Pages

Friday, 30 January 2015

AS Peringatkan Indonesia Hati-hati Undang Kim Jong-un


Jakarta - Pada April nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika. Kabarnya, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan datang ke acara tersebut.

Melihat potensi kedatangan Kim Jong-un, Amerika Serikat (AS) negara yang selalu berseteru dengan Korut akhirnya angkat bicara.

Melalui Duta Besarnya, Robert Blake, Negeri Paman Sam meminta Indonesia berhati-hati atas keputusan mengundang Jong-Un. Karena negara ini tengah dalam sorotan dunia akibat beberapa masalah dan sanksi dunia.

"Keputusan harus dibuat Indonesia. Namun Indonesia harus berhati-hati terhadap pandangan dunia terhadap negara yang tengah mendapat sanksi ini," ujar Blake, di pusat kebudayaan AS @america, Rabu (28/1/2015).

"Dan, itu pasti menjadi pertimbangan dari kementerian luar negeri (Indonesia)," tegasnya.

Kabar kedatangan Jong-un ke Tanah Air pertama kali diembuskan oleh Kantor Berita Korsel, Yonhap.

Dalam pemberitaannya, Yonhap menulis, kunjungan Jong-Un, ke Indonesia akan menjadi lawatan internasional pertamanya sejak berkuasa 2011 lalu.

Kemlu RI sampai saat ini belum menerima konfirmasi kedatangan Jong-Un. Tetapi, dipastikan Kemlu, sebanyak 109 negara di Asia Afrika termasuk apakah Korut diundang dalam hajatan besar ini.(Liputan6.com)

Kapolda Papua Sebut Ada Oknum TNI Terlibat Jual Beli Amunisi

Jayapura - Tiga orang yang membawa ratusan amunisi diamankan di sekitar Papua Trade Center Entrop dan Expo Waena, Kota Jayapura, Rabu (28/1) kemarin. Ketiganya ditengarai terkait gerakan bersenjata. Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende menyebut ada keterlibatan oknum anggota TNI dalam transaksi amunisi tersebut.

"Oknum TNI yang diduga menjual peluru ke anggota KNPB (Komite Nasional Papua Barat) sudah diserahkan ke Kodam," ujar Yotje, Kamis (29/1/2015).

Menurut Yotje, jual beli amunisi itu sebetulnya sudah tercium lama. Namun untuk mencegah gesekan dan memastikan, kepolisian menangkap pembeli terlebih dulu. Yakni 3 orang berinisial AJ, RW, dan FK.

Jika penangkapan langsung dilakukan di lapangan, kata Yotje, oknum penjual juga memiliki senjata. "Dengan menangkap pembeli lebih dulu, baru kemudian tangkap penjualnya, hal yang tidak diinginkan bisa dihindari," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, 500 amunisi itu dijual seharga Rp 10 juta. " Namun baru dibayar Rp7,5 juta," terangnya.

"Mereka ini jaringan dengan melakukan jual-beli amunisi dari tangan ke tangan, kemungkinan pelaku akan bertambah, sekarang masih didalami,"paparnya.

Amunisi itu rencananya akan didistribusikan ke kelompok Puron Wenda. Puron Wenda dikenal sebagai Panglima OPM wilayah Pegunungan Papua.

Yotje juga mengungkapkan, tiga anggota KNPB adalah anggota Puron Wenda yang beroperasi di perkotaan. "Mereka ini operasinya di kota mencari amunisi dan logistik bagi Puron," jelasnya.

Sebelumnya dalam kesempatan terpisah, Pangdam Cenderawasih Mayjen Fransen G Siahaan membantah keterlibatan oknum TNI dalam jual beli amunisi. Pangdam mengatakan, Serma Supriyadi hanya dijadikan umpan untuk menangkap kelompok KNPB.(DETIK)

TINJAU UJI COBA ALKOM TANK TO TANK TR 6000


Dispen Kormar (Surabaya). Dalam rangka meningkatkan profesionalisme kemampuan pengawak kendaraan tempur maka dilaksanakan uji coba alat komunikasi (alkom) Tank To Tank TR 6000 di kolam Simulator Rampa, Trian Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Kamis (29/01/2015).

Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Irjenal Mabesal Laksda TNI Zupri Z.A. beserta rombongan dari Mabesal dan diterima oleh Kadiskomlek Korps Marinir Kolonel Marinir Baedhowi Oktafidia selaku Palaklat. Alkom TR 6000 merupakan alat komunikasi buatan Afrika Selatan yang masih di uji kemampuannya oleh jajaran Korps Marinir sehingga kegiatan ini sangat menjadi perhatian Irjenal dalam memberi masukan kepada Kasal apakah alat Komunikasi TR 6000 layak untuk memperkuat jajaran komunikasi dalam Ranpur Korps Marinir nantinya.

Mengawali uji coba Alkom TR 6000 disampaikan pula tehknis pengoperasian Alkom TR6000 oleh Bapak Rendi Nathan sebagai Direktur Tehnisi PT. Subur Sakti Putra dan tehnis pelaksanaan uji coba di lapangan disampaikan oleh Kasubdiskomlek Kormar Letkol Marinir Edi Cahyo.

Adapun Tujuan utama dari kegiatan uji coba adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang teknis pengoperasian Alkom Tank To Tank TR 6000 pada tingkat Komandan kendaraan, Pengemudi Ranpur, Penembak Ranpur dan anggota Komunikasi, serta Alkom TR 6000 di uji coba dengan menggunakan Material Tempur LVT 7 A1 dan BTR 50 PM.

“Sampaikan segala kendala yang didapat saat pengoperasian Alkom TR 6000 serta menguji kemampuan alkom TR 6000 ini dalam keadaan ranpur bergerak di darat maupun di air serta ditenggelamkan dalam air”, ujar Irjenal saat memberikan penekanan kepada para pengawak ranpur dan anggota komunikasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadiskomlekal Laksma TNI Fedhy E. Wiyana, Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Purwadi, Kasubsidukkom Diskomlekal Kolonel Laut (E) E.Darojat, Paban Slogal Kolonel Laut (E) Maxi Samson, Irdaopslat Itjenal Kolonel Laut (E) JE Manik, Aslog Pasmar-1 Kolonel Mar Aris Mudian, Aspers Pasmar-1 Letkol Mar Sumantri, Parik RB Irjenal Letkol Mar Nasrudin, Pasops Menkav-1 Mar Letkol Mar Kusyuwono yang mewakili Danmenkav-1 Mar, Pasops Menbanpur -1 Mar Letkol Mar Budi Setioko, Komisaris PT. Subur Sakti Putra Bapak Made Rahardja beserta Rombongan.(Marinir)