hilang meski sudah pensiun. Makanya ini yang harus ditata," tandas Fadhilah.

 Suara Merdeka

OPTIMALISASI INDUSTRI KAPAL

optimalisasi industri kapal 

Wakil Menteri Pertahanan RI, Letjen TNI Purn Syafrie Sjamsoeddin (dua dari kiri) mendengarkan penjelasan Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto (kanan), didampingi Dirut PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah Arifin (dua dari kanan), tentang Kapal Cepat Rudal (KCR), saat kunjungan kerja di Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya, Selasa (15/7). Kunjungan kerja yang dilakukan Ketua MPR, Kemenhan dan sejumlah anggota DPR RI di PT PAL Indonesia (Persero) tersebut, dalam rangka mendorong optimalisasi pembangunan industri dalam negeri khususnya kapal, sebagai upaya penguatan nasionalisme untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

Antara

PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence



Sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshied

PT Alam Indomesin Utama mendapatkan kepercayaan dari Rheinmetall Defence untuk memasok sebagian komponen/peralatan meriam pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm untuk memenuhi order dari Kementerian Pertahanan Indonesia.



Skyshield merupakan meriam reaksi cepat yang dapat melindungi area dari ancaman serangan artileri, roket, dan mortir. Indonesia berencana menggunakan Skyshield untuk melindungi pangkalan udara utama TNI AU. Pengoperasian sistem ini akan ditangani oleh Korps Pasukan Khas TNI AU. 



Indonesia membuat pesanan atas enam beterai Skyshield senilai EUR113 juta pada pertengahan tahun 2013, dengan waktu pengiriman pada akhir tahun 2014 atau selambat-lambatnya awal tahun 2015.



Sebanyak 8 set komponen meriam pertahanan udara Oerlikon SkyShield 35mm akan dikirimkan PT. AIU pada akhir Agustus 2014. Pekerjaan ini telah dilakukan sejak bulan April lalu, untuk tahapan selanjutnya akan diselesaikan sebelum akhir tahun 2014.


Berdasarkan UU No. 16/2012 tentang Industri Pertahanan maka untuk pengadaan alat utama sistem senjata diwajibkan untuk menggunakan konten lokal dan melakukan transfer of technology agar dapat mendukung industri pertahanan Indonesia. Untuk kontrak ini konten lokal yang diharakan mencapai 35%. 



Teknologi pertahanan udara meriam Skyshield 35 mm tidak terbatas untuk peran statis, dalam beberapa pameran pertahanan Rheinmetall Defence menampilkan pula versi truck mounted, pada versi ini meriam dan radar dipasangkan pada truk beroda 8 atau 10. Platform truk yang pernah dipakai adalah MAN dan Tata. Versi mobile ini terlihat lebih optimum karena sistem pertahanan udara dapat dipindahkan dalam waktu singkat untuk melindungi daerah lain secara cepat dan maksimum.


Ternyata sistem Oerlikon Skyshield yang dipilih untuk melindungi pangkalan udara TNI AU adalah jenis truck mounted. Basis truk yang diambil adalah HINO Ranger, kendaraan ini dipilih untuk mendapatkan sebanyak mungkin konten lokal. Truk HINO ini telah banyak kandungan lokalnya hingga mencapai 60-90% tergantung pada modelnya.

Defense studies